Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Steven Samudra, pendiri PT. Infrastruktur Digital Edukasi.

Steven Samudra, pendiri PT. Infrastruktur Digital Edukasi.

Steven Samudra

Ingin Memajukan Dunia Pendidikan lewat Infrastruktur Digital Edukasi

Senin, 10 Mei 2021 | 08:54 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pendidikan memiliki andil luar biasa besar pada tiap individu sebagai penggerak bangsa. Namun faktanya banyak benturan keterbatasan infrastruktur dan metode pembelajaran yang terjadi. Keresahan itulah, ditambah kegagalannya untuk mencintai pendidikan sewaktu kecil, menjadi gagasan awal Steven Samudera (47), menaruh perhatian khusus untuk berkecimpung di dunia pendidikan Indonesia.

Menggandeng MobileCom yang merupakan perusahaan penyediaan solusi perangkat keras maupun lunak, Stevem merampungkan visi mereka kedalam platform edukasi yang kita kenal dengan nama IDE, PT. Infrastruktur Digital Edukasi.

"Selama ini sumber materi belajar hanya terpaku pada apa yang tertera di buku cetak, dan hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki pendanaan untuk pendidikan yang memadai. Harapan saya dimasa sekarang dan masa depan, IDE dapat menjadi solusi bagi dunia pendidikan dengan konsep yang diusung yaitu ilmu dan kegiatan belajar mengajar tidak lagi terbatas pada ketersediaan ruang kelas, bangku dan buku, tetapi dapat diakses oleh siapapun yang ingin menimba ilmu, secara digital di manapun dan kapanpun," kata Steven.

Dengan aplikasi dari IDE yang lengkap dan dibuat khusus sesuai kebutuhan institusi pendidikan, maka aplikasi belajar ini mampu memudahkan proses transfer ilmu antara guru dan murid dengan teknologi terdepan, serta memberikan kenyamanan kepada orang tua dengan akses pemantauan secara real time dan akurat.

Dunia pendidikan sebenarnya tak jauh dari hidup Steven,  mengingat sang ayah merupakan Dosen di salah satu kampus negeri terpandang Indonesia yang biasa kita kenal dengan kampus Ganesha. Lulusan sarjana Keuangan dan Pemasaran, Universitas Curtin, Australia ini, lebih dari 20 tahun berpengalaman dalam industri IT, dan memiliki beberapa startup di bidang edukasi dan logistik yang sukses di bawah binaannya.

Pria kelahiran Delft, Belanda, 18 Mei 1974 tersebut kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mobile Sarana Sentosa, Tbk, serta menjadi komisaris di Metro Mobile Indonesia. Steven juga sejak 2015 sampai sekarang menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Cashlez Worldwide Indonesia, Tbk. yang telah sukses membawa Cashlez ke Bursa Efek pada 2019 silam.

Dia menjelaskan, IDE menyediakan layanan School Information System (SIS) & Learning Management System (LMS) berbasis web dan aplikasi mobile untuk mendukung sistem pembelajaran sekolah dan perguruan tinggi secara digital dan tentunya akan dapat diakses dimana saja.

Diharapkan dengan adanya platform ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan dunia pendidikan Indonesia dan menjadikan masyarakat Indonesia mampu bersaing secara global seiring dengan kemajuan zaman.

Selain itu juga, menjadi wadah bagi para siswa untuk lebih mencintai dan akrab dengan sistem pendidikan sehingga kedepannya mereka dapat mengenali dan menggali potensi diri berdasarkan minat dan bakat yang mereka punyai, lalu akan memudahkan mereka dalam mencapai impian dan mencari pekerjaan.

“Lulusan itu banyak sekali, orang yang cari kerja itu juga banyak sekali, kemudian perusahaan yang cari pekerja juga banyak, tapi kenyataannya angka pengangguran tinggi. Karena apa? Pembekalan pendidikan yang tidak relevan dengan kebutuhan pekerjaan. Padahal kenapa orang mau sekolah dan jadi orang berpendidikan? Supaya bisa kerja," ungkap Steven.

Bagi Steven langkahnya merintis jalan karirnya bersama MobileCom, akan menjadi salah satu perusahaan yang akan melakukan initial public offering (IPO). Ia pun bercita-cita untuk memajukan dunia pendidikan dengan berbekal prinsip, 'not the biggest nor the strongest who will survive, but the one most adaptive to change'.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN