Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
5G, atau Generasi ke-5, adalah istilah umum, yang digunakan untuk mengacu pada perkembangan baru dalam ranah telekomunikasi. Foto:: IST

5G, atau Generasi ke-5, adalah istilah umum, yang digunakan untuk mengacu pada perkembangan baru dalam ranah telekomunikasi. Foto:: IST

Hingga 2035, Implementasi 5G Berkontribusi Rp 3.549 T

Kamis, 24 September 2020 | 20:20 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Implementasi teknologi 5G secara agresif di Indonesia diprediksi bisa berkontribusi Rp 2.874 triliun bagi perekonomian nasional secara kumulatif pada 2021-2030, atau 9,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Nilainya mencapai Rp 3.549 triliun hingga tahun 2035, atau dari 9,8% terhadap PDB.

Selain itu, penerapannya di Tanah Air dapat menciptakan 4,6 juta hingga 5,1 juta peluang kerja terkait 5G dan meningkatkan produktivitas Rp 9-11 juta per kapita dalam periode yang sama.

Kesimpulan tersebut diambil dari studi yang disponsori oleh perusahaan teknologi Qualcomm International di Indonesia dan Axiata Group Berhad, serta  dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan tema Unlocking 5G Benefits for the Digital Economy in Indonesia.

Ivan Samuels, dari PT LAPI ITB, menuturkan, penerapan teknologi 5G merupakan kunci untuk meningkatkan PDB Indonesia serta membuka lapangan kerja dan peningkatan produktivitas pada 2030.

“Analisis penilaian dampak kami berdasarkan dua skenario, yaitu skenario dasar, berdasarkan asumsi bahwa spektrum 5G dapat dirilis dari 2021 hingga 2023, dan skenario agresif yang mengasumsikan bahwa seluruh spektrum 5G dapat tersedia pada akhir 2021,” jelas Ivan, dalam seminar daring, Kamis (24/9).

Studi itu juga memproyeksikan, implementasi 5G yang agresif dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,1% di luar proyeksi pemerintah. Potensi pertumbuhan lebih lanjut ini didapatkan dari peningkatan produktivitas di sebagian besar industri dan layanan yang didorong teknologi 5G.

Percepatan

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail menyampaikan, ada beberapa hal yang harus disiapkan, yakni kebijakan strategis infrastruktur 5G, termasuk persiapan ketersediaan jaringan dan ketersediaan infrastruktur pasif.

“Frekuensi segera diselesaikan agar jumlahnya  memadai dan dirilis pada waktu yang tepat,” ujar Ismail.

Direktur Penataan Sumber Daya Kemenkominfo Denny Setiawan menambahkan, saat ini, pihaknya telah memasukkan spektrum 5G dalam dokumen rancangan RPJMN 2024. Pembahasannya juga dimasukkan dalam legislasi Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang ke depannya dapat mendukung implementasi 5G di Indonesia.

Sementara itu, target dokumen resmi Task Force 5G diharapkan selesai pada akhir 2021. “Pada awal Oktober mendatang, tim akan melakukan diskusi dengan FCC untuk percepatan 5G dan melakukan coexisting trial untuk 3,5 GHz band,” jelas Denny.

Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Indonesia (ATSI) Ririek Adriansyah mengapresiasi langkah Kemenkominfo untuk mempercepat implelementasi 5G di Indonesia.

“Tim Task Force Persiapan Implementasi 5G dapat menyelesaikan tugasnya, meliputi seluruh aspek yaitu regulasi serta teknis operasi dan ekonomi, termasuk kebutuhan masyarakat dan biaya investasi para operator,” tutup Ririek.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN