Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bekerja dari rumah atau work from home. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi Bekerja dari rumah atau work from home. ( Foto: Istimewa )

Layanan Komputasi Awan Saat WFH Jadi Sasaran Serangan Siber

Happy Amanda Amalia, Sabtu, 30 Mei 2020 | 12:20 WIB

SANTA CLARA, investor.id – McAfee, perusahaan keamanan siber perangkat-ke-komputasi awan menerbitkan hasil studi penelitian baru berjudul Cloud Adoption & Risk Report - Work-from-Home Edition. Laporan hasil studi yang dirilis pada Kamis (28/9), mengungkap korelasi antara peningkatan penggunaan layanan komputasi awan dan aplikasi komunikasi tatap muka, seperti Cisco WebEx, Zoom, Microsoft Teams, dan Slack selama pandemi Covid-19, bersamaan dengan meningkatnya serangan siber yang menyasar komputasi awan.

Berdasarkan data anonim dan teragregasi dari lebih dari 30 juta pengguna McAfee MVISION Cloud di seluruh dunia antara Januari sampai April, terungkap tren signifikan yang berpotensi bertahan lama mencakup tentang peningkatan dalam penggunaan layanan komputasi awan, akses dari perangkat yang tidak dikelola keamanan siber-nya, dan peningkatan ancaman spesifik komputasi awan.

Dari hasil penelitian, tren ini menekankan perlunya model keamanan baru dalam lingkungan work from home (WFH) yang dilakukan saat ini, dan kemungkinan berlanjut di masa depan.

Menurut hasil penelitian, adopsi perusahaan atas layanan komputasi awan meningkat 50% secara keseluruhan. Ini termasuk industri seperti manufaktur dan layanan keuangan yang biasanya lebih mengandalkan aplikasi yang telah ada sebelumnya, sekaligus dengan jaringan dan keamanannya.

Penggunaan aplikasi komunikasi tatap muka menggunakan komputasi awan juga mengalami peningkatan penggunaan hingga 600%. Sektor pendidikan memperlihatkan pertumbuhan yang paling besar, karena ada banyak siswa yang diharuskan mengadopsi praktik pembelajaran jarak jauh.

Namun ancaman eksternal ikut meningkat 630% dalam periode yang sama. Sebagian besar serangan ini menyasar layanan komunikasi tatap muka/kerja sama seperti Microsoft 365, dan merupakan upaya berskala besar untuk mengakses akun komputasi awan dengan ID atau kredensial curian.

Ancaman internal tetap ada, menunjukkan bahwa bekerja dari rumah tidak secara negatif memengaruhi loyalitas karyawan. Selain itu, akses ke komputasi awan oleh perangkat pribadi yang tidak dikelola atau dilindungi dengan baik mengalami pertumbuhan, sehingga menambah jumlah risiko bagi para profesional keamanan yang bekerja untuk menjaga agar data mereka tetap aman di komputasi awan.

“Saat kita melihat keberanian dan niat baik luar biasa yang dilakukan para pekerja medis di seluruh dunia dalam mengatasi pandemi Covid-19, sayangnya kami juga melihat peningkatan usaha jahat secara tiba-tiba yang ingin mengeksploitasi adopsi komputasi awan karena pertambahan jumlah implementasi kebijakan work from home,” ujar Senior Vice President Cloud Security McAfee, Rajiv Gupta dalam keterangan pers.

Rajiv menuturkan, risiko ancaman yang menyasar komputasi awan jauh lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan oleh perubahan perilaku karyawan. Untuk mengurangi risiko ini, dibutuhkan solusi keamanan komputasi awan yang dapat mendeteksi, dan mencegah serangan eksternal dan kehilangan data di komputasi awan akibat penggunaan perangkat yang tidak dikelola.

“Keamanan komputasi awan harus dikerahkan, dan dikelola dari jarak jauh, jangan sampai menambah gesekan kepada karyawan yang pekerjaannya sangat penting untuk kesehatan organisasi mereka,” tambah dia. 

Kiat Mempertahankan Keamanan

Mengingat ancaman spesifik komputasi awan yang semakin meningkat sejalan dengan penggunaan komputasi awan itu sendiri, semua industri perlu mengevaluasi struktur keamanan agar dapat melindungi akun, dan data mereka terhadap pengambilalihan dan pencurian.

Perusahaan perlu memiliki perlindungan terhadap ancaman yang mencoba mengeksploitasi kelemahan dalam penyebaran akses komputasi awan mereka seperti yang terjadi karena situasi work from home.

Berikut kiat-kiat untuk mempertahankan struktur keamanan yang kuat:

Mengutamakan Komputasi Awan: Pola pikir yang mengutamakan keamanan komputasi awan dapat mendukung peningkatan penggunaannya, dan memerangi ancaman serangan spesifik komputasi awan. Perusahaan perlu memisahkan keamanan mereka ke data di komputasi awan dengan layanan mereka secara independen, sehingga dapat mempertahankan visibilitas penuh dan kontrol yang dapat dilakukan secara terpisah.

Pertimbangan terhadap jaringan: Pekerjaan jarak jauh mengurangi kemampuan hub dan jaringan komunikasi untuk bekerja secara efektif dan terukur. Kontrol jaringan harus disampaikan melalui komputasi awan, dan menghubungkan pengguna jarak jauh secara langsung ke layanan komputasi awan yang mereka butuhkan.

Konsolidasi dan kurangi kompleksitas: Menggabungkan keamanan web dan komputasi awan agar dapat beroperasi dengan lancar. Idealnya hal ini dapat dikonsolidasikan untuk mengurangi kompleksitas dan total biaya kepemilikan, dan meningkatkan efektivitas dan responsivitas keamanan.

Sumber : PR

BAGIKAN