Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi gelar

Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi gelar "Webinar Makin Cakap Digital 2022" dengan tema "Hati-hati Bermedia Sosial: Bagaimana Menjadi Warganet yang Bijak" bagi para guru dan pelajar di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Rabu (14/9/2022). (IST)

Kemenkominfo dan Siberkreasi Dorong Bermedia Sosial Secara Bijak

Minggu, 18 September 2022 | 19:11 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan “Webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema “Hati-hati Bermedia Sosial: Bagaimana Menjadi Warganet yang Bijak” bagi para guru dan pelajar di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Rabu (14/9/2022). 

Sementara itu, data We are Social Hootsuite (2022), per Februari, di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia. Angka tersebut meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya.

Meskipun Indonesia termasuk empat besar negara pengguna internet terbesar di dunia, survei Badan Pusat Statistik tahun 2018 juga mengungkapkan bahwa keahlian berinternet masyarakat Indonesia memiliki skor paling rendah. 

Dilatarbelakangi hal tersebut, Dirjen Aptika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan pun mengatakan pentingnya memanfaatkan internet secara wajar dan menghindari hal-hal yang membahayakan atau merugikan diri sendiri maupun orang lain. 

“Pesatnya perkembangan digital di Indonesia perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital mumpuni. Perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai pengguna media sosial untuk lebih produktif dalam memanfaatkan internet demi mewujudkan Indonesia makin cakap digital,” ujar Semmy, panggilan Semuel Abrijani Pangerapan.

Baca juga: Kemenkominfo-Siberkreasi Dorong Para Guru Jadi Kreator Konten di Media Sosial

Kekerasan Online

Astri Dwi Andriani, media & campaign director NXG Indonesia, pun memberikan pemaparan terkait kekerasan gender berbasis online, di mana sebanyak 60% perempuan di 22 negara, termasuk Indonesia telah menghadapi kekerasan lewat internet. 

Kekerasan gender berbasis online seringkali terjadi melalui berbagai platform media sosial, yakni Instagram (23%), WhatsApp (14%), Snapchat (10%), Twitter (9%), dan Tiktok (6%). “Usia yang paling rentan mengalami kasus tersebut adalah usia di bawah 18 tahun,” ujar Astri. 

Menurut dia, kekerasan gender berbasis online terjadi dalam berbagai bentuk, seperti komentar kasar (bodyshaming), komentar seksual yang tidak diinginkan, ancaman terhadap kekerasan fisik, dan seksual.

Astri pun memberikan solusi terhadap kasus kekerasan tersebut, yaitu dengan memblokir, melaporkan, dan menghentikan komunikasi dengan pelaku kekerasan.

Baca juga: 5 Etika Bermedia Sosial Agar Terhindar Masalah Hukum

Sikap Bijak

Pembahasan lebih lanjut terkait perlunya bersikap bijak di media sosial dipaparkan oleh Zahrotul Umami, founder Quadrant Communication. Dia menyampaikan bahwa melalui literasi digital dapat membuat masyarakat berfikir secara kritis dan inovatif serta mampu memecahkan berbagai permasalahan yang ada.

“Hal yang perlu diperhatikan sebelum membagikan segala hal di media sosial, yaitu alasan kita mem-posting dan dampak dari postingan terhadap diri sendiri maupun orang lain,” ucap Zahrotul.

Dia juga memaparkan terkait sikap yang perlu dikembangkan sebagai pengguna internet yang bijak, yaitu percaya diri, berhenti melakukan pembulian (cyberbullying), mencantumkan sumber jika mengambil postingan milik orang lain, dan membangun networking dengan orang-orang yang positif.

Selanjutnya, Aulia Oktaviana, seorang voice over enthusiast melengkapi materi kedua narasumber sebelumnya dengan topik “Cara Bijak dalam Bermedia Digital di Lingkungan Sekolah”.

Aulia menyampaikan bahwa sebagai pengguna media sosial yang baik perlu memahami bahaya dari dunia maya, sehingga tidak sembarangan dalam bertindak. 

“Cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan berhenti menyebarkan informasi hoax, berhenti melakukan bullying secara verbal maupun nonverbal, serta berhenti menyebarluaskan ujaran kebencian kepada seseorang atau kelompok orang,” pungkas dia.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com