Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Media Discussion: Indonesia Esports Industry Outlook 2021 (EVOS X VISA X Mandiri), Kamis (5/8).

Media Discussion: Indonesia Esports Industry Outlook 2021 (EVOS X VISA X Mandiri), Kamis (5/8).

Indonesia Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Industri Esport di Asia Tenggara

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:03 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Co-Founder & Chief Marketing Officer EVOS Esports, Michael Wijaya mengatakan Indonesia merupakan negara pendorong utama pertumbuhan industri esport di Asia Tenggara. Dari total 274,5 juta gamers di Asia Tenggara pada 2021, Indonesia berkontribusi sekitar 43% terhadap jumlah total tersebut. Selain itu Indonesia juga menyumbang pendapatan terbesar senilai US$ 2,08 miliar atau sekitar Rp 30 triliun.

“Tingginya jumlah gamers dan jumlah pendapatan ini menjadi indikasi bahwa industri esports memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia,” ungkapnya di sela Media Discussion: Indonesia Esports Industry Outlook 2021 (EVOS X VISA X Mandiri), Kamis (5/8).

Michael menambahkan data EVOS juga menunjukan esports ini juga sangat diminati oleh kalangan anak muda dimana sekitar 58% dari penggemar EVOS dan esports berasal dari anak muda berusia dibawah 18 tahun dan sekitar 41% dari para penggemar EVOS dan esports berasal dari kalangan millennial berusia 19-29 tahun. Besarnya jumlah fanbase ini juga diikuti dengan tingginya intensitas waktu yang dihabiskan oleh para penggemar esports ini untuk bermain game pilihan mereka.

“Hal ini menunjukan adanya kecintaan dari para penggemar esports terhadap pilihan game yang mereka pilih,” tambah dia,

Menurut Michael, tumbuh kembangnya industri esports pada saat ini memang tidak dapat dipungkiri merupakan hasil dari semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap game ini. Terbukti dengan tingginya intensitas dan nilai transaksi dari pembelian di dalam game (in-app purchase).

Berdasarkan dengan data yang dikeluarkan EVOS Esports terbukti bahwa di kalangan penggemar EVOS Esports sekitar 39% dari para penggemar esports dalam kurun waktu satu bulan rata-rata melakukan pembelian dalam game sekitar 1 sampai 3 kali, dengan rata-rata pengeluaran per transaksi dibawah Rp 100 ribu.

Head of Strategy & Planning Visa Indonesia, Handikin Setiawan mengatakan industri esports memang merupakan industri yang dalam beberapa tahun kebelakang sedang mengalami perkembangan yang ekspansif tidak hanya di Indonesia namun juga secara global dimana lebih banyak diantara para penggemar dari esports ini. Adanya potensi dari perkembangan secara masif ini kemudian menjadi pendorong Visa untuk kemudian bekerjasama dengan brand-brand terdepan esports seperti EVOS. Selain itu, pihaknya juga melihat besarnya jumlah penggemar esports di kalangan para anak muda Gen Z dan milenial.

“Ditambah dengan adanya kemiripan perilaku antara pecinta esports dengan olahraga konvensional dimana mereka cenderung memiliki kecintaan terhadap game, karakter, pemain, atau brand tertentu menjadikan EVOS dan esports sebagai industri yang memiliki peran yang cukup vital dalam usaha untuk menjangkau generasi masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Ruth Ekowati Rahayu selaku Vice President Bank Mandiri mengatakan Bank Mandiri bekerjasama dengan salah satu organisasi esports terbesar di Asia Tenggara EVOS dan merchant payment Visa untuk mengeluarkan kartu EVOS Esports yang berfungsi sebagai kartu tanda member dan kartu debit.

“Pemilihan EVOS sendiri sebagai rekanan kerjasama merupakan bentuk optimisme terhadap industri esports dan EVOS,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN