Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 Secara Virtual, Jumat (25/9). (IST)

Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 Secara Virtual, Jumat (25/9). (IST)

Kemenkominfo Dukung Program Kuota untuk PJJ

Jumat, 25 September 2020 | 19:53 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020.  Kebijakan ini merupakan asistensi  fiskal APBN untuk pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pendidik, dan dosen di Indonesia.

Kemenkominfo memberikan dukungan dengan membangun akses internet cepat dan mengajak mitra operator seluler untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan untuk mencerdaskan bangsa.

“Tentu, keberhasilan ini tidak terlepas dari keberpihakan Bapak Presiden untuk memastikan para siswa, pendidik, dan dosen, agar bisa mengatasi problem yang paling besar saat ini, yaitu ketersediaan pembiayaan untuk akses internet untuk  menunjang proses belajar dan mengajar,” tutur Menteri Kominfo (Menkominfo) Johnny G Plate, dalam Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet tahun 2020 yang berlangsung virtual dari Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (25/9).

Acara peluncuran yang berlangsung secara virtual itu dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim serta Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Hadir juga antara lain Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, Direktur Utama Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz Al-Neama, Direktur Utama XL Axiata Dian Siswarini, Direktur Utama Hutchison 3 Cliff Woo,  Direktur Utama Smartfren Merza Fachys, serta pejabat Kemenkominfo, Kemendikbud, dan Kementerian BUMN.

Menkominfo melanjutkan, kebijakan asistensi fiskal akan sangat bermanfaar bagi lebih dari 60 juta siswa pendidikan umum di bawah Kemendikbud serta pendidikan khusus lembaga keagamaan di bawah Kementerian Agama, seperti pesantren. 

Bahkan, menurut dia, Mendikbud Nadiem Makariem tengah menyiapkan dan mengatur alokasi penggunaan dan pemanfaatan secara staging up di tingkat PAUD, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa dan dosen.

“Ini dibagi dalam dua kategori, yaitu 5 GB untuk kuota umum dan sisanya masing-masing untuk kuota belajar. Saya kira ini keputusan yang baik sekali dan tepat,” tegasnya.

Johnny melanjutkan, Kemenkominfo berupaya untuk memastikan bahwa semua operator seluler menjaga kualitas jaringannya dengan baik. Karena itu, setiap operator yang mengambil bagian dalam program tersebut memperhatikan  ketersediaan infrastrukturnya.

“Karena. ini akan berpengaruh besar terhadap proses belajar-mengajar dan quality of service-nya,” jelas Johnny.

Pada kesempatan itu, Menkominfo pun menyampaikan terima kasihnya kepada operator seluler Telkomsel, Indosat Ooredoo, Tri, XL Axiata, Smartfren, yang telah memberikan dukungan dan peran aktif untuk memastikan terselenggaranya Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020. 

“Kita perlu sama-sama tahu, saya diinformasikan bahwa harga (kuota data) yang diberikan betul-betul sangat kompetitif yang diberikan oleh operator seluler,” ujarnya.

Super Wi-Fi

Menurut Menkominfo, lembaga yang dipimpinnya juga akan memperhatikan kecepatan serta perluasan jaringan akses internet. Hal ini dilakukan dengan membangun base transceiver station (BTS) di last mile yang membutuhkan pekerjaan sangat kompleks karena tantangan wilayah. Selain itu, Kemenkominfo juga menyediakan akses internet Super Wi-Fi.

“Saat ini, Kemenkominfo menggunakan akses internet yang langsung ke satelit, baik berupa akses internet yang biasa dilakukan untuk radius terbatas sekitar 50 sampai 100 meter. Dan kali ini, untuk pertama kalinya, kita melakukan uji coba dan pilot project yang disebut dengan Super Wi-Fi,” jelasnya.

Super Wifi memiliki jangkauan akses internet dalam radius 500 meter dengan kapasitas kecepatan antara 4-30 GBps. Dengan jangkauan ni, Johnny menilai, cukup besar untuk mendukung proses belajar-mengajar.

“Kami juga akan memperhatikan penataan dan penambahan spektrum frekuensi radio melalui farming dan refarming agar proses belajar-mengajar ini bisa dilakukan dengan baik,” ujar Johnny.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN