Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Decentralized Bio Network (DeBio Network) dan Protokol Kilt berkolaborasi untuk memasukkan Kredensial KILT dalam platform DeBio Network sejak 6 Mei 2021. Kolaborasi tersebut mengutamakan anonimitas untuk data medis dan bioinformatika.

Decentralized Bio Network (DeBio Network) dan Protokol Kilt berkolaborasi untuk memasukkan Kredensial KILT dalam platform DeBio Network sejak 6 Mei 2021. Kolaborasi tersebut mengutamakan anonimitas untuk data medis dan bioinformatika.

Jaga Data Medis Tetap Aman, DeBio Network Gandeng Protokol Kilt

Senin, 17 Mei 2021 | 20:27 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Decentralized Bio Network (DeBio Network) dan Protokol Kilt berkolaborasi untuk memasukkan Kredensial KILT dalam platform DeBio Network. Kolaborasi yang dibangun sejak 6 Mei 2021 tersebut mengutamakan anonimitas untuk data medis dan bioinformatika.

DeBio Network merupakan startup teknologi yang memanfaatkan teknologi blockchain mutakhir untuk pengujian genetik, analisis bioinformatika, dan pengujian biomedis. Sedangkan Protokol Kilt adalah protokol blockchain sumber terbuka, bagian dari ekosistem Polkadot dan Kusama yang dibangun di atas kerangka kerja pengembangan Substrat Parity Technologies .

Kilt akan berfungsi sebagai dasar infrastruktur akreditasi laboratorium dan fasilitas biomedis agar bisa menanamkan kredensial pada hasil tes medis, hasil perunutan genom, dan kolaborasi antar lab.


DeBio Network yang sebelumnya dikenal sebagai Degenics sedang membangun platform terdesentralisasi untuk mensinergikan organisasi medis dan bioinformatika sambil menjamin anonimitas dan kedaulatan pengguna di seluruh jalur data biomedis. Platform ini didukung oleh teknologi blockchain dengan fokus tambahan pada komputasi privasi R&D untuk memaksimalkan privasi pengguna dan data.

"DeBio Network dirancang untuk mencegah penyalahgunaan data genetik, pelanggaran privasi dan keamanan, serta praktik penjualan data genetik tanpa persetujuan. Kami menerapkan teknologi transformatif - kerangka kerja blockchain Substrate, protokol identitas KILT dan penyimpanan desentralisasi IPFS - untuk memenuhi misi ini," kata penggagas DeBio Network Pandu Sastrowardoyo melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Setelah membangun prototipe di Ethereum, DeBio Network beralih ke substrate untuk mendapatkan keuntungan dari integrasinya yang mulus dengan Polkadot, yaitu protokol yang dapat diskalakan dan dapat dioperasikan. DeBio Network bertujuan untuk meluncurkan Polkadot parachain akhir tahun ini dan bermaksud untuk bermitra dengan beberapa proyek ekosistem Polkadot, termasuk KILT.

KILT adalah protokol blockchain yang memungkinkan model bisnis inovatif dan agnostik industri seputar identitas. KILT bermaksud untuk memberikan DeBio Network mekanisme untuk mengeluarkan kredensial yang dapat dibatalkan dan diverifikasi untuk memastikan privasi dan keamanan data secara khusus.

Di antaranya, KILT akan digunakan untuk memberikan kredensial ke laboratorium yang melakukan analisis. DeBio Network akan mendasarkan kredensial analisis genom (melalui tautan ke laporan tersimpan IPFS) pada KILT. KILT akan memberikan pengesahan akreditasi lab kepada DeBio Network. DeBio Network akan mendasarkan identitas "pemilik genom" pada KILT, termasuk aliran pembayaran antara mereka dan laboratorium.

"Dalam membangun platform yang mengutamakan anonimitas, DeBio Network mengubah interaksi medis bagi konsumen - benar-benar pendekatan Web3, yang penting untuk mendorong digitalisasi sektor perawatan kesehatan," kata Ingo Rübe, pendiri KILT Protocol dan CEO BOTLabs GmbH.

Persyaratan penyimpanan juga merupakan elemen penting untuk platform DeBio Network, karena beberapa file perurutan genom dapat mencapai ukuran lebih dari satu gigabit. DeBio Network menggunakan InterPlanetary File System (IPFS), protokol untuk menyimpan dan berbagi data dalam sistem file terdistribusi, untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan kinerjanya.

Pada konferensi blockchain terkemuka ETHDenver pada Februari 2021, DeBio / Degenics dinobatkan sebagai pemenang Penggunaan IPFS Terbaik untuk Identitas dan juga pemenang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG) untuk pasar pengujian DNA di rumah yang sepenuhnya anonim.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN