Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksin Covid-19. Foto ilustrasi: IST

Vaksin Covid-19. Foto ilustrasi: IST

Kaspersky: Waspadai Penipuan Berkedok Vaksin Covid-19

Rabu, 5 Mei 2021 | 13:24 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kaspersky, perusahaan cyber security global menemukan trik kejahatan pelaku kejahatan siber melalui email spam dan phising terkait vaksin Covid-19. Dalam laporan yang bertajuk Spam and Phishing in Q1 2021, Kaspersky melaporkan, para penjahat siber terus mengeksploitasi pengguna demi meraup data pribadi pengguna serta kartu kredit.

“Di tahun 2021 ini, kami masih melihat kelanjutan dari tren 2020. Para pelaku kejahatan siber masih secara aktif memanfaatkan tema Covid -19 untuk memikat calon korban. Saat program vaksinasi virus Corona telah diluncurkan, pelaku spam telah mengadopsi proses tersebut sebagai umpan,” kata Tatyana Shcherbakova, Pakar Keamanan Kaspersky melalui siaran pers, Rabu (5/5).

Kaspersky melaporkan, beberapa pengguna di Inggris Raya menerima email yang tampaknya berasal dari Layanan Kesehatan Nasional negara tersebut. Penerima diundang untuk divaksinasi, setelah terlebih dahulu mengkonfirmasi kemauan mereka untuk divaksinasi dengan mengikuti tautan.

“Untuk membuat janji vaksinasi, pengguna harus mengisi formulir dengan data pribadinya, termasuk detail kartu bank. Akibatnya, mereka menyerahkan data pribadi dan finansial mereka kepada para penipu online. Cara lain untuk mendapatkan akses ke data pribadi pengguna adalah melalui survei vaksinasi palsu,” ujar Tatyana.

Tatyana menjelaskan, para penipu online mengirim email atas nama perusahaan farmasi besar yang memproduksi vaksin Covid-19, mengundang penerima untuk mengikuti survei singkat. Semua peserta akan dijanjikan hadiah atas partisipasi mereka dalam survei.

“Setelah menjawab pertanyaan tersebut, korban dialihkan ke halaman dengan kedok hadiah. Untuk menerima hadiah, para pengguna diminta untuk mengisi kelengkapan formulir dengan informasi pribadi. Dalam beberapa kasus, para penipu online ini akan meminta pembayaran sejumlah token, untuk pengiriman,” jelas Tatyana.

Selain itu, para ahli Kaspersky juga menemukan email spam yang menawarkan layanan atas nama pabrikan Tiongkok. Email tersebut menawarkan produk untuk mendiagnosis dan mengobati virus, tetapi paling utama adalah pada penjualan jarum suntik vaksinasi.

“Penting untuk diingat bahwa meskipun penawaran semacam itu mungkin terlihat menguntungkan, kemungkinan kesepakatan yang berhasil adalah nol. Para pengguna dapat menghindari kehilangan data atau, dalam beberapa kasus uang, jika mereka tetap waspada terhadap penawaran menguntungkan yang didistribusikan secara online,” ungkap Tatyana.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo hingga Mei 2021 ini, ditemukan 1.556 isu hoax mengenai Covid dengan total sebaran 3.261 di platform media sosial. Dari 3.261 konten yang tersebar telah ditindaklanjuti untuk diputus akses atau take down sebanyak 2.816 konten.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN