Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya. (Beritasaatu TV)

Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya. (Beritasaatu TV)

IBM dan Kemenkominfo Persiapkan Talenta Digital

Rabu, 4 November 2020 | 20:35 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - IBM, perusahaan teknologi global, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)  untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian angkatan kerja muda Indonesia di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Kolaborasi Kemenkominfo dan IBM dalam program stimulan Digital Talent Scholarship (DTS) 2020 itu ditargetkan bisa menyiapkan talenta andal di bidang data science (data scientist) untuk mendukung transformasi digital di Indonesia.

Sebagai mitra dalam menyediakan materi, IBM Skills Academy untuk DTS 2020 akan memberikan materi pelatihan data science untuk memperkaya kemampuan digital dan memupuk kemampuan berinovasi di Indonesia.

Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya mengatakan, sebagai perusahaan teknologi terdepan di bidang komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), inisiatif kemampuan digital merupakan arahan Kantor IBM Pusat dalam menciptakan lapangan kerja baru di mana perusahaan beroperasi, termasuk Indonesia.

"Kebutuhan terhadap data scientist diakui di industri teknologi sebagai salah satu yang sangat mendesak. Harapan kami, langkah ini di antara yang lain dapat membantu memperbanyak pakar data science di Indonesia," ujar Tan Wijaya, dalam pernyataannya, Rabu (4/11).

Berdasarkan studi, pada 2017, IBM memprediksi meningkatnya permintaan pakar data science (data scientists) sebesar 28% pada 2020. Sementara itu, pekerjaan sebagai analis data akan memerlukan kemampuan tambahan antara lain big data, data science, dan pembelajaran mesin (machine learning).  

Pelatihan yang lebih banyak untuk data scientist di Tanah Air diyakininya akan membantu organisasi untuk melakukan eksperimen, pembangunan dan penerapan AI di dalam negeri, serta mempercepat perjalanan AI dan membantu meningkatkan kinerja, efisiensi, dan pertumbuhan bisnis.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate pernah menyampaikan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengembangkan inisiatif untuk memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital dalam lima belas tahun ke depan.

“Inisiatif yang diapresiasi oleh International Telecommunication Union (ITU) tersebut ditargetkan mempercepat transformasi digital dan mendorong adanya kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19,” ujar Johnny.

Dia melanjutkan, Indonesia pun diharapkan setidaknya bisa melahirkan 600 ribu talenta pada sektor digital yang dibutuhkan setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan pekerja dengan keahlian khusus.

Program DTS

Di sisi lain, hasil survei Price Waterhouse Cooper (PwC) 2019, menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan sumber daya manusia dan kebutuhan skill set. Kondisi tersebut menjadi tantangan untuk pemenuhan ketersediaan talenta digital di Tanah Air.

“Kolaborasi yang kami lakukan bersama perusahaan teknologi dunia, termasuk IBM, merupakan komitmen kami dalam mengembangkan talenta untuk keahlian-keahlian yang akan muncul dan berhubungan antara lain dengan data science, AI, dan cybersecurity,” tutur Menkominfo.

Program DTS pertama telah diluncurkan oleh Kemenkominfo tahun 2018 dengan mendidik 1.000 peserta dan jumlahnya ditingkatkan menjadi 25 ribu penerima beasiswa pada 2019. Tahun ini, program DTS sebagai program stimulan menjaring 60 ribu peserta.

Sementara itu, hingga saat ini, program Data Science IBM yang dilaksanakan oleh lembaga pelatihan telah menerima 1.191 peserta yang akan melalui beberapa tahapan pelatihan, termasuk bootcamp untuk menentukan dan meningkatkan kemampuan digitalnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN