Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rosdiana Nainggolan, seorang pedagang pasar tradisional di Pringgan, Medan. (Foto: Dok. Grab)

Rosdiana Nainggolan, seorang pedagang pasar tradisional di Pringgan, Medan. (Foto: Dok. Grab)

Kisah Mitra Grab yang Buktikan Digitalisasi Tak Pandang Usia

Selasa, 26 Januari 2021 | 18:35 WIB
Jayanty Nada Shofa

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 membuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terpukul. Salah satunya cara untuk bertahan di masa pandemi adalah dengan melakukan digitalisasi. Sayangnya, banyak yang beranggapan bahwa digitalisasi bukan untuk semua. Para pedagang yang sudah lanjut usia (lansia) dinilai akan lebih kesulitan beradaptasi dengan teknologi.

Pada kenyataannya, digitalisasi sebenarnya tidak pandang usia. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah pelaku UMKM yang sudah bergabung dengan ekosistem digital Grab. Salah satunya adalah Rosdiana Nainggolan, seorang pedagang pasar tradisional di Pringgan, Medan.

Wanita berusia 60 tahun ini telah berjualan di pasar ini selama 30 tahun. Namun, pandemi Covid-19 memberi hantaman yang besar bagi usahanya hingga mengalami penurunan penjualan sebesar 70%. Anaknya kemudian menyarankan Rosdiana untuk bergabung menjadi mitra GrabMart setelah mengetahui antara Grab dan PD Pasar Jaya di Sumatera Utara. 

Rosdiana menolak usul anaknya tersebut karena dia merasa kurang paham menggunakannya.

“Awal berjualan online, pastinya memiliki banyak tantangan karena belum terbiasa sehingga saya menyerahkan semuanya ke anak untuk mengelola. Namun, sejak melihat pesanan yang datang melalui online tambah banyak, memotivasi saya untuk belajar sendiri mengelola pesanan di GrabMart," kata Rosdiana dalam keterangan tertulis, Senin (26/1).

"Sekarang, saya sudah bisa terima dan layani sendiri pesanan online. Ternyata mudah pakai Grab,” jelasnya.

Sejak memanfaatkan teknologi, Rosdiana bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi salah satu saudaranya yang kini membantunya berjualan. Mereka pun bisa hidup mandiri di usia tua.

Lain cerita dengan Puji Hartono atau yang kerap disapa Cak Toni. Pria berumur 65 tahun ini pernah berprofesi sebagai pekerja kontraktor, tetapi menemui kegagalan dalam salah satu proyeknya sehingga meninggalkan utang ratusan juta. Di usia yang sudah senja, Cak Toni kesulitan mendapatkan pekerjaan baru dan akhirnya berinisiatif untuk membuka bisnis kuliner kaki lima di wilayah Cirebon pada 2016 yang diberi nama Nasi Bakar Cak Toni.

Dalam kurun waktu satu tahun lebih, Cak Toni sudah bisa membayar lunas semua utangnya dan menyewa tempat untuk melanjutkan usaha. Dirinya kemudian mulai memanfaatkan teknologi untuk usahanya pada Juli 2019. Cak Toni mengaku sempat kebingungan saat pertama kali menggunakan aplikasi. Namun, ia tidak pantang menyerah.

“Ketika bingung, saya tidak malu untuk bertanya kepada karyawan bagaimana cara menggunakan aplikasi layanan GrabFood. Saya juga mau terus belajar sendiri hingga akhirnya bisa. Untungnya aplikasi GrabMerchant ini mudah digunakan dan ada banyak tutorial buat ngebantu," kata Cak Toni.

Di masa pandemi, Cak Toni kini menggantungkan pendapatan dari berjualan online.

“Pesanan yang datang melalui GrabFood sangat membantu penjualan harian usaha saya, bahkan omzet meningkat hingga 80%. Saya juga tetap bisa mempertahankan pendapatan dan karyawan yang sekarang sudah berjumlah 29 orang,” jelasnya.

Cak Toni bahkan bisa membantu biaya pendidikan untuk anak karyawannya agar bisa melanjutkan sekolah.

Saat ini, Grab sedang membuka pendaftaran bagi UMKM untuk program #TerusUsaha Akselerator Batch 2 hingga 7 Februari mendatang. Dalam program ini, Grab mencoba untuk merangkul ratusan UMKM di Indonesia, termasuk kelompok lansia. Para peserta akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang bisa membantu bisnis mereka.

Pendaftaran #TerusUsaha Akselerator Batch 2 dapat dilakukan pada situs resmi GrabForGood melalui tautan berikut ini.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN