Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mitra pengemudi GrabBike Syahrier. (Foto: Dok. Grab)

Mitra pengemudi GrabBike Syahrier. (Foto: Dok. Grab)

Kisah Pengemudi GrabBike yang Dulunya Pekerja Serabutan

Selasa, 23 Februari 2021 | 16:42 WIB
Jayanty Nada Shofa

JAKARTA, investor.id - Syahrier adalah seorang pengemudi ojek online (ojol) GrabBike asal Makassar. Sebelum menjadi sopir ojol, Syahrier sempat bekerja sebagai pekerja serabutan.

Segala pekerjaan pun Syahrier coba untuk menyambung hidup. Mulai dari tukang listrik, kuli di toko material, koki di atas kapal, bahkan sampai ke tukang sampah. Karena Syahrier hanya berbekal ijazah SMP, ia hanya bisa mendapatkan pekerjaan kasar dengan upah yang tidak seberapa. 

"Saya juga pernah jadi tukang sumur bor," kata Ucok, sapaan akrabnya, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis.

Pada tahun 2007, Ucok sempat bekerja di bengkel motor milik kakaknya. Dari penghasilannya selama di bengkel, Ucok mengumpulkan modal untuk usaha jualan minyak tanah. Kakaknya kemudian mengajak Ucok untuk mengoperasikan alat berat di Pelindo IV di Makassar.

Ucok juga pernah menjadi sopir untuk seorang dokter di tahun 2018. Akan tetapi, pekerjaan ini hanya seumur jagung. Hal ini karena teman-teman Ucok mengajaknya untuk bergabung dengan Grab. Saat pertama kali mendaftar, Ucok mengaku tidak percaya diri karena hanya seorang lulusan SMP.

Sisa mengasah kemampuan bermain aplikasi di gawainya, Ucok membuka trip pertamanya pada Januari 2019 lalu. Tak disangka Ucok "betah" sebagai pengemudi GrabBike.

"Saya sangat berterima kasih. Masih ada pekerjaan dengan hanya bermodal ijazah SMP. Dan pekerjaan ini tidak seberat seperti buruh yang pernah kujalani," terangnya.

Ucok mengaku merasa lebih nyaman sebagai sopir ojol. Ia bisa lebih mudah mengatur waktu bersama keluarganya. Berbeda dengan sebelumnya saat ia masih menjadi pekerja serabutan, Ucok kini bisa menabung emas untuk menata masa depan ketiga anaknya.

Menariknya, tabungan emas tersebut Ucok peroleh sebagai bagian dari layanan Grab kepada para mitranya. Diketahui, Grab telah bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) untuk memudahkan mitra pengemudi mengakses pinjaman dan tabungan emas bernilai tambah.

"Saya ada tabungan emas, hasil kerja sama Grab dengan Pegadaian, itu masuk program GrabBenefits. Saya terima kasih ke Grab karena memberikan banyak pilihan manfaat yang meningkatkan kesejahteraan mitranya. Bisa cicil motor tanpa DP (down payment), beli rumah, emas dan lainnya," terang Ucok.

Pada Januari 2020, Tenggara Statistics dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Institute menggelar sebuah survei yang melibatkan mitra-mitra layanan Grab, khususnya GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan GrabKios. Sebanyak 5,008 mitra Grab di 12 kota mengikuti survei tersebut.

Studi ini menemukan bahwa fleksibilitas bagi UMKM juga berarti bahwa Grab dapat menyediakan kesempatan pendapatan bagi mereka yang membutuhkan, misalnya seperti yang baru saja kehilangan pekerjaan di masa sulit. Hasil survei juga menunjukkan di tahun 2019, 31% dari mitra pengemudi GrabBike tidak memiliki pendapatan sebelum bergabung dengan Grab. Tak hanya itu, sebanyak 65% dari mitra pengemudi GrabBike menjadikan Grab sebagai profesi utamanya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN