Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate di acara pencanangan DTS 2020 di Jakarta, Selasa (17/12). (Foto: Emanuel Kure/ID)

Menkominfo Johnny G Plate di acara pencanangan DTS 2020 di Jakarta, Selasa (17/12). (Foto: Emanuel Kure/ID)

Kemenkominfo Targetkan 60.000 Peserta DTS Tahun 2020

Emanuel Kure, Selasa, 17 Desember 2019 | 20:36 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menargetkan 60.000 peserta beasiswa dalam pelatihan talenta digital (Digital Talent Scholarship/DTS) pada 2020. Karena itu, Kemenkominfo pun menggandeng 88 perguruan tinggi (PT) di seluruh wilayah Indonesia terlibat aktif sebagai mitra penyelenggara.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, program pelatihan DTS 2020 bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) di bidang digital untuk menyongsong era revolusi industri dan digital. SDM dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung revolusi industri melalui pemanfaatan teknologi di Indonesia.

Punya aturan yang betul, punya infrastruktur yang baik, punya penataan frekuensi yang bagus, tetapi bila SDM tidak memadai, maka percuma. Oleh karena itu, kita harus memastikan pembangunan fisik dan aturan yang disiapkan, ujungnya harus sampai kepada masyarakat. Ini agar kita bisa sampai kepada era digital,” kata Johnny di Jakarta, Selasa (17/12).

Menurut dia, menyitir laporan dari World Bank tahun 2016, saat ini, Indonesia kekurangan tenaga kerja bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebanyak 9 juta orang sepanjang tahun 2015-2030. Artinya, setiap tahun Indonesia seharusnya bisa menghasilkan rata-rata 600.000 orang talenta digital.

“Faktanya, kita belum bisa memenuhi kuota tersebut. Berarti masih ada kekuranan SDM yang besar sekali. Oleh karena itu, kerja sama dengan semua ekosistem, semua stakeholder sangat penting. Ini untuk bisa menghasilkan digital talent yang berkualitas guna memenuhi kebutuhan kita sendiri di era digital saat ini,” ujarnya.

Johnny mengungkapkan, menyikapi hal tersebut, pihaknya tidak tinggal diam. Berbagai program pun digalakkan untuk menghasilkan SDM digital yang memadai. Tahun 2019, Kemenkominfo telah berhasil mendapatkan sekitar 26 ribu digital talent scholarship yang mengikuti pelatihan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.500 peserta yang mendapatkan sertifikat.

Jika tahun depan, Kemenkominfo berencana menghasilkan digital talent sebanyak 60 ribu, jumlahnya baru 10% dari kebutuhan tahunan. Karena itu, Menkominfo mengajak semua ekosistem yang ada, perusahaan telekomunikasi global dan lokal, serta dukungan PT untuk bahu-membahu guna menghasilkan talenta digital.

"Kemenkominfo berperan memberikan stimulus yang harus ditangkap oleh ekosistem. Karena, kita tidak bisa bertahan hidup di era offline. Kita telah beranjak ke era online,” jelasnya.

Melek Teknologi

Dia mengungkapkan, tujuan dari program pelatihan tersebut supaya para digital talent bisa tersebar ke seluruh wilayah Indonesia untuk membantu memperkenalkan teknologi kepada masyarakat, sehingga masyarakat lebih melek teknologi digital. Program ini juga tidak boleh dilihat sebagai program yang elitis.

Masyarakat di daerah-daerah harus diperjumpakan dengan marketplace, pasar secara online, untuk memudahkan mereka. Untuk itu, dibutuhkan digital talent agar tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” tutur Johnny.

Dalam program DTS 2020, tema pelatihan yang ditawarkan lebih beragam, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), analisis data besar (big data analytics), komputasi awan (cloud computing), keamanan siber (cybersecurity), internet of things (IoT), dan pembelajaran mesin (machine learning).

Ada juga materi pemrograman (programming), desain grafis (graphic design), multimedia dan animasi (multimedia and animation), dan administrasi jaringan (network administration). Selain itu, ada pelatihan kebijakan digital (digital Policy), wirausahawan digital (digital entrepreneurship), komunikasi digital (digital dommunication), kecerdasan bisnis (business intelligence), teknologi keuangan (financial technology), serta blockchain.

“Ini komitmen saya dan Kementerian Kominfo untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang talenta digital,” tegas Johnny.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN