Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Kemenkominfo Siapkan Infrastruktur TIK untuk Sukseskan Presidensi G20

Minggu, 28 November 2021 | 19:21 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatiks (Kemenkominfo) telah menyiapkan dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), berupa konektivitas 5G dan perangkat pendukung pertemuan virtual G20.

Kali ini, Indonesia akan menjadi Keketuaan, atau Presidensi G20 tahun 2022. Pemerintah Indonesia pun menargetkan dua sukses dalam keketuaan G20 Indonesia, yaitu substansi dan penyelenggaraan.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sudah jelas bahwa Keketuaan Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022 ada dua target yang harus sukses, yakni sukses dari sisi substansi dan sukses terhadap penyelenggaraannya,” jelas Johnny, usai acara Penandatanganan Pinjam Pakai Lahan Program BTS Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (26/11).

Guna menjalankan dua arahan Presiden Joko Widodo itu, Menkominfo menyampaikan, panitia penyelenggara dari kementerian dan lembaga telah merancang sebanyak 118 rapat. Aspek substansi Presidensi G20 berkaitan dengan Sherpa Track, Finance Track, Working Group, maupun Engagement Group

“Kemenkominfo secara berkala akan memberikan update kepada pemangku kepentingan dan ekosistem industri dan publik mengenai perkembangan pembahasan Pokja Ekonomi Digital pada pertemuan G20,” imbuhnya.

Johnny melanjutkan, keseluruhan rangkaian rapat G20 akan berlangsung di 16, atau 17 kota Indonesia. Karena itu, Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) telah menyiapkan infrastruktur TIK dengan penyediaan jaringan 4G maupun 5G.

“Kemenkominfo juga menyiapkan perangkat-perangkat virtualnya dengan menggunakan Webex dan menyediakan jaringan cadangan untuk mengantisipasi apabila tejadi ganguan konektivitas telekomunikasi,” tandasnya.

Mengenai standar penyediaan infrastruktur TIK dan konektivitas, Menkominfo pun menyatakan minimal akan seperti penyelenggaraan World Super Bike di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

“Seperti yang saat ini sedang kita lakukan dalam penyelenggaran World Super Bike, dan pada saat Moto GP Mandalika nanti, disediakan juga jaringan backup. Begitu juga dengan event internasional G20 Summit,” tutur dia.

Dukungan Bakti  

Direktur Utama Bakti Anang Latif memaparkan, dalam pertemuan tingkat menteri, Bakti akan menyiapkan bandwith sekitar 20 Gbps. “Kemudian, di pertemuan level kepala negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20, disediakan kapasitas jaringan sebesar 2 Gbps dan untuk tingkat pendukung seperti kegiatan rapat, tersedia kapasitas jaringan pendukung sebesar 400 Mbps,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya berkolaborasi dengan mitra penyedia dan penyelenggara telekomunikasi untuk menyiapkan bandwitth dan memastikan sinyal jaringan Wi-Fi lancar di lebih dari 100 venue kegiatan selama penyelenggaraan KTT G20.

“Untuk G20 ini memang Bapak Menkominfo Johnny G. Plate selalu mengedepankan kolaborasi. Jadi kami berkoordinasi dengan banyak pihak karena ini tidak mungkin bisa dilakukan BAKTI sendiri, tetapi melibatkan banyak mitra-mitra kita yaitu penyedia atau penyelenggara telekomunikasi,” jelasnya.

Dirut Anang menjelaskan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan mitra penyelenggara layanan operator seluler untuk menyiapkan kapasitas jaringan cadangan. Hal itu ditujukan pula untuk mendukung kelancaran event G20 selama satu tahun ke depan.

“Prinsipnya untuk setiap venue atau meeting, kita selalu siapkan backup jaringan cadangan. Selain itu,  kapasitas  harus memenuhi kebutuhan internet cepat, karena di sini para kepala negara dan menteri-menteri berkumpul. Harus ada dua, bahkan tiga operator, yang selalu mem-backup," ujarnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN