Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Paparan riset LPEM FEB UI tentang dampak kehadiran Grab di Kota Kupang, NTT, dan Jayapura, Papua, secara virtual, Jumat (19/11). (IST)

Paparan riset LPEM FEB UI tentang dampak kehadiran Grab di Kota Kupang, NTT, dan Jayapura, Papua, secara virtual, Jumat (19/11). (IST)

Kehadiran Grab Membuat Cahaya Malam di Kupang dan Jayapura Menyala Semakin Lama

Jumat, 19 November 2021 | 15:02 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kehadiran Grab  di wilayah Indonesia timur, telah mendorong cahaya malam bersinar lebih lama, terutama di Kota Jayapura, Papua, dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hal ini menandakan roda perekonomian yang kian berkembang seiring dengan hadirnya layanan Grab.  

Hasil riset dari LPEM FEB UI menemukan bahwa bahwa semenjak kehadiran Grab, perbedaan tingkat penerangan lampu di desa-desa di Kota Kupang dan Jayapura telah meningkat dua kali lipat dibandingkan penerangan lampu di wilayah Indonesia lainnya tanpa kehadiran Grab.

Penerangan desa-desa di dua kota tersebut saat malam (night lights) bercahaya makin lama dan sepanjang malam karena layanan transportasi, pengiriman, dan digital Grab yang mudah dan aman digunakan. Kehadiran Grab telah mendorong makin padatnya aktivitas masyarakat. 

Peningkatan aktivitas ekonomi menjadi cerminan dari terciptanya peluang pendapatan baru bagi penduduk lokal sebagai mitra pengemudi (driver) dan peluang usaha sebagai mitra toko (merchant) Grab.

Riset LPEM FEB UI pun menemukan bahwa 30% dari merchant GrabFood dan 50% dari merchant GrabKios di Kupang dan Jayapura merupakan usaha baru pada 2019-2021. Ini artinya bahwa kehadiran Grab telah membantu untuk mencetak ratusan pengusaha UMKM baru di kedua kota tersebut.

“Teknologi digital dapat menjadi motor pendorong kegiatan ekonomi. Kehadiran Grab menjadi penting dalam upaya memperluas adopsi teknologi di Kupang serta Jayapura,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto, yang hadir pada acara virtual  paparan riset LPEM FEB UI itu, Jumat (19/11).

Menurut dia, pengembangan digitalisasi, terutama di tengah masa pandemi Covid-19, akan mendorong nilai ekonomi yang pastinya akan membawa efek positif dalam jangka panjang terhadap perekonomian digital di Tanah Air.

Sementara itu, Grab dipilih oleh LPEM FEB UI untuk menjadi studi kasus dampak teknologi digital pada sosio-ekonomi Kota Kupang dan Jayapura menyusul gencarnya upaya Grab untuk mengembangkan ekosistem digital di wilayah Indonesia timur.

Pada 2017, Grab menjadi platform superapp pertama yang melayani masyarakat Jayapura melalui GrabKios, diikuti dengan layanan GrabBike dan GrabCar tahun yang sama. Kini, Grab telah melengkapi layanannya dengan GrabExpress dan GrabFood di kota tersebut.

Untuk di Kota Kupang, semenjak menjejakkan kaki pada 2018 dan hingga saat ini, Grab telah memperkenalkan GrabFood, GrabKios, hingga GrabMart. Selain itu, Grab memberikan layanan transportasi untuk mendukung aktivitas harian masyarakat.

Bagi mitra pengemudi, fleksibilitas kerja merupakan faktor pendorong memilih pekerjaan tersebut dan bergabung ke dalam platfom Grab. Masuknya para mitra ke platform Grab ditambah dengan pelatihan digital skills yang Grab sediakan telah mendorong inklusi digital.

Riset pun memperlihatkan bahwa tingkat penggunaan internet dan smartphone para mitra merchant di Kupang dan Jayapura telah mencapai 100%, atau dua kali lipat dibandingkan rata-rata populasi. Selain itu, tujuh dari 10 mitra pengemudi Grab menggunakan teknologi dengan intensitas jauh di atas pengemudi non-Grab.

“Hasil riset LPEM FEB UI itu merefleksikan kuatnya komitmen Grab untuk Indonesia,” kata Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi, menambahkan.

Menurut dia, temuan bahwa Grab telah mendorong geliat ekonomi di Kota Jayapura dan Kupang menyemangati pihaknya untuk terus mempelopori lebih banyak solusi digital untuk mendukung majunya ekonomi digital dan menjadi platform terpercaya bagi masyarakat Indonesia.

Inklusi Digital dan Keuangan

Sementara itu, inklusi digital pun berjalan seiring dengan inklusi keuangan. Sebab, Grab terhubung ke berbagai layanan finansial formal. Riset menunjukkan bahwa penggunaan e-wallet mitra merchant Grab mencapai 87 poin, lebih tinggi dibandingkan non-Grab.

Sebanyak 50% dari mitra merchant menyatakan bahwa Grab adalah alasan memiliki akun keuangan digital. Akses ke layanan keuangan juga merambah ke produk finansial lainnya. Mitra pengemudi Grab pun dua kali lebih mungkin membeli produk asuransi dan investasi, ditambah mendapatkan kredit. 

Bertambahnya inklusi keuangan dan digital membawa efek luberan (spillover) positif ke kehidupan para mitra. Riset menunjukkan bahwa sekitar 60% mitra pengemudi memanfaatkan produk asuransi kesehatan yang difasilitasi oleh Grab untuk melindungi keluarga mereka, selain mereka sendiri. 

Terakhir, riset juga memperlihatkan bahwa bagi mitra pengemudi dan pelanggan perempuan, ragam fitur teknologi, dan kebijakan keselamatan komprehensif, termasuk safety centre dan penyamaran nomor telepon, telah menjadikan pengalaman berkendara lebih aman dan nyaman.

Kepala Kelompok Riset Ekonomi Digital LPEM FEB UI Chaikal Nuryakin mengatakan, ke depannya, hasil riset itu dapat digunakan dalam merancang kebijakan yang lebih komprehensif lagi bagi penajaman manfaat teknologi di Kupang dan Jayapura.

“Kami melihat masih adanya ruang untuk pelatihan kemampuan digital para mitra pengemudi dan merchant. Dengan pemahaman teknologi lebih mendalam, mereka dapat mengoptimalkan solusi teknologi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan hidup,” pungkas Chaikal.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN