Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kristiono, Ketua Umum Mastel

Kristiono, Ketua Umum Mastel

Mastel Minta Pemerintah Segera Intervensi Lindungi Industri Telko

Senin, 1 Maret 2021 | 13:18 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) meminta pemerintah segera melakukan intervensi kebijakan demi melindungi industri telekomunikasi nasional dari dominasi platform global saat ini.

Pasalnya, sejak lima tahun terkahir ini, kinerja industri telko terus menurun, yang berdampak pada kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat Indonesia.

“Intervensi pemerintah harus dilakukan, bukan dalam kerangka proteksionisme, namun wujud kedaulatan negara untuk menyeimbangkan posisi tawar kedua belah pihak agar seimbang, sehingga tercipta kerja sama yang win-win sebagaimana instruksi Bapak Presiden,” kata Kristiono, Ketua Umum Mastel kepada Investor daily, akhir pekan lalu.

Menurut Kristiono, value chain industri digital saat ini, didominasi oleh platform/ content global telah menempatkan kondisi industri telko nasional dalam posisi semakin tertekan. Sehingga, kinerjanya sejak 5 tahun terakhir terus menurun, sehingga pemerintah terpaksa mengupayakan konsolidasi industri dan berbagai skema efisiensi melalui UU cipta kerja.

Hal itu pun dapat tercipta, unfair practices. Dimana, dapat dilihat dari perspektif regulasi dimana terjadi asymetric regulation , pelaku industri telko dibebani dengan berbagai kewajiban.

“Namun platform global sama sekali tdk tersentuh regulasi dan berbagai kewajiban-kewajiban tersebut. Unfair practices yang memperparah adalah platform global menggunakan infrastruktur telko sekaligus sebagai predator karena mendisrupsi layanan telko yang sejenis serta terus menuntut kebutuhan bandwidth yang semakin besar,” ujar Kristiono.

Hal itu, lanjut Kristiono, memaksa industri telko harus berinvestasi untuk menjaga kualitas layanannya padahal imbal hasil investasinya tidak menguntungkan. Bentuk unfair practices tersebut membuat kinerja keuangan telko menurun dan pengembangan infrastruktur melambat .

Unfair practices yang terjadi tersebut mengindikasikan posisi platform global yg sangat dominan terhadap posisi telko nasional, posisi yang tidak seimbang seperti itu tidak boleh terus dibiarkan karena akan merugikan kepentingan nasional,” jelas Kristiono.

TKDN Tak Berkembang

Lebih jauh dalam perspektif kemandirian, lanjut Kristiono, hampir seluruh kebutuhan industri Information Communication and Technoology (ICT) nasional adalah produk impor. Kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang pernah dicanangkan saat adopsi teknologi 4G tidak berkembang dengan baik. “Bahkan untuk Base Tranceiver Station (BTS) sampai hari ini tidak diberlakukan,” tambah Kristiono.

Selain itu, menurut Kristiono, pemerintah juga sudah menggaungkan untuk segera menggelar teknologi 5G. “Namun belum ada rencana apapun tentang kebijakan membangun industri nasionalnya padahal ekonomi yang bisa dihasilkan dari teknologi 5G tersebut sangat besar dan sangat penting membangun ekosistem industri 5G nasional,” ungkap Kristiono.

Tak hanya itu, Kristiono juga menilai, jangkauan infrastruktur digital Indonesia saat ini juga belum merata. Karena masih ada 12 ribu desa yang belum terjangkau .

“Yang sudah terjangkaupun kualitasnya masih rendah. Di antara negara Asean pun kita ketinggalan. Sehingga perlu operator telko yang sehat, dan itu membutuhkan dukungan dan keberpihakan pemerintah karena sebagian besar infrastruktur digital nasional dibangun oleh operator telko nasional,” tutur Kristiono.

Kristiono juga meyakini, Indonesia memiliki kekuatan yang sangat besar, namun sekaligus juga memiliki banyak kelemahan. “Solusinya dengan cara kolaborasi dengan mitra global melalui kerjasama yang saling menguntungkan untuk kepentingan nasional,” tandas Kristiono.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN