Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Kemkominfo Ikut Berperan Awasi Pinjol

Rabu, 29 September 2021 | 19:25 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mendorong penyusunan tata kelola sektor jasa keuangan digital berkualitas, aman, dan bermanfaat secara optimal bagi peningkatan akses menuju inklusi keuangan di masyarakat. Lima peran pun dijalankan Kemkominfo untuk ikut mengawasi jasa pinjaman online (pinjol).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, Kemkominfo  melakukan hal itu untuk mendorong ekosistem digital dan  pertumbuhan sektor jasa keuangan yang sehat.

“Kemkominfo secara aktif turut memastikan ekosistem dan praktik tata kelola sektor jasa keuangan digital yang aman dan dipercaya oleh masyarakat melalui penyelenggaraan pengawasan dengan sinergi dan kolaborasi bersama kementerian/lembaga terkait,” tegas Johnny, dalam Forum Ekonomi Digital II ‘Financial Technology dan Pinjaman Online (Pinjol) yang dilaksanakan hibrida dari Jakarta, Rabu (29/9).

Menkominfo menyatakan, pihaknya bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Bank Indonesia, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI (Kemenkop UKM), telah membuat komitmen untuk memberantas platform pinjol ilegal di Indonesia.

“Jadi, sudah ada MoU di antara lembaga-lembaga tersebut. Ini untuk merespons agar fintech (pinjol) kita berkembang dengan baik. Sesuai tugas dan amanat yang diberikan melalui Undang-Undang, Kemkominfo akan melaksanakan lima  peran,” ungkapnya.

5 Peran Kemkominfo

Langkah pertama, Kemkominfo melakukan cyber patrol. “Kita semua sudah tahu, saat ini, peningkatan kapasitas crawling shift (Cyber Drone Kemkominfo),” ujarnya.

Kemudian, kedua, pemutusan akses situs, website, aplikasi, dan semua penawaran pinjol ilegal melalui teknologi informasi.

“Pemberantasan pinjaman online ilegal tidak saja aspek teknologi digital, aspeknya sangat luas termasuk cara berpikir, kultur budaya, dan aspek-aspek lainnya. Itu adalah cara berpikir dan sikap masyarakat,” tutur Johnny.

Ketiga, Kemkominfo berupaya menyebarkan pesan waspada pinjaman online ilegal melalui pengiriman dalam jumlah massal (blasting) SMS kepada masyarakat.

“Jadi, hati-hati, pesannya harus kita kirim kepada masyarakat karena ini digunakan semuanya. SMS blasting pun dipakai dalam rangka menciptakan ketakutan, kekhawatiran, dan rasa was-was masyarakat,” pesannya.

Keempat, Kominfo melakukan edukasi kepada masyarakat bekerja sama dengan satuan tugas anggota waspada investasi.

Semua langkah itu, menurut Menkominfo, diambil untuk mengawal dan melindungi masyarakat. Tujuannya agar tidak terjadi penyebaran ketakutan bagi masyarakat oleh aparat, atau petugas pinjol yang mempunyai masalah antara debitur dan krediturnya.

“Tapi, kalau pinjam ya harus bayar, jika tidak bisa bayar jangan pinjam. Itu yang paling utama dulu. Kalau mau pinjam, pinjamlah melalui saluran yang benar. Jangan sampai butuh duit, gunakan saluran yang salah, begitu terjadi masalah ngemplang pula,” jelas Johnny.

Selain itu, saat ini, pemerintah pun, melalui OJK, telah menangani satuan tugas waspada investasi yang terdiri dari kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi dan Penanaman Modal, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kemkominfo, Kejaksaan RI dan Polri.

Bahkan, Kemominfo selama ini menerima berbagai aduan, permasalahan, serta harapan-harapan perbaikan terkait penyelenggaraan investasi dari masyarakat. “Baik lewat media, melalui rekan-rekan wartawan, melalui aplikasi pesan dan kanal-kanal sosial media lainnya,” papar Menkominfo.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN