Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).

Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).

Menkominfo Banggakan Pertumbuhan Start-up RI

Abdul Muslim, Rabu, 22 Januari 2020 | 22:20 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate membanggakan pertumbuhan usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) di Indonesia, baik dari sisi jumlah maupun pertumbuhan valuasinya.

Hal tersebut disampaikan Menkominfo ketika menjadi narasumber pada diskusi semipanel bertema Spotlight On Indonesia Unicorns And Digital Economy Advancement: The Big Picture yang digelar pada hari kedua pelaksanaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (22/1).

Turut hadir bersama Menkominfo antara lain Founder Tokopedia William Tanuwijaya, Co-founder Traveloka Albert, dan Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Menkominfo menguraikan perkembangan usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) di Tanah Air.

Menkominfo memaparkan, menurut laman Startup Ranking, Indonesia menduduki urutan nomor lima dunia dengan jumlah start-up terbanyak, yakni 2.193 buah pada 2019, setelah Amerika Serikat, India, Inggris Raya (United Kingdom), dan Kanada.

"Posisi ini mengungguli negara-negara maju lain, yakni Jerman, Australia, Perancis, dan Spanyol," ujar Johnny, dalam keterangan tertulisnya.

Selain unggul dalam kuantitas, lanjut dia, Indonesia tangguh dalam kualitas start-up. Indonesia kini punya empat unicorn (valuasi lebih dari US$ 1 miliar) dan satu decacorn (valuasi lebih dari US$ 10 miliar). Gojek saat ini punya valuasi perusahaan sekitar US$ 11 miliar, Tokopedia US$ 7 miliar, Traveloka US$ 4,5 miliar, OVO US$ 2,9 miliar, dan Bukalapak US$ 2,5 miliar.

Menurut dia, pemerintah RI memfasilitasi dan mengakselerasi tumbuhnya pelaku usaha bisnis digital tersebut. Pemerintah punya program Gerakan 1000 Start-up untuk mendukung pertumbuhan start-up lokal baru. Pada level selanjutnya, ada Nexticorn, program untuk mencarikan start-up pendanaan seri B.

"Pada tahap tertinggi, pemerintah memberikan dukungan sepenuhnya bagi para unicorn dan decacorn melalui instrumen pengembangan sumber daya manusia pendukung, regulasi, dan infrastruktur," tambahnya.

Peserta diskusi WEF yang hadir di Indonesia Pavilion juga mendapatkan rincian program-program yang telah digelar pemerintah untuk memberikan dukungan kepada tumbuhnya ekosistem tersebut.

Pada pembangunan bidang infrastruktur, Kemenkominfo telah menyelesaikan pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional Palapa Ring sepanjang 348.416 kilometer, mengelola enam satelit dan menyiapkan dua satelit baru, serta pendirian BTS 116.982 baru untuk menutup blankspot hingga kuartal III-2019.

Dalam sektor pengembangan sumber daya manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menyelenggarakan pengembangan keterampilan digital dasar melalui gerakan nasional Siberkreasi.

Untuk tingkat madya, diselenggarakan program Digital Talent Scholarship yang telah menjangkau puluhan ribu orang penerima beasiswa. Sedangkan untuk mendorong keterampilan digital level advance, pemerintah menggelar program Digital Leadership Academy.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA