Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendanaan start-up di Asia Tenggara kuartal III-2021. (Dealstreet Asia)

Pendanaan start-up di Asia Tenggara kuartal III-2021. (Dealstreet Asia)

Kuartal III, Pendanaan Start-up RI US$ 894 Juta

Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:57 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dealstreet Asia, perusahaan survei pasar, dalam laporan SE Asia Deal Review: Q3 2021, menyebutkan bahwa usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) di Indonesia berhasil meraup pendanaan US$ 894 juta, atau berkontribusi 14,8% terhadap total kawasan Asia Tenggara pada kuartal III-2021. Dana dihimpun oleh 58 start-up.

Indonesia berada di peringkat kedua setelah Singapura yang berhasil mendapatkan pendanaan US$ 4,06 miliar untuk 130 start-up. Kontribusi pendanaan ini pun berkontribusi 67,4% terhadap total di kawasan Asia Tenggara.

Selanjutnya secara berurutan, pendanaan terhadap 34 start-up di Vietnam mencapai US$ 387 juta (6,4%), Malaysia terdapat 19 start-up yang mendapatkan pendanaan US$ 373 juta (6,2%), Thailand delapan start-up senilai US$ 222 juta (3,1%), dan Filipina sebanyak 22 start-up dengan pendanaan US$ 92 juta (1,5%).

Didukung oleh kinerja penggalangan dana start-up di Singapura, total penghitungan kesepakatan start-up di kawasan Asia Tenggara pun menyentuh angka US$ 6,03 miliar pada kuartal III-2021.

Nicholas Bloy, co-managing partner at private equity firm Navis Capital Partners, mengatakan, industri start-up di Asia Tenggara masih belum matang dalam sebagian besar tolok ukur dibandingkan bagian lain dunia, sehingga percepatan volume dan kesepakatan nilainya pun melebihi yang diharapkan.

“Kawasan ini tumbuh lebih cepat daripada sebagian besar bagian dunia lainnya. Jadi, kombinasi pertumbuhan dan ketidakdewasaan itu menciptakan kebutuhan logis akan modal swasta yang lebih banyak,” kata Bloy, pada gelaran Dealstreet Asia's Asia PE-VC Summit 2021, dikutip Kamis (14/10).

Selain faktor internal, seperti peningkatan kemakmuran dan digitalisasi yang lebih cepat selama pandemi Covid-19, perkembangan eksternal juga berkontribusi pada daya tarik kawasan Asia Tenggara sebagai tujuan investasi global.

“Hingga beberapa tahun lalu, kami melihat banyak aktivitas Tiongkok di pasar seperti India. Karena alasan geopolitik, banyak modal yang melambat secara signifikan. Sebagai sebuah kawasan, Asia Tenggara akan mendapat banyak manfaat dari geopolitik ini,” imbuh Akshay Bhusan, partner di Lightspeed Venture Partners.

Lampui 2020 dan Unicorn

Sementara itu, DealStreet Asia juga menyebut, perusahaan rintisan di kawasan Asia Tenggara setidaknya telah memperoleh pendanaan setidaknya US$$ 17,8 miliar pada Januari-September 2021, lebih dari dua kali lipat yang dikumpulkan sepanjang tahun 2020 senilai US$ 8,6 miliar.

Start-up Indonesia pun disebut telah mengumpulkan US$ 5 miliar pada Januari hingga September tahun ini, atau lebih tinggi dari US$ 2,6 miliar yang dikumpulkan dalam sembilan bulan tahun lalu.

Dampak dari pendanaan tersebut, sebanyak tujuh perusahaan yang berbasis di Singapura pun kini bergabung dengan klub unicorn, atau bernilai minimal US$ 1 miliar. Jumlah unicorn dari Asia Tenggara pun bertambah menjadi 20 sepanjang tahun ini, lebih banyak dari yang dicetak dalam enam tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada kuartal III-2021 saja, Malaysia menyambut Carsome sebagai unicorn pertama di negaranya. Sementara itu, Thailand menyambut  unicorn fintech pertamanya pada Ascend Money.

Sebelumnya, Dealstreet Asia telah menulis tentang 19 perusahaan Asia Tenggara yang memasuki klub unicorn tahun ini. Data diperbarui dengan memasukkan AirAsia Digital dari Malaysia, operator platform pembayaran digital BigPay, yang valuasinya melampaui angka miliaran dolar AS setelah putaran pendanaan US$ 100 juta pada bulan Agustus lalu.

Sementara itu, start-up yang valuasinya melampaui nilai US$ 1 miliar (unicorn) pada kuartal III-2021 terdiri atas NNIUM, Matrixport, Emeritus, Airasia Digital, Carsome, Xendit (Indonesia), Carousell, Bolltech, Ninja, ADVANCE.A, dan Ascend Money.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN