Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya. (Beritasaatu TV)

Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya. (Beritasaatu TV)

IBM: Perusahaan Indonesia Fokus Adopsi Hybrid Cloud

Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:31 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  IBM, perusahaan penyedia cloud platform dan solusi cognitive, menerbitkan survei IBM Institute for Business Value (IBV) dengan judul The hybrid cloud platform advantage: A guiding star to enterprise transformation in Indonesia. Perusahaan di Indonesia disebut tengah fokus pada transformasi digital dengan mengadopsi hybrid cloud.

Hybrid cloud merupakan campuran dari komputasi awan yang terbuka bagi publik (public cloud) dengan privat (private cloud). Hybrid cloud diadopsi untuk mengelola private cloud dan public cloud secara bersamaan dengan menggunakan tool pada lingkungan cloud yang berbeda.

Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya mengatakan, adopsi cloud telah menjadi fitur utama dalam mengembangkan model bisnis baru yang digerakkan secara digital.

Menariknya, temuan tersebut menunjukkan bahwa hybrid multi-cloud menjadi sangat fundamental dalam pengembangan model operasi organisasi. Tujuanya untuk membantu mereka mengawali langkahnya guna menjadi perusahaan kognitif (cognitive enterprise) di masa depan.

“Di Indonesia, bisnis terkemuka seperti industri manufaktur dan ritel melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi platform hybrid multi-cloud dan menerapkan teknologi AI (artificial intelligence),” ungkap Tan Wijaya, dalam pernyataannya, Selasa (20/10).

Menurut dia, IBM saat ini sepenuhnya mengandalkan hybrid cloud. Karena, teknologi ini cukup aman, dapat dioperasikan dengan mudah, terbuka, dan bebas dari vendor lock-in.

Menurut hasil survei itu, semakin banyak eksekutif bisnis di Indonesia yang berencana untuk investasi pada platform hybrid multi-cloud dengan tujuan untuk mendorong transformasi bisnis dan membuka peluang baru demi meningkatkan nilai bisnis.

IBM berkolaborasi dengan Oxford Economics untuk melakukan survei kepada lebih dari 6.000 orang eksekutif global dari berbagai industri, termasuk di Indonesia. Tujuannya untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang penggunaan hybrid cloud dan multi-cloud, serta pendekatan organisasi terhadap manajemen multi-cloud.

Menurut responden dari Indonesia, saat ini, 16% dari pengeluaran teknologi informasi (TI) organisasinya dialokasikan untuk belanja cloud. Mereka berencana untuk meningkatkan porsi pengeluaran hybrid dari saat ini 51% menjadi 57 % pada 2023.

Sebagian besar anggaran cloud organisasi dialokasikan untuk hybrid cloud platform. Konsekuensinya, anggaran untuk public cloud mereka harus dikurangi dari 41% menjadi 36 % pada tahun 2023.

Tren Penggunaan

Selain itu, sebagian besar industri secara global diproyeksikan mencatat pertumbuhan dalam jumlah cloud yang digunakan. Jumlahnya diperkiraan mencapai 11 cloud per organisasi, terutama di bidang asuransi, telekomunikasi, ritel, perbankan, dan produk konsumsi.

Sejumlah industri tersebut akan terus mengembangkan penerapan cloud-nya dalam tiga tahun ke depan. Lebih lanjut, studi juga menemukan bahwa responden mengakui pengembalian investasi (return on investment/RoI) dari pendekatan platform tersebut.

Seperti yang dikatakan responden, nilai bisnis yang dihasilkan dari teknologi platform dan model operasi full hybrid, multi-cloud adalah 2,5 kali lebih besar dibandingkan yang dihasilkan dari pendekatan vendor single platform, single cloud.

Bahkan, pendekatan platform itu disebut-sebut bisa mempercepat peningkatan nilai bisnis sesuai dengan besaran bisnis yang diharapkan.“Hybrid cloud memungkinkan peningkatan kinerja bisnis dengan RoI yang lebih besar,” tutur Tan Wijaya.

Menurut dia, hal itu terbukti dengan kesuksesan sejumlah pebisnis terkemuka dalam meraih keunggulan kompetitif melalui pengelolaan hybrid cloud dan tata kelola platform yang lebih kuat.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN