Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran kembali GrabWheels di DKI Jakarta, Kamis (13/8). (IST)

Peluncuran kembali GrabWheels di DKI Jakarta, Kamis (13/8). (IST)

GrabWheels Hadir Kembali di DKI Jakarta

Kamis, 13 Agustus 2020 | 22:07 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Grab Indonesia menghadirkan kembali layanan skuter listrik GrabWheels untuk wilayah DKI Jakarta pada Kamis (13/8). Pada tahap awal, GrabWheels tersedia sebanyak 200 unit untuk melayani masyarakat di tujuh titik wilayah ibu kota.

Peluncuran kembali GrabWheels diresmikan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya.

Menhub menyampaikan, pihaknya mengapresiasi peluncuran kembali GrabWheels karena sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menghendaki kegiatan bermasyarakat maupun bertransportasi bisa terus berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Ini merupakan suatu kegiatan yang membanggakan. Tentu, Allah Swt akan senang dengan upaya-upaya kita. Presiden juga senang karena, satu sisi, kita tetap menjalankan protokol kesehatan, dan di sisi lain, tetap menjalankan kegiatan,” kata Budi Karya, di sela acara Peluncuran GrabWheels yang dilaksanakan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (13/8).

Lebih lanjut, Budi menilai, GrabWheels bisa menjadi solusi untuk kendaraan first mile dan last mile bagi masyarakat yang biasa menggunakan moda transportasi kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, mass rapid transit (MRT) Jakarta, dan light rail transit (LRT) Jakarta.

Menurut dia, GrabWheels menjadi solusi menyambungkan antarmoda. Karena itu,  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk menyediakan jalur khusus yang dapat dilalui GrabWheels, sehingga bisa lebih aman dan diikuti tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

“Penegakan hukum dari Polda dan Dishub  penting. Karena, tanpa itu akan terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, saya percaya segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan baik. Kita menjalankan babak baru di mana penggunaan GrabWheels antarmoda bisa dilaksanakan,” sebut Budi Karya.

Sesuai Aturan

Di tempat yang sama, Ridzki Kramadibrata menuturkan, peluncuran kembali GrabWheels sejalan dengan sudah diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

Sejak diluncurkan Mei 2019, Grab Indonesia sudah melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap kendaraan mobilitas pribadi tersebut. “Bahkan, baru-baru ini, ada penelitian dari SBM ITB yang menunjukkan minat masyarakat mengunakan kendaraan mobilitas pribadi seperti skuter listrik GrabWheels sangat diminati untuk jadi solusi first mile-last mile untuk kendaraan massal publik,” jelas dia.

Ridzki menyampaikan, pada tahap awal, GrabWheels akan tersedia di tujuh titik DKI Jakarta dengan jumlah skuter listrik yang disediakan sebanyak 200 unit. Beberapa kawasan yang tersedia GrabWheels, antara lain Kawasan Kuningan, Mega Kuningan, Thamrin, Sudirman, Raden Saleh, dan Kawasan Blok M.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya menyebutkan, pihaknya mengapresiasi diterbitkannya Permenhub 45/2020. Aturan ini telah mengatur tentang batas kecepatan kendaraan berpenggerak motor listrik, syarat usia, dan syarat-syarat terkait aspek keselamatan lainnya.

“Hal paling utama perihal jalur, atau kawasan tertentu yang diperbolehkan untuk dilewati kendaraan berpenggerak motor listrik. Kami harus merumuskan kebijakan di mana jalur, atau kawasan yang bisa dilalui, sehingga nanti penegakan hukumnya akan mengikuti peraturan gubernur tersebut,” ungkap Badya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN