Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama (kiri). (Foto: Emanuel Kure/ID)

President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama (kiri). (Foto: Emanuel Kure/ID)

Indosat Ooredoo Miliki 59 Juta Pelanggan

Emanuel Kure, Jumat, 13 Desember 2019 | 08:30 WIB

SOLO, investor.id - Indosat Ooredoo, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Tanah Air, mencatat pertumbuhan yang positif dari sisi pelanggan. Hingga kuartal III-2019, jumlah pelanggan perseroan mencapai 59 juta pelanggan, atau bertambah 6 juta dibandingkan kuartal I-2019 masih sebanyak 53 juta pelanggan.

“Pelanggan dan pendapatan perusahaan di-improve oleh network experience, sehingga penguatan dan pembaruan jaringan menjadi hal yang sangat penting untuk tetap meningkatkan pendapatan, serta meningkatkan jumlah pelanggan,” kata President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, dalam acara Media Gathering di Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/12) sore.

Sementara itu, jumah pelanggan perseroan tersebut ditopang oleh kepemilikan 23.268 infrastruktur yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara jaringan operator dan piranti komunikasi pelanggan (base transceiver station/BTS). Jumlahnya bertambah 1.141 BTS dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Dari sisi gelaran jaringan, secara konsisten, perseroan membangun BTS di semua segmen teknologi. Total BTS Indosat Ooredoo yang berjaringan seluler generasi ketiga (3G) mencapai 42.605 BTS, atau bertambah 9.366 BTS.

Selanjutnya, BTS yang berjaringan seluler generasi keempat (4G) saat ini sebanyak 29.317 unit, atau bertambah 17.681 BTS secara tahunan. Pertumbuhan jumlah BTS 4G perseroan menjadi yang terbanyak dibandingkan dengan yang berteknologi seluler generasi kedua (2G) dan 3G.

Ahmad pun optimistis, target pembangunan 18 ribu BTS 4G bisa selesai pada 15 Desember ini. Artinya, penyelesaian proyek tersebut lebih cepat dari target akhir tahun ini. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menargetkan 4.200 titik cakupan jaringan generasi keempat (4G) di seluruh wilayah Indonesia.

Indosat Ooredoo menargetkan jaringan 4G Plus-nya bisa menjangkau 90% wilayah Indonesia pada akhir tahun ini. “Kami rasa akan mendahului penyelesaian dari yang direncanakan," tambah Ahmad.

Dukungan Capex

Pada kesempatan tersebut, Ahmad juga menyampaikan, pada 2019, Indosat mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 10,7 triliun. Hingga September, perusahaan yang identik dengan warna kuning ini telah berhasil menyerapnya sebesar Rp 8,7 triliun.

Sebagian besar alokasi dana itu digunakan untuk pengembangan jaringan, terutama untuk membangun BTS berteknologi 4G demi meingkatkan experiment pelanggan dalam menikmati jaringan Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 2 miliar, atau sekitar Rp 28 triliun (kurs Rp 14.000) selama tiga tahun ke depan (2019-2021). Ahmad mengaku, pihaknya telah memiliki strategi untuk memajukan perusahaan dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

“Mesin pertumbuhan perusahaan akan di-drive oleh binsis yang mengarah ke business to customer (B2C), yang mana Indosat berusaha untuk memimpin pasar dengan memberikan nilai uang dan mendapatkan kepercayaan pelanggan serta fokus kepada business to business (B2B) untuk menjadi mesin pertumbuhan lain dengan menjadi lebih gesit dalam berkompetisi,” katanya.

Selain itu, untuk terus mendorong perkembangan ke depan, pihaknya akan terus membangun jaringan untuk memberikan kualitas video yang kompetitif, mempercepat kemampuan digital untuk pertumbuhan, peningkatan efisiensi biaya operasi (operation expenditure/opex) dan capex, serta mengeksekusi pembangunan jaringan dari ujung ke ujung, terutama di berbagai wilayah Tanah Air.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA