×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grab luncurkan Grab Ventures. Foto: IST

Grab luncurkan Grab Ventures. Foto: IST

Grab Ventures Velocity ke-2 Diluncurkan

Abdul Muslim, Kamis, 11 April 2019 | 20:24 WIB

JAKARTA – Grab Holdings Inc, super app terkemuka di kawasan Asia Tenggara, mengumumkan pembukaan pendaftaran program Grab Ventures Velocity (GVV) angkatan ke-2 bagi para pebisnis rintisan berbasis teknologi (start-up), Rabu (10/4). GVV merupakan program yang khusus ditujukan untuk mendukung start-up yang sedang berkembang lebih lanjut (scale up).

Diluncurkan pertama kali pada Juli 2018, Grab Ventures merupakan perpanjangan tangan dari inovasi terbaru dan usaha ventura Grab. Melalui GVV, Grab Ventures menawarkan akses ke basis pelanggan Grab yang lebih luas, bimbingan, dan akses ke aset teknologi Grab bagi para star t-up untuk menguji layanannya.

Grab Bike. Foto: IST
Grab Bike. Foto: IST

 

Semantara itu, para start-up terpilih telah lulus dari program GVV angkatan pertama pada Januari 2019 dengan hasil yang memuaskan. CEO of Book- MyShow Indonesia Karan Khetan mengatakan, GVV merupakan pengalaman yang sangat penting dalam perkembangan suatu perusahaan.

“Pada bulan pertama, program uji coba berlangsung, bisnis perusahaan kami mencapai pertumbuhan sebesar 70%. Kami percaya bahwa tidak ada program start-up lain di kawasan ini yang memungkinkan pertumbuhan pada skala sebesar ini,” ujar Karan.

Ke depannya, setiap angkatan akan fokus pada tema tertentu. Tema untuk angkatan ke-2 yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus tahun ini adalah Memberdayakan Pengusaha Mikro di Asia Tenggara. Aplikasi untuk GVV angkatan ke-2 akan dibuka hingga 15 Mei mendatang.

Sejalan dengan itu, GVV membuka aplikasi untuk dua jalur program. Jalur pertama adalah Pemberdayaan Petani (Empower Farmers), mencakup solusi inovatif yang akan memberdayakan petani dengan membantu mereka dalam membawa bahan makanan segar yang terjangkau dan berkualitas tinggi kepada pelanggan di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Jalur Pemberdayaan Petani akan memilih 3-5 start-up dari Asia Tenggara yang men-distrupt rantai pasokan makanan segar tradisional, mencakup daging, buah-buahan, dan sayuran. Start-up yang memasok bahan makanan segar ke usaha kecil dan menengah (UKM), antara lain restoran dan toko grosir, atau ke konsumen akhir dipersilakan untuk mendaftar.

Jalur kedua, Pemberdayaan Usaha Kecil (Empower Small Businesses), berupaya menemukan start-up yang mempelopori solusi inovatif untuk memberdayakan pedagang kecil dengan cara menurunkan biaya dan menyederhanakan operasional serta meningkatkan pendapatan.

Startup dari Indonesia dan seluruh Asia Tenggara akan menguji coba solusi mereka di Indonesia dengan jaringan agen Kudo. Start-up yang berpartisipasi untuk kedua jalur tersebut akan memiliki kesempatan untuk menguji coba solusinya dalam ekosistem Grab.

Selain itu, para start-up akan mendapatkan akses ke jaringan penasihat C-level serta ahli internal dan eksternal yang dimiliki oleh Grab.

Pada sisi teknologi, start-up akan memanfaatkan sumber daya Grab- Platform, seperti API cloud Grab dan sumber daya Kudo untuk mempercepat pengembangan produknya. Jika berhasil dalam tahap uji coba, terdapat dua start-up dari angkatan kali ini yang akan menerima kemitraan dengan Grab untuk meningkatkan skala bisnisnya lebih lanjut.

Grab. Foto: IST
Grab. Foto: IST

 

Head of Grab Ventures Chris Yeo mengatakan, pada angkatan pertama tahun lalu, pihaknya menguji beberapa use cases yang baru dalam aplikasi Grab. Pada angkatan ke-2, Grab Ventures mencari start-up yang sedang berusaha untuk memberdayakan pengusaha mikro melalui solusi yang unik.

Pengusaha mikro bisa jadi para petani, atau banyak toko di pinggir jalan yang berpotensi menjadi tulang punggung perekonomian di Asia Tenggara. “Kami menyadari tantangan yang dihadapi para start-up di bidang ini,” ucap Chris.

Menurut dia, meningkatkan sisi penawaran, sisi permintaan, dan sistem operasi platform mereka secara bersamaan merupakan masalah yang memakan waktu dan juga mahal untuk dipecahkan.

Melalui GVV, Grab Ventures akan membantu star t-up berkembang lebih cepat dengan menyediakan akses ke basis pengguna Grab yang luas dan aset regional yang eksklusif. “Di samping itu, start-up di jalur Pemberdayaan Usaha Kecil kami akan memiliki akses yang unik ke jaringan agen Kudo yang tak tertandingi,” ujarnya.

Instansi pemerintah terkemuka, seperti IMDA, ESG, EDB, dan EDBI di Singapura serta Menkominfo dan Bekraf di Indonesia, telah bermitra dengan GVV. Saat ini, pendaftaran GVV angkatan kedua telah dibuka hingga tanggal 15 Mei 2019. Start-up yang berminat dapat mendaftar secara online di ventures.grab.com/gvv.

Bisnis Grab

GrabCar. Foto: IST
GrabCar. Foto: IST

 

Grab, super app terkemuka di Asia Tenggara, menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen. Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 144 juta kali, memberikan pengguna Grab kemudahan untuk terhubung dengan 9 juta mitra pengemudi dan agen.

Grab memiliki armada transportasi darat yang besar dan telah mencapai lebih dari 3 miliar perjalanan sejak didirikan pada tahun 2012. Grab menyediakan layanan transportasi on-demand di Asia Tenggara, serta layanan pengantaran makanan dan barang di lebih dari 336 kota di delapan negara. Layanan telah dihadirkan di Indonesia, Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.

Khusus di Indonesia, bisnis Grab telah berkembang sangat pesat dengan pendapatan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2018. Menurut ABI Research, Grab pun telah memiliki 62% pangsa pasar ride-hailing di Indonesia. GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia.

Saat ini, GrabFood telah beroperasi di 178 kota di Indonesia, tumbuh dari 13 kota pada awal tahun lalu. Volume pengirimannya juga meningkat hampir 10 kali lipat pada 2018. Tahun 2018 merupakan tahun di mana ekosistem Grab tumbuh secara signifikan melalui berbagai kerja sama dengan para pemimpin industri berkelas global, yakni Toyota, Hyundai, Microsoft, dan Mastercard.

Grab juga telah meluncurkan kerja sama strategis dengan perusahaan nasional terkemuka lainnya, yaitu Central Group dan Kasikornbank di Thailand, OVO, Bank Mandiri dan Sinar Mas Land di Indonesia, United Overseas Bank di Singapura, SM Investment Corporation di Filipina, Moca di Vietnam, dan Maybank di Malaysia.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

Terkini

BCA Catat Laba Bersih Tumbuh 10,1% Rp 6,1 Triliun

Kamis, 25 April 2019 | 22:26 WIB

Wika Gedung Kantongi Lima Kontrak

Kamis, 25 April 2019 | 22:17 WIB