Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konferensi Asia IoT Business Platform (AIBP) ke-32 di Jakarta, Rabu (28/8). (Foto: Indosat Ooredoo/IST)

Konferensi Asia IoT Business Platform (AIBP) ke-32 di Jakarta, Rabu (28/8). (Foto: Indosat Ooredoo/IST)

Implementasi IoT Butuh Ekosistem dan Data Analytic

Kamis, 29 Agustus 2019 | 07:00 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan, terdapat dua isu utama dalam penerapan internet of things (IoT) di Indonesia yang perlu dituntaskan. Selain sensor dan konektivitas, ekosistem dan pengolahan data analytic menjadi isu utama yang sangat dibutuhkan dalam penerapan IoT di Tanah Air.

Karena itu, Kemenkominfo mengajak semua pihak terkait (stakeholders) untuk turut memikirkan kedua hal tersebut. Harapannya, ke depan, penerapan IoT di Indonesia bisa lebih masif dan memberikan solusi yang nyata dalam mengatasi berbagai persoalan di Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan, sebagai regulator, pihaknya telah menyelesaikan tugas utama terkait IoT, yaitu menentukan frekuensi yang tepat.

Selanjutnya, setiap sektor industri diharapkan membangun ekosistem, melakukan inovasi, serta memanfaatkan data-data yang tersedia untuk dianalisis, sehingga bermanfaat untuk menumbuhkan bisnis di Tanah Air.

“Tugas saya adalah membangkitkan semangat untuk melakukan inovasi. Bagaimana solve the problem serta memberikan solusi terhadap sebuah permasalahan. Banyak hal dan sektor di Indonesia yang bisa diterapkan dengan teknologi IoT. Namun, itu semua membutuhkan konsep yang matang dari setiap industri untuk menerapkannya,” kata Ismail di Jakarta, Rabu (28/8).

Menurut dia, manfaat teknologi IoT, selain memberikan solusi yang nyata terhadap kondisi di Indonesia, juga mampu meningkatkan produktivitas serta efisien. Karena itu, fokus yang harus dikedepankan adalah membangun ekosistem IoT.

Dari sisi konektivitas saat ini sudah tidak menjadi persoalan lagi. Karena, kehadiran jaringan inetrnet, mulai dari teknologi seluler, hingga jaringan penggelaran kabel fiber optik (Palapa Ring) sudah cukup masif di Indonesia.

Ismail menuturkan, solusi IoT sangat dibutuhkan untuk diimplementasikan di berbagai sektor industri, antara lain di sektor transportasi, sektor airport, pelabuhan laut, restoran, dan sebagainya. Semua sektor industri tersebut membutuhkan solusi IoT untuk meningkatkan bisnis serta efisiensi.

Sementara itu, dari sisi data analitycs juga sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Setiap industri membutuhkan data yang bisa diolah jadi informasi yang pada akhirnya dapat memperolah insight untuk kebutuhan bisnisnya.

Untuk bisa mengolah semua data tersebut, lanjut Ismail, Kemenkominfo sedang memikirkan sebuah regulasi agar bisa diakses oleh semua sektor industri. Harapannya, semua pihak bisa memberikan manfaat dari data yang ada.

Operator Dukung

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi, antara lain Telkom Indonesia dan Indosat Ooredoo juga telah memainkan peranan mereka dalam mendorong IoT dan ekosistem digital kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia bersama dengan pemerintah.

Telkom telah menyadari pentingnya transformasi digital di Indonesia dan mengambil langkah proaktif untuk melakukan transformasi secara internal serta membantu perusahaan-perusahaan lokal mengejar transformasi digital dan proyek IoT mereka.

“Telkom akan terus memainkan peranan aktif dalam mendukung inisiatif kunci pemerintah, termasuk Indonesia 4.0, smart city, dan penciptaan ekonomi digital,” kata Joddy Hernady, SVP EGM digital service division Telkom Indonesia.

Di sisi lain, Indosat Ooredoo juga sudah mulai menerapkan IoT di Tanah Air. Melalui solusi yang disediakan, perseroan mengklaim, solusi tersebut mampu membuat pekerjaan mitra bisa lebih efisien dan produktif.

“Untuk mengakselerasi IoT dan transformasi digital di Indonesia, Indosat Ooredoo telah secara aktif bekerja sama dengan berbagai universitas untuk menciptakan dan mempercepat implementasi, serta menciptakan solusi yang sangat relevan di pasar,” tutur Intan Abdams Katoppo, chief business officer Indosat Ooredoo.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN