Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Adrian Suherman. Foto: ig.news.ga2p.

Adrian Suherman. Foto: ig.news.ga2p.

Lippo Bantah akan Tinggalkan OVO

Abdul Muslim, Minggu, 17 November 2019 | 20:58 WIB

JAKARTA, investor.id - Presiden Direktur Multipolar/Direktur Lippo Group Adrian Suherman memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa berita-berita yang mengabarkan bahwa Lippo Group akan meninggalkan dan keluar dari OVO karena tak sejalan dengan kebijakan marketing OVO adalah tidak benar dan hanya sepenuhnya rumor.

Berita yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia tersebut sama sekali tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. “Sebagai pendiri OVO, kami sangat menyayangkan beredarnya rumor yang tidak benar tersebut,” ujar Adrian, dalam keterangan sanggahannya yang dikirim kepada media, Minggu (17/11).

Bersama para pemegang saham lain, menurut dia, Lippo Group tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung bagi kemajuan bisnis OVO. Apalagi, hanya dalam dua tahun, OVO telah berkembang pesat menjadi perusahaan fintech e-money Indonesia.

“Semoga dapat menjadi kebanggaan nasional dan akan terus mendukung upaya pemerintah, BI (Bank Indonesia, dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air,” pungkas Adrian.

Sebelumnya, sumber CNBC Indonesia membisikkan bahwa Lippo Group berniat hengkang karena tak kuat memasok dana untuk mendukung aksi bakar uang dengan layanan gratis, diskon, dan cashback. Dalam dua tahun terakhir, OVO disebut agresif bakar uang investor.

Unicorn Ke-5

Sementara itu, Rudiantara, mantan menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo), memastikan, OVO, platform pembayaran, rewards, dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, sudah naik kelas menyandang status unicorn yang kelima di Indonesia (RI).

OVO menyusul Tokopedia, Traveloka, Gojek, dan Bukalapak, yang sebelumnya telah menyandang status serupa. Unicorn merupakan sebuah istilah untuk menyebut usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) yang berkembang pesat usahanya dan valuasi perusahaannya minimal US$ 1 miliar, atau sekitar Rp 14,1 triliun.  

“Saya sudah bicara dengan founder-nya, dan memang iya. Makanya, saya berani bicara setelah saya konfirmasi,” ujar Rudiantara, ditemui di sela gelaran Siberkreasi di Jakarta, awal Oktober 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA