Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kejahatan  siber. (Sumber: blog.rackspace.com)

Ilustrasi kejahatan siber. (Sumber: blog.rackspace.com)

Masyarakat Diajak Waspadai Kejahatan Phising

Senin, 15 Februari 2021 | 19:14 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Siberkreasi, dan Facebook menyelenggarakan literasi digital untuk memberikan pemahaman meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya kejahatan phising.

Pengembang Teknologi Kemendikbud Nur Fitriana, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ‘Siberkreasi Hangout Online: Waspada Phising dengan Iming-iming’ itu, mengatakan, perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dengan segala kemudahan dalam mengakses internet membuat kegiatan phising seringkali terjadi.

"Karena itu, dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi agar masyarakat tidak mudah terlena dalam memberikan informasi data di dunia siber ini," ujar Nur Fitriana, dalam keterangannya, Senin (15/2).

 Istilah phising sudah tidak terlalu awam di telinga masyarakat Indonesia. Phising merupakan tindakan ilegal untuk memperoleh informasi pribadi seperti identitas pengguna, PIN, nomor rekening bank, serta nomor kartu kredit.

Phising biasanya diawali dengan cara pelaku mengimkan pesan dan link agar diklik oleh calon korban. Jika korban melakukan klik terhadp link yang diberikan, selanjutnya, pelaku akan mencuri data korban tersebut.

Informasi yang didapat biasanya akan digunakan untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit, atau bahkan, memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.

Menurut Nur Fitriana, di masa pandemi Covid-19 saat ini, ketika semua kegiatan, termasuk bekerja dan pendidikan banyak dilakukan secara daring, menjadi lahan bagi para pelaku kejahatan phising.

Para pelaku menyasar orang tua, siswa, bahkan, guru yang masih minim dengan literasi digital. Kebanyakan dari mereka tergiur terhadap iming-iming hadiah, berupa kuota gratis, atau potongan belanja online.

“Tanpa sadar, mereka masuk ke situs-situs palsu dan memberikan data pribadi, yang mana merupakan salah satu modus dari phising ini," tutur Nur Fitriana.

Merebaknya kasus phising juga disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Karena itu, masyarakat seringkali terjebak dengan tampilan situs palsu yang menyerupai situs resmi, atau dengan tawaran hadiah.

Langkah Facebook dan Siberkreasi

Policy Program Manager Facebook Indonesia Dessy Sukendar menambahkan, Facebook telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna menghindari pengguna mengalami tindak kriminal siber, termasuk phising.

"Facebook, Instagram, serta WhatsApp, kita sering memperbarui fitur-fitur yang membantu pengguna untuk tetap aman bermedia sosial. Facebook selalu mengecek secara teratur guna memastikan tidak ada akun-akun palsu yang melakukan tindakan phishing," ujar Dessy.

Facebook dan Instagram juga memiliki fitur keamanan, antara lain e-mail from Instagram, atau e-mail from Facabook untuk memastikan pengguna e-mail resmi yang dikirimkan oleh platform.

Sementara itu, menurut kreator konten Siberkreasi dan Cameo Project, Martin Anugrah, kejahatan phising sering terjadi tanpa disadari oleh korbannya.

"Phising sering terjadi di grup-grup chatting seperti WhatsApp, misalnya pengiriman pesan berantai ke 10 orang untuk mendapatkan hadiah dari sebuah brand. Dengan mengirimkan pesan tersebut tanpa kita sadari kita sudah menjadi pelaku phising," kata Martin, menjelaskan.

Siberkreasi sebagai Gerakan Nasional Literasi Digital yang mendukung dan menyebarkan konten positif, menilai masyarakat sudah selayaknya mendapatkan informasi yang tepat guna meminimalisasi tindak kejahatan siber tersebut.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN