Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Grab Umumkan 10 Finalis Grab Ventures Velocity Kedua

Emanuel Kure, Senin, 17 Juni 2019 | 22:10 WIB

JAKARTA – Grab, super app terkemuka di kawasan Asia Tenggara, mengumumkan 10 start-up yang terpilih mengikuti program Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan Ke-2. Tujuh start-up terpilih berasal dari Indonesia yakni Eragano, PergiUmroh, Porter, Sayurbox, Tanihub, Tamasia, dan Qoala, dua berasal dari Singapura yaitu Treedots dan GLife, serta satu start-up dari Malaysia yakni MyCash Online.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, GVV Angkatan Ke-2 memiliki tema Memberdayakan Pengusaha Mikro di Asia Tenggara. Tema ini dinilai akan memperkuat komitmen berkelanjutan Grab kepada Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran utama dalam mengembangkan ekosistem agritech tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.

“Sebagai everyday super app terkemuka di Asia Tenggara, Grab percaya dalam menciptakan teknologi untuk kebaikan (tech for good). Dan, melalui Grab Ventures Velocity, kami ingin mendorong akselerasi jutaan start-up dan pengusaha mikro untuk membangun Asia Tenggara yang lebih kuat,” kata Ridzki di Jakarta, Senin (17/6) malam.

Sebanyak 10 peserta finalis terpilih setelah diseleksi dari lebih dari 150 start-up di Asia Tenggara yang mengikuti program tersebut. Menurut Ridzki, GVV Angkatan ke-2 memiliki dua jalur. Pertama, pemberdayaan petani. Grab memilih lima start-up yang mengubah rantai pasokan makanan tradisional untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal itu merupakan hal yang penting tidak hanya di negara-negara pertanian seperti Indonesia tetapi juga Singapura. Tujuannya untuk turut menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi dengan biaya produksi rendah bagi bisnis restoran dan konsumen.

“Untuk jalur ini, Grab bermitra dengan start-up yang mengoptimalkan rantai pasokan makanan untuk membantu petani dalam meningkatkan pendapatannya. Start-up GVV juga menggunakan teknologi dan analitik data yang membantu petani untuk memiliki data yang lebih baik dan dapat memprediksi hasil panen segar untuk di produksi yang merupakan perhatian utama bagi semua petani,” jelasnya.

Sementara itu, kedua, jalur pemberdayaan usaha kecil. Grab memilih lima start-up yang telah mempelopori solusi inovatif untuk pengusaha mikro dengan meningkatkan pendapatannya. Usaha kecil seperti warung menyatakan bahwa prioritas utama mereka adalah meningkatkan penjualan dan menekan biaya produksi lebih rendah.

Faktanya, ada lebih dari 10 juta usaha kecil di Indonesia yang telah memperluas bisnis mereka dengan penggunaan teknologi online. “Oleh karena itu, untuk jalur ini, GVV telah memilih start-up yang akan membantu meningkatkan pendapatan dan mata pencaharian untuk 10 juta usaha kecil dan yang terpenting adalah digitalisasi 46 juta perusahaan mikro lainnya di seluruh Indonesia,” ungkap Ridzki.

Dia juga menyampaikan, start-up pilihan pada GVV Angkatan Ke-2 akan menguji proyek awal mereka dalam ekosistem Grab. Dibandingkan dengan proyek awal Angkatan Pertama yang hanya diintegrasikan pada aplikasi Grab, proyek awal angkatan ke-2 akan dilakukan pada beberapa channel. Menyesuaikan dengan layanan yang mereka tawarkan, start-up angkatan ke-2 akan menguji proyek awal melalui aplikasi Grab, basis merchant GrabFood, atau jaringan agen Kudo.

“Melalui jaringan agen Kudo yang tersebar di lebih dari 500 kota di Indonesia, Kudo akan memberikan kesempatan bagi start-up terpilih untuk menerapkan ide dan inovasi bisnisnya untuk bekerja sama dalam memberdayakan warung agar dapat terlibat dalam kemajuan teknologi,” tegas Ridzki.

Dia menambahkan, program GVV akan berlangsung selama 16 minggu setelah kesepuluh start-up tersebut melakukan pitching kepada Grab. Start-up yang berhasil akan mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi bersama Grab dalam bentuk pendanaan, atau kemitraan komersial.

Surga Digital

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, yang turut hadir dalam kesempatan pengumuman 10 start-up finalis tersebut, mengungkapkan, Indonesia dan Asia Tenggara telah menjadi salah satu surga bagi bertumbuhnya start-up digital. Tingkat pertumbuhannya juga dinilai sangat pesat, bahkan, lebih tinggi dari negara-negara maju di dunia.

“Kondisi ini menggembirakan sekaligus makin melecut pemerintah sebagai fasilitator dan akselerator digitalisasi untuk terus mengembangkan ekosistem yang mendukungnya. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif berkelanjutan dari Grab melalui program Grab Ventures Velocity (GVV) ini,” tuturnya.

Menkominfo juga mengharapkan, para start-up yang dipilih sebagai pemenang untuk tidak berpikir out of the box, tetapi no box thinking. Artinya, start-up harus berani untuk mengambil langkah-langkah yang inovatif sembari memahami konteks persoalan yang ada di masyarakat. Harapannya, mereka akan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyararakat dengan inovasi dan teknologi yang dimilikinya.

“Jadi start-up itu tidak hanya berpikir out of the box, tetapi no box thinking. Dengan cara seperti ini, start-up akan mampu melahirkan ide-ide dan inovasi yang menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” tegas Rudiantara.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA