Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
GrabBike Kampanye Anti-Ngaret (Foto: Grab Indonesia/IST)

GrabBike Kampanye Anti-Ngaret (Foto: Grab Indonesia/IST)

Tingkatkan Produktivitas Masyarakat

GrabBike Anti-Ngaret Hadir di 8 Kota (Bagian 1)

Abdul Muslim, Rabu, 14 Agustus 2019 | 07:00 WIB

JAKARTA, investor.id - GrabBike, layanan transportasi roda dua milik Grab, menghadirkan kampanye #AntiNgaret di delapan kota besar di Indonesia, yakni Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, Palembang, dan Jabodetabek. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia dan menjadi pendukung bagi para pejuang anti-ngaret.

Siapakah yang tak kenal dengan istilah ngaret? Ya, ngaret sudah menjadi sesuatu yang sangat familiar didengar telinga masyarakat Indonesia. Ngaret berasal dari kata dasar karet yang digunakan oleh kalangan anak muda untuk menggambarkan sesuatu yang molor dari waktu yang telah direncanakan. Istilah ini memang sering dipakai dalam menggambarkan seseorang yang tidak tepat waktu.

Sayangnya, ngaret kerap dikaitkan sebagai budaya yang begitu melekat dengan orang Indonesia. Budaya tersebut menciptakan kebiasaan di mana banyak orang merasa terlalu nyaman dalam mengulur waktu. Hal ini pun menyebabkan berkurangnya produktivitas karena sebagian waktu yang terbuang.

Bayu A Yulianto, sosiolog dan peneliti independen, menjelaskan, ngaret telah menjadi kebiasaan orang Indonesia yang sudah menjadi tradisi yang sulit untuk ditinggalkan. Asumsi bahwa orang Indonesia tak bisa lepas dari ngaret kini pun sudah menjadi stereotype karena sulit menjaga waktu, khususnya ketika membuat janji dalam sebuah pertemuan.

“Dampaknya, produktivitas bisa terganggu. Untuk bisa meminimalisasi kebiasaan yang sudah menjamur sebagai fenomena sosial ini, masyarakat sebetulnya bisa memanfaatkan transportasi online sebagai armada pendukung mereka dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat,” ujar Bayu, dalam keterangannya, Selasa (13/8).

General Manager Marketing Grab Indonesia Daniel Van Leeuwen menambahkan, meski ngaret telah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihindarkan oleh masyarakat Indonesia, sebagian besar orang justru tak ingin terjebak dalam kebiasaan terus-terusan mengulur waktu. Mereka yang disebut sebagai pejuang #AntiNgaret ini selalu berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai tujuan dengan tepat waktu (on time).

Karena itu, Grab menjadikan GrabBike sebagai armada pendukung untuk mereka yang terus mengejar berbagai hal yang berarti, tentunya dengan ketepatan waktu penjemputan. Dengan jumlah armada yang memadai serta informasi mengenai estimasi waktu kedatangan mitra pengemudi saat memesan, pengguna dapat tiba di tujuan dengan lebih cepat.

“Hal ini sejalan dengan misi baru kami untuk mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan akses kepada layanan harian berkualitas tinggi dan juga aman,” ujar Daniel.

Grab merupakan decacorn pertama di Asia Tenggara dan Grab Indonesia telah menjadi salah satu unicorn di Indonesia. Saat ini, Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 338 kota yang tersebar di delapan negara dengan lebih dari 152 juta unduhan aplikasi. Di Indonesia, Grab telah beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA