Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rudiantara. Foto: IST

Rudiantara. Foto: IST

Kemenkominfo Utamakan Pembinaan untuk Konten Asusila Abu-abu

Abdul Muslim, Senin, 12 Agustus 2019 | 14:55 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini lebih mengutamakan pembinaan untuk penanganan konten asusila yang ruang lingkupnya masih dianggap abu-abu, atau belum jelas aturannya, namun  banyak beredar melalui jaringan internet.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, penanganan konten asusila yang abu-abu, atau masih dipertanyakan pelanggaran asusilanya karena belum jelas aturannya tidak akan efsien kalau dipaksakan dibawa ke ranah hukum.

"Timbul pemikiran orang minta Kemenkominfo harus laporkan saja ke Kepolisian RI. Nanti dicek, konten abu-abu terlambat kalau harus dicek dulu berhari-hari, berminggu-minggu, dan baru diputuskan (apakah melanggar asusila atau tidak), karena masyarakat keburu terpapar," ujar dia, pada kegiatan bertajuk Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya, di Jakarta, Senin (12/8).

Karena itu, menurut Menkominfo, penanganan konten yang diduga asusila, namun belum jelas aturannya, sebaiknya menerapkan langkah pembinaan. Hal tersebut di antaranya yang telah dilakukan Kemenkominfo pada persoalan konten Kimi Hime, Youtuber gim dengan nama asli Kimberly Khoe.

Kemenkominfo sebelumnya telah menghentikan/memblokir (suspend) layanan tiga konten Youtube milik Youtuber Kimi Hime. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena kontennya dinilai bermuatan aspek pornografi, vulgar, dan melanggar kesusilaan.

Tiga judul video yang telah ditangguhkan, yakni Strip Challenge, Main 1 Kali = Buka Baju - PUBG Mobile Indonesia, Keasikan Bermain, Gadis Ini Keluarkan Cairan Lengket - Uncencored Full HD MP4, dan Pertama Kali Enak Ya#Himevlog. Selain itu, sejumlah konten Kimi juga diberi batasan umur 18+ karena lebih layak untuk konsumsi orang dewasa.

"Walaupun fokusnya pada pembinaan, tapi tidak bisa berlama-lama juga. Kalau tidak masalah, ya tidak apa-apa. Kalau yang pasti asusila, langsung dilakukan penindakan," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Rudiantara melanjutkan, Kemenkominfo lebih menerapkan langkah pembinaan mengingat konten yang diduga mengandung asusila sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Penanganannya pun perlu memikirkan tindakan yang minim kontroversi.

Konten asusila perlu segera ditindak karena bisa saja mendorong seseorang melakukan tindakan melanggar hukum lain, seperti pemerkosaan bahkan pembunuhan karena terpengaruh dari melihat, atau menontonnya.

Sementara, saat ini, konten negatif apa pun bentuknya, termasuk asusila, mudah sekali menyebar di dunia maya, atau lewat jaringan internet dan diakses oleh publik secara luas. Hal ini akan lebih berbahaya jika ditonton oleh anak-anak.  

Menurut Menkominfo, jumlah pengakses internet di Indonesia sudah mencapai angka sekitar 171,17 juta dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa, atau sekitar 64,8% yang sudah terhubung ke internet pada akhir 2018.

Berdasarkan hasil studi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII) itu, jumlah pengguna internet di Indonesia itu tumbuh 10,12% dibandingkan tahun 2017.

"Kebanyakan pengguna internet itu anak-anak dan muda. Jadi, hindarilah kita mem-posting konten negatif, apalagi diperkirakan melanggar kesusilaan," pungkas Menkominfo.
 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA