Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Kenyamanan Belajar Jarak Jauh dengan jaringan Telkomsel. (IST)

Ilustrasi Kenyamanan Belajar Jarak Jauh dengan jaringan Telkomsel. (IST)

Jaringan Telkomsel Siap Dukung Program PJJ

Kamis, 27 Agustus 2020 | 20:33 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Telkomsel, operator telekomunikasi seluler dan perusahaan digital terdepan di Tanah Air, siap mendukung program pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui kesiapan jaringan internet broadband yang andal.

Dukungan diberikan dengan terus melakukan sejumlah aktivitas penguatan jaringan layanan, antara lain dengan pengamanan quality of service (QoS), pemantauan, pengembangan teknologi, dan infrastruktur jaringan broadband, terutama di area residensial.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, selama masa pendemi Covid-19 berlangsung, Telkomsel melihat terjadinya perubahan aktivitas digital masyarakat yang cukup signifikan, terutama sebagai dampak dari proses adaptasi dengan kebiasaan baru untuk tetap menunjang produktivitas keseharian.

Telah terjadi perubahan pola belajar-mengajar yang mengedepankan proses PJJ sebagai upaya bagian beradaptasi dengan kebiasaan baru guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kami pun terdorong untuk menyediakan layanan telekomunikasi digital terdepan dengan cakupan jaringan terluas di Indonesia, dengan kapasitas dan kualitas layanan broadband yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa pandemi ini,” ujar Setyanto, Kamis (27/8).

Menurut dia, Telkomsel telah melakukan sejumah aktivitas optimalisasi teknis jaringan dengan fokus di wilayah area residensial. Aktivitas teknis lain yang juga sudah dilakukan, antara lain optimalisasi perangkat antenna jaringan.

Kemudian, upaya balancing dan upgrade kapasitas spektrum besar, seperti frekuensi 900, 1800, 2100, dan 2300 Mhz. Hal tersebut termasuk pemanfaatan teknologi 4,9G dan Massive MIMO agar cakupan layanan broadband Telkomsel lebih maksimal dan dapat diakses kapan pun, terutama saat kondisi trafik komunikasi berbasis data padat.

Tak hanya itu, Telkomsel telah menyiagakan unit kerja yang secara khusus menangani quality monitoring dan quality improvement agar selalu dapat memastikan hadirnya solusi layanan yang prima guna menjaga kenyamanan pengalaman aktivitas digital masyarakat.

Setyanto melanjutkan, sejak awal hingga akhir 2020, Telkomsel tetap berkomitmen untuk melanjutkan target penambahan infrastruktur 25.000 unit BTS berkemampuan 4G LTE.

“Menghadapi perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat di masa pandemi, Telkomsel melakukan penyesuaian cakupan BTS 4G baru tersebut yang pembangunannya difokuskan menjangkau area residensial,” tambahnya.

Hingga kuartal III ini, lebih dari 21.000 ribu BTS 4G LTE baru sudah dibangun, beroperasi, dan siap melayani kebutuhan aktivitas digital masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

BTS USO

Sementara itu, pemerataan akses broadband berteknologi terdepan juga dilakukan di wilayah terluar, terdalam, dan tertinggal (3T), serta hingga wilayah perbatasan negara.

Hingga kuartal yang sama, Telkomsel telah membangun 1.083 unit BTS program Universal Service Obligation (USO) yang dikembangkan bersama Bakti Kemenkominfo dan sudah terkoneksi dengan teknologi jaringan 4G LTE Telkomsel.

Pengalaman beraktivitas digital populasi masyarakat yang berada di wilayah 3T hingga perbatasan negara, khususnya dalam menunjang PJJ pun diharapkan semakin setara dengan wilayah perkotaan.

Hingga pertengahan tahun ini, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 228.000 unit BTS, atau tumbuh lebih dari 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Jaringan layanan juga sudah menjangkau 95% populasi masyarakat hingga pelosok negeri.

“Lebih dari 20.000 BTS yang sebagian besar berteknologi broadband 3G/4G sudah digelar di wilayah 3T hingga perbatasan negara. Ini sebagai bentuk dukungan dalam memperkuat kedaulatan negara melalui kesetaraan akses gaya hidup digital,” pungkas Setyanto.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN