Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director Lintasarta, Arya Damar. Foto: Investor Daily/EMRAL

President Director Lintasarta, Arya Damar. Foto: Investor Daily/EMRAL

UTAMAKAN KEPERCAYAAN PELANGGAN.

Lintasarta Incar Kenaikan Pendapatan 20%

Jumat, 21 Februari 2020 | 22:38 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa komunikasi data, internet & IT Services menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10-20% pada tahun ini, dari total pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 3 Triliun,

Pendapatan tersebut akan ditopang oleh tiga layanan utama perusahaan, yaitu Connectivity, IT Services, dan Digital Solutions. Ketiga layanan ini bergerak dan melayani, sektor korporasi, dengan skema Business to Business (B2B).

Total pelanggan koroporasi saat ini sekitar 2.500 pelanggan di 50 kota di seluruh Indonesia.

Revenue kita tahun lalu sekitar Rp 3 Triliun. Target tahun ini tumbuh sekitar 10-20%. Itu juga termasuk pertumbuhan jumlah pelanggan. Karena jumlah pelanggan korporasi kita saat ini sekitar 2.500 pelanggan,” kata President Director Lintasarta, Arya Damar, di Beritasatu Plaza, Jakarta, Rabu, (19/2/2020).

Menurut Damar, solusi yang diberikan oleh Lintasarta memiliki keunggulan dibandingkan kompetitor. Pasalnya, Lintasarta memilik layanan yang bersifat end-to-end services. Layanan tersebut mulai dari ketersediaan infrastruktur, hardware, software, platform, hingga aplikasi yang dapat dimanfaatkan pelanggan ketika menjadi bagian dari Lintasarta.

“Dari sisi infrastruktur, kita men-deliver layanan internet kemana-mana, termasuk satelit juga. Solusi kita bersifat end to end, mulai dari layanan telekomunikasi, data center, cloud, hingga aplikasi. Sehingga, pelanggan cukup fokus di bisnis intinya saja. Untuk keberlangsungan layanan kita yang tangani,” ujar Damar.

Meski demikian, Damar mengakui terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Tantangan yang pertama adalah soal kepercayaan. Bagaimana mendekatkan diri kepada pelanggan, dan juga meyakinkan pelanggan, bahwa layanan yang diberikan memiliki keunggulan dan benefit yang nyata bagi pelanggan.

“Ini harus dihadapi bersama- sama. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana memahami pelanggan. Jika itu bisa dilakukan, saya yakin, kita akan mendapat kepercayaan yang penuh dari pelanggan,” jelas Damar.

Selain itu, juga terdapat tantangan yang berkitan dengan kondisi geografis Indonesia, dan juga persaingan dengan para pemain global yang masuk ke pasar Indonesia.

“Indonesia ini kan luas, selain itu kondisi geografis juga terdiri atas pulau-pulau. Jadi kita harus memastikan bahwa layanan kita memiliki skalabilitas yang tinggi. Soal persaingan dengan pemain global, itu hal yang wajar. Yang paling penting itu tadi, soal kepercayaan ini harus dibangun,” ungkap Damar.

Selain itu, Damar juga mengapresiasi langkah pemerintah yang turut membangun infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air, melalui proyek Palapa Ring (kabel serat optik).

Dia melihat, pemerintah sudah memberikan dukungan yang cukup bagus untuk mewujudkan digitalisasi di Indonesia. Tugas operator, kata dia, tinggal bagaimana menghubungkan jaringan backbone tersebut, kepada jaringan last mile yang menghubungkan langsung kepada pelanggan.

“Dukungan pemerintah untuk infrastruktur telekomunikasi cukup bagus. Adanya Palapa Ring, itu akan memudahkan operator, dalam menghubungkan akses internet ke jaringan last mile,” tutur Damar.

Layanan Cloud

Arya juga mengungkapkan, Lintasarta memiliki layanan cloud yang bisa mendukung bisnis para pelanggannya. Layanan cloud Lintasarta sendiri ada tiga jenis, yaitu public cloud, private cloud, dan hybrid cloud.

Menurut Damar, dari ketiga layanan cloud yang disediakan, saat ini layanan public cloud merupakan layanan yang paling banyak diadopsi pelanggan. Selain itu, ada juga layanan Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), Solutions as a Service (SaaS).

“Masing-masing layanan ini bersifat end to end solutions. Sehingga, pelanggan akan mendapatkan layanan one stop services,” jelas Damar.

Damar juga menuturkan, tren penggunaan cloud ke depannya akan terus tumbuh seiring dengan kesadaran pengguna akan manfaat dari layanan cloud.

Selain itu, bertumbuhnya kepemilikan data dan juga manfaat data akan turut mendongkrak penggunaan layanan cloud.

“Sekarang kan kita pegang handphone juga pakai cloud. Dan saya percaya semua akan ke sana. Tinggal masalah kepercayaan aja. Begitu semua sudah terhubung dengan internet dengan mudah, buat apa lagi punya IT infrastructure sendiri. Tinggal masalah kepercayaan saja. Itu yang harus dijaga operator,” jelas Damar.

Dia menambahkan, manfaat dari penggunaan cloud sangat banyak. Di antaranya, dari sisi investasi. Pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya investasi sendiri untuk membangun layanan cloud. Pasalnya, layanan cloud membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

“Ini soal kepercayaan saja. Kepercayaan dari perusahaan-perusahaan. Karena cloud itu, pertama masalaah investasi, mereka (pelanggan) enggak perlu investasi server, enggak perlu investasi infrastruktur, karena ada ruangan, ada listrik, ada UPS dan sebagainya. Sehingga enggak perlu investasi lagi. Semunya kita yang sediakan,” kata Damar.

Berikutnya, soal kecepatan. Karena untuk masalah kecepatan, masing-masing harus melakukan pengadaan infrastruktur seperti server dan sebagainya.

“Kalau itu kan mesti pengadaan dan sebagainya. Kalau ini kan tinggal jadi pelanggan aja. Oke saya jadi pelanggan, butuh sekian mega, selesai. Kita naikkan kecepatan saat itu juga,” tambah Damar.

Selanjutnya, masalah skalabilitas. “Skalabilitas kan, soal kebutuhan CPU dengan kecepatan sekian. Misalnya, saya lagi mau testing, tolong naikkan yah, langsung hari itu dinaikkan kecepatannya. Kalau punya sendiri, mesti pengadaan lagi. Scalability juga kan nanti terlambat,” jelas Damar.

Selain itu juga terkait upgrade teknologi terbaru dan juga security. Lintasarta, kata Damar, selalu memiliki teknologi terbaru mengikuti tren perkembangan teknologi. Dari sisi kemanan juga dipastikan keamanannya, karena Lintasarta sudah memenuhi standar kemanan yang ditetapkan industri.

“Masalah sebagai operator selalu upgrade ke teknologi terbaru. Kalau sendiri kan susah. Kan masalah performance dan segala macam kita bisa jamin. Security juga sudah termasuk di situ,” ucap Damar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN