Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kanttor Pusat Indosat Ooredoo di Jakarta. (IST)

Kanttor Pusat Indosat Ooredoo di Jakarta. (IST)

Indosat Mampu Bayar Uang Pengganti Rp 1,3 Triliun Kasus Korupsi IM2

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:17 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) diyakini mampu membayar eksekusi uang pengganti Rp 1,3 triliun kepada Kementerian Keuangan dalam kasus korupsi anak usahanya, PT Indosat Mega Media (IM2). Selain sudah berkekuatan hukum tetap, dananya sudah dicadangkan dalam laporan keuangan perseroan.

Babak baru penyelesaian tuntas kasus korupsi PT Indosat Mega Media (IM2) dimulai. Meski sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), sejak tahun 2015, Kejaksaan Agung masih belum menyidangkan tersangka lain dan mengeksekusi uang pengganti Rp 1,3 triliun dalam kasus korupsi IM2.

Karena kondisi tersebut, Perkumpulan Masyarakat Peduli Hukum pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan No Perkara 92/Pid.Pra/2021/PN JKT.SEL. Salah satu termohon dalam kasus pra peradilan ini adalah Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Sidang pertama dimulai Senin (25/10) ini.

Victoria Venny, senior equity research analyst PT MNC Sekuritas, mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indosat untuk menyelesaikan seluruh kasus hukum yang terjadi di IM2, atau yang telah menyeret anak usahanya tersebut.

"Saya yakin sekali, Indosat mampu untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1,3 triliun ke kas negara, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, sebagai dampak dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap itu,” ungkap Venny, dalam pernyataannya, Minggu (24/10).

Uang pengganti kepada negara untuk kasus IM2 juga sebenarnya sudah dicadangkan dan dimasukkan di dalam laporan keuangan yang diterbitkan Indosat setiap tahunnya. Karena itu, ketika Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mau mengeksekusi uang pengganti kasus korupsi itu, dananya sudah dialokasikan.

Selain akan melakukan merger dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I), lanjut dia, keuangan Indosat, operator terbesar ke dua di Indonesia tersebut, saat ini dalam kondisi yang solid. Bahkan, kinerja keuangannya pada semester I-2021 merupakan yang terbaik setelah operator telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk.

Venny percaya, pembayaran uang pengganti itu tidak akan menggangu kinerja keuangan perseroan, atau menggangu rencana penggelaran jaringan serta merger Indosat dengan H3I. Apalagi, saat ini, kondisi keuangan Indosat sangat solid.

Venny juga mengingatkan, kasus korupsi IM2 yang mengambang justru berpotensi menjadi batu sandungan bagi Indosat untuk menggembangkan usahanya dan melakukan rencana merger dengan H3I.  

Sebab, investor, baik investor publik maupun pemegang saham H3I, juga membutuhkan kepastian penyelesaian masalah hukum kasus korupsi IM2 secara tuntas.

"Perusahaan yang akan melakukan corporate action masti melakukan bersih-bersih agar terlihat cantik. Ini pun pasti dilakukan oleh Indosat. Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Indosat untuk menyelesaikan dengan tuntas tunggakan masalah hukum IM2,” imbuh Venny.

Jika kasus hukum dan uang pengganti kerugian negara di kasus IM2 sudah diselesaikan, kinerja keuangan Indosat diyakini semakin kinclong. Ketika Indosat berhasil merger dengan H3I, kinerja keuangannya akan semakin solid dan berdampak ke penguatan harga sahamnya.

Keuangan Solid

Merujuk laporan keuangan Indosat semester I-2021, pendapatan usaha Indosat mencapai Rp 14,9 triliun, atau tumbuh 11,4%. Pendapatan ini jauh di atas rival terberatnya PT XL Axiata Tbk yang membukukan pendapatan usaha Rp 12,9 triliun.

Chief Executive Officer dan President Director Indosat Ahmad Abdulaziz Al Neama pun dengan bangga menjelaskan, kenaikan pendapatan tersebut didorong dari pendapatan seluler Indosat yang tumbuh sangat pesat, yaitu 11,3% year on year  menjadi Rp 12,4 triliun.

Pada paruh pertama tahun 2021 ini, Indosat juga membukukan laba bersih yang spektakuler, yaitu Rp 5,59 triliun, atau meningkat 1.875,9%. Padahal, periode yang sama semester I-2020, perseroan masih mengalami rugi bersih Rp 341,1 miliar. Prestasi cemeralang Indosat mencetak laba di semester I itu berasal dari keuntungan bersih penjualan dan sewa balik menara. Dari pos tersebut, Indosat 'mengeruk' uang segar Rp 6,17 triliun. 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN