Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi cara kerja aplikasi Jejak. (IST)

Ilustrasi cara kerja aplikasi Jejak. (IST)

Jejak, Aplikasi Pengendali Covid-19 Jakarta

Abdul Muslim, Minggu, 28 Juni 2020 | 19:40 WIB

JAKARTA, investor.id - Jakarta Smart City (JSC) dan Cartenz Group, sebagai leading company penyediaan solusi e-government di Indonesia,  berkolaborasi mengembangkan aplikasi Jejak sebagai salah satu langkah untuk membantu pengendalian penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Direktur JSC Yudhistira Nugraha mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan salah satu bentuk dari implementasi Smart City 4.0, yaitu pemerintah menjadi kolaborator dan masyarakat dapat mengambil peran sebagai co-creator.

Prinsip-prinsip pengembangan ekosistem Smart City 4.0 mulai dari mobile first, system, data driven technology, digital experience, serta smart collaboration diterapkan dalam skema kolaborasi itu.

“JSC terus mengajak para akademisi, industri, media, maupun masyarakat untuk berperan aktif bersama dalam menghadirkan berbagai solusi, khususnya pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam penanganan Covid-19 di DKI Jakarta mulai dari tahapan testing, tracing, treatment, dan monitoring,” tutur Yudhistira, dalam keterangannya, seperti dikutip Minggu (28/6).

CEO Cartenz Group Gito Wahyudi menuturkan, Cartenz Group akan terus berkolaborasi, menghadirkan inovasi, serta berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam hal pengendalian penyebaran Covid-19, dalam hal ini, khususnya DKI Jakarta.

Teknologi memegang peranan sangat penting di dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan Cartenz ingin turut mengambil bagian, serta pada saat yang bersamaan, dapat memberikan sumbangsih untuk Indonesia.

“Harapan kami, melalui aplikasi Jejak berbagai keputusan terkait penanganan Covid-19 dapat diambil dengan cepat dan tepat,” ujar Gito.

Cara Kerja

Jejak merupakan salah satu fitur aplikasi dan bisa diunduh dari platform Jaki, dapat memindai pergerakan individu melalui kode QR.  Teknologi ini akan memberikan sebuah gambaran lokasi pergerakan pasien positif Covid-19  selama 14 hari terakhir. 

Kolaborasi itu adalah langkah strategis antara swasta dan pemerintah. JSC sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  yang punya peranan penting untuk menciptakan Jakarta sebagai kota yang terus berinovasi dalam menyelesaikan permasalahannya.

Pada akhirnya, warga Jakarta diharapkan  memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Terlebih, dalam keadaan pandemik saat ini sangatlah diperlukan sinergi tepat untuk menghadirkan sebuah solusi inovatif dan efektif. 

Setiap warga Jakarta pun dapat mengunduh aplikasi Jaki dari Google Playstore untuk mendapatkan fitur aplikasi Jejak secara gratis. Jejak secara berkala mengkaji tata kelola data, sehingga pelacakan Covid-19 akan termonitor dengan baik. 

Cara kerja dari aplikasi tersebut  dengan memindai kode unik QR dari setiap individu di pusat keramaian. Pemindaian bertujuan sebagai pencatatan riwayat kunjungan, yang kemudian, digunakan para petugas pengendali Covid-19.

Apabila ditemukan sebuah kasus baru di titik lokasi yang pernah dikunjungi, para petugas pengendali Covid-19 bisa mendapatkan data secara akurat terkait siapa saja yang pernah mengunjungi lokasi tersebut.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN