Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden RI ke-3 Prof Dr BJ Habibie. (Foto: Dok Telkomsel)

Presiden RI ke-3 Prof Dr BJ Habibie. (Foto: Dok Telkomsel)

Habibie Founding Father Telkomsel

Emanuel Kure, Kamis, 12 September 2019 | 21:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Rakyat Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Pada Rabu (11/9), Presiden RI ke-3 Prof Dr BJ Habibie wafat pada usia yang ke-83 tahun. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa almarhum merupakan sosok penting dalam sejarah cikal bakal berdirinya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) pada awal 1990-an, sehingga menjadikannya sebagai salah satu Founding Fathers Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan, keluarga besar Telkomsel pun turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan merasakan kehilangan yang besar atas kepergian almarhum Prof Dr BJ Habibie.

“Bapak Habibie merupakan sosok yang penting bagi kami. Beliau memiliki hubungan sejarah erat dalam proses beroperasinya teknologi selular global system for mobile communications (GSM) di Indonesia serta beroperasinya layanan Telkomsel pertama kali di Pulau Batam,” kata Emma, dalam keterangannya, Kamis (12/9).

Menurut dia, sejarah hadirnya teknologi GSM di Indonesia hingga berdirinya Telkomsel tidak dapat dipisahkan dari peran penting almarhum Habibie. Pada tanggal 14 Juli 1993, sejumlah direksi PT Telkom menghadap Habibie yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia.

“Di atas sehelai kertas, beliau menuliskan persetujuan dan penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler Indonesia. Tulisan ini yang kemudian menjadi referensi dari sebuah langkah besar migrasi teknologi dan pengembangan industri seluler analog ke digital di Indonesia,” ujarnya.

Empat belas bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 2 September 1994, Habibie meresmikan pengoperasian Telkomsel GSM di Pulau Batam. Pada saat itu, Telkomsel merupakan nama produk dari PT Telkom.

“Sebagai Menristek, beliau melakukan percobaan teknologi GSM dengan melakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana dari Batam ke Jakarta dan London,” ungkap Emma.

Berangkat dari dua momen penting tersebut, Telkomsel GSM kemudian dipersiapkan dan dikembangkan menjadi sebuah operator seluler. Hingga akhirnya, pada 26 Mei 1995, lahirlah Telkomsel.

Sejak peristiwa bersejarah di Batam, sosok BJ Habibie sejatinya juga merupakan pelanggan pertama Telkomsel. Namun, sebagai bentuk penghormatan yang terdalam atas kontribusinya, kemudian, Telkomsel memberikan penghargaan sebagai pelanggan Telkomsel ke-100 juta pada perayaan pencapaian Telkomsel tahun 2011.

“Semangat Pak Habibie akan selalu melekat dalam perkembangan dan pertumbuhan Telkomsel. Kami akan meneruskan cita-cita dan kontribusi Pak Habibie untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan anak bangsa. Selamat jalan Pak Habibie,” tutup Emma.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN