Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisioner KPPU Ukay Karyadi. (IST)

Komisioner KPPU Ukay Karyadi. (IST)

KPPU Desak Pemerintah Kejar Pajak Platform Medsos

Kamis, 4 Februari 2021 | 18:58 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah untuk mengejar pembayaran pajak dari semua platform media sosial (medsos) global yang dijadikan sarana untuk bertransaksi secara digital, antara lain Instagram, Facebook, dan Twitter.

Platform-platform tersebut telah menjadi jembatan penghubung bagi pangguna di Indonesia untuk melakukan transaksi pedagangan di platform marketplace di Indonesia, yakni Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Lazada, dan lainnya.

Komisioner KPPU Ukay Karyadi mengatakan, Indonesia punya pengalaman berhasil mengejar pajak kepada Google, sebuah perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang berkekhususan pada usaha jasa teknologi dan produk internet.

Menurut dia, pada hakikatnya, setiap perusahaan yang menjalankan aktivitas bisnis di Indonesia, meskipun secara virtual harus membayar pajak kepada negara. Karena, mereka juga mendapatkan keuntungan transaksi keuangan dari orang Indonesia.

“Tinggal upaya pemerintah saja untuk mengejar Instagram, Facebook, dan Twitter agar mau bayar pajak, sebagaimana dulu pemerintah mengejar Google. Itu semua warga negara pasti mendukung kalau terkait itu,” ujar Ukay, dalam virtual conference dengan media, Kamis (4/2).

Karyadi melanjutkan, bidang ekonomi digital saat ini memiliki banyak persoalan. Hal tersebut bukan hanya dialami Indonesia tetapi juga terjadi di negara-negara lain. Misalnya, saat ini, publik dihebohkan dengan kasus Google yang menolak rencana pembayaran royalti kepada media pembuat berita di Australia.

“Jadi, e-commerce, atau marketplace di Indonesia bersaing juga dengan negara lain. Karena itulah, kami memandang perlu untuk melakukan studi ini untuk mengetahui, atau setidaknya bisa menjadi bahan evaluasi untuk melindungi pasar yang bersangkutan di ekonomi digital Tanah Air,” imbuhnya.

Dominasi Medsos

Sementara itu, berdasarkan kajian dari KPPU, jumlah pengguna yang menggunakan platform medsos, antara lain Instagram, Facebook, dan Twitter di Indonesia, sebagai jembatan penghubung untuk berbelanja di marketplace, terus bertumbuh.

Direktur Ekonomi, Deputy Kajian, dan Advokasi Sekretariat KPPU M Zulfirmansyah mengatakan, berdasarkan data primer yang dimilikinya, selama dua tahun terakhir (2018-2020), telah terjadi kenaikan jumlah pengguna (user) Instagram yang berbelanja di platform marketplace.

Kenaikan tersebut mencapai 50% yang berlangganan dan bertransaksi di platform marketplace. “Dari total 50 toko online pada kuartal II-2020, statistik deskriptif menunjukkan bahwa total jumlah users Instagram 44,63 juta, dengan rata-rata 892 ribu users dan median 275 ribu users,” ungkap Zulfirmansyah.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN