Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi belanja online (Sumber; cityguiderotterdam.com)

Ilustrasi belanja online (Sumber; cityguiderotterdam.com)

Masyarakat Semakin Percaya e-Commerce

Kamis, 6 Agustus 2020 | 10:03 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Masyarakat di Tanah Air menunjukkan tren kepercayaan dan kenyamanan yang terus meningkat terhadap platform perdagangan secara elektronik (e-commerce). Hal ini ditunjukkan dari peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce, khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok.

Peningkatan rata-rata jumlah transaksi e-commerce per bulan terjadi pada kuartal pertama hingga kuartal terakhir tahun 2019. Puncak peningkatan transaksi pada Desember 2019 dengan jumlah transaksi lebih besar 22% daripada rata-rata jumlah transaksi bulanan. Tren ini terus berlanjut hingga semester I-2020.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dan salah satu temuan utama riset terbaru dari Kredivo dan Katadata Insight Center yang bertajuk Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia.

Peningkatan kepercayaan dan kenyamanan berbelanja dalam jaringan (daring/online) juga membuat konsumen merasa lebih yakin saat bertransaksi dalam nominal besar. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai transaksi yang meningkat dari tahun 2018 ke 2019 pada hampir semua tiga belas kategori produk, seperti komputer dan aksesorisnya.

Riset yang dilakukan guna mengetahui gambaran mendalam terkait tren dan perilaku konsumen online itu menggunakan studi kasus Kredivo, platform kredit digital yang terdaftar dan diawasi oleh OJK yang populer sebagai metode pembayaran di hampir semua e-commerce dan marketplace.

Survei dengan mengambil dan memanfaatkan data primer sampel transaksi dari enam pemain e-commerce terbesar Indonesia, sehingga dipercaya bisa memberikan gambaran yang pas. Data diambil dari Blibli, Bukalapak, JD.ID, Lazada, Shopee, dan Tokopedia.

General Manager Kredivo Indonesia Lily Suriani mengatakan, adaptasi kebiasaan baru (new normal) dengan berbagai perubahan perilaku masyarakat menuntut pelaku bisnis terus memahami tren dan perilaku konsumen, baik itu sebelum maupun saat pandemi Covid-19.

“Kami percaya, riset ini akan memberikan manfaat bagi strategi bisnis para mitra e-commerce seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi dalam berbelanja online, termasuk menggunakan pembayaran digital,” ujar Lily, dalam keterangannya, seperti dikutip Rabu (5/8).

Selain pergeseran kebiasaan masyarakat dari transaksi offline menjadi transaksi online dan peningkatan adopsi digital, hal ini menandakan bahwa masyarakat tetap percaya pada e-commerce meskipun di tengah situasi menantang pandemi Covid-19 yang belum berlalu.

Luar Jawa

Disisi lain, riset juga menemukan bahwa potensi pertumbuhan e-commerce di luar Jawa cukup baik meski jumlah dan nilai transaksi di Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa. Sebagai contoh, di level kota, beberapa kota besar di luar Jawa memiliki konsumen e-commerce yang cukup banyak, antara lain Medan, Palembang, dan Denpasar.

Pertumbuhan e-commerce di luar Pulau Jawa juga menjadi sinyal baik bagi inklusi digital, di mana penetrasi internet, daya beli, dan upah minimum regional (UMR) menjadi daya dorong utama dalam peningkatan transaksi digital per populasi.

“Ini juga menunjukkan peluang peningkatan inklusi finansial akibat penggunaan teknologi keuangan dalam bertransaksi digital seiring penetrasi e-commerce yang lebih luas ke seluruh wilayah Indonesia,” tambah Lily.

Lintas Generasi

Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri turut menambahkan temuan menarik lainnya. Satu di antaranya peningkatan aktivitas e-commerce didukung oleh konsumen Generasi Z dan Milenial yang berkontribusi sebesar 85% dari total transaksi.

Meski demikian, semua kelompok umur, atau lintas generasi tetap terbuka untuk bertransaksi online. Hal ini terlihat dari jumlah transaksi rata-rata per orang per tahun yang hampir sama, yakni 17-20 kali dalam setahun berapa pun usianya.

“Dengan memperbesar peluang bagi kelompok umur lainnya, konsumen Generasi X dan Baby Boomers, hal ini menjadi salah satu cara e-commerce untuk dapat menarik lebih banyak konsumen sekaligus tingkatkan inklusi keuangan,” tutur Mulya.

Hal tersebut sejalan dengan studi dari Bill and Melinda Gates Foundation dan McKinsey & Co (2013) yang menunjukkan bahwa akses yang relatif luas ke transaksi digital pada suatu negara akan mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan di negara tersebut.

“Dari tren perilaku konsumen, pertumbuhan transaksi pada tahun 2018-2019 serta peningkatan penetrasi digital dan inklusi keuangan dengan hadirnya teknologi keuangan, kami melihat bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap e-commerce meningkat,” ucapnya.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN