Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkominfo Johnny G Plate saat diwawancara awak media di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (19/8/2022). (Foto:Investor Daily/Eman)

Menkominfo Johnny G Plate saat diwawancara awak media di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (19/8/2022). (Foto:Investor Daily/Eman)

Menkominfo Bantah Gunakan SIM Card AS

Jumat, 16 September 2022 | 16:11 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, membantah terkait isu yang beredar bahwa dirinya mengganti nomor SIM Card Indonesia menjadi nomor SIM Card Amerika Serikat (AS). Johnny memastikan, bahwa Ia tidak mengganti nomor dengan SIM Card AS.

“Saya harus kasih tau. Nomor saya nomor Indonesia. WhatsApp (WA) itu ada dua jenisnya. Ada WA pribadi dan ada WA bisnis. Saya tetap menggunakan nomor Indonesia untuk keperluan bekerja, tetapi karena ada serangan siber terhadap nomor Indonesia tertentu, maka tentu untuk sementara waktu diamankan,” Johnny usai bertemu Dubes Denmark untuk Indonesia di Kediaman Menteri, Widya Candra, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

baca juga: Dugaan Kebocoran Data, Kemenkominfo Panggil Pihak Terkait untuk Investigasi dan Pendalaman

Johnny menegaskan, saat ini, ia tetap menggunakan SIM Card Indonesia untuk keperluan tugas-tugas sebagai Menteri.

“Jadi jangan dicampur aduk. Ini banyak pernyataan yang sudah bias, lalu membingungkan masyarakat, ini sayang sekali. Mengganti nomor yang mana segitu banyaknya orang mengganti nomor tidak diributkan. Jadi sekali lagi saya mempunyai beberapa WA group yang terbagi dalam dua bentuk. Yang satu WA untuk bisnis dan itu nomor Indonesia,” tegas Johnny.

Dalam kesempatan tersebut, Johnny juga berbicara soal serangan siber yang terkait dengan akun Bjorka yang menyebar data pemerintah maupun data pribadi pejabat di internet.

Dia menjelaskan, Pemerintah sudah merespon hal tersebut melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas), yang melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Infortmatika (Kemenkominfo, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan juga Bandan Intelijen Negara (BIN) oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami sudah rapat di bawah koordinasi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam), yang mana saat ini kami sedang siapkan payung hukumnya. Tim nya sudah diusulkan untuk dibentuk, tahap berikutnya nanti tergantung tim itu untuk penanganan menyeluruh yang berkaitan dengan seiber di ruang digital Indonesia,” jelas Johnny.

Kedua, lanjut Johnny, tentu penegak hukum bekerja untuk mengamankan ruang digital Indponesia. “Apa yang dilakukan oleh penegak hukum tentu harus berjalan dengan peraturan hukum dan Undang-Undang (UU) yang berlaku. Detailnya saya tidak ikuti karena itu kewenangan penegak hukum,” tegas Johnny.

Pada kesempatan tersebut, Johnny juga mengomentari soal isu resuffle yang ditujukan kepadanya, akibat dari maraknya kasus kebocoran data akhir-akhir ini. Menurut dia, resuffle adalah kewenangan dari Presiden. Bukan pada dirinya ataupun masyarakat.

“Itu tidak perlu saya komentari, karena kewenangan itu ada di Presiden. Bukan di saya, bukan di rakyat juga. Enggak ada hubungan dengan benar dan salah data (data bocor), kalau soal kewenangan resufle kabinet itu kewenangan Presiden. Kalau semuanya minta Presiden untuk ambil keputusan, semuanya juga minta macam-macam. Tetapi kewenangan itu ada di Presiden, pekerjaan menteri adalah melaksanakan visi dan misi presiden, itu dari awal Presiden sudah menyampaikan,” tutur Johnny.

baca juga: Menkominfo: Disiplin Jaga Data Pribadi, Jangan Hanya Saling Menyalahkan

Johnny meminta supaya ruang publik diisi dengan hal-hal yang stragegis, bukan dengan komentar-komentar yang justru menimbulkan pro kontra.

“Kita ini rakyat 250 juta jiwa, nanti setiap rakyat yang memberikan komentar, yang dengarnya enak dikomentari, ditanggapi nanti ruang digital kita, ruang publik kita diisi dengan pro kontra itu aja. Isilah dengan hal hal yang lebih stratgeis. Apalagi negara yang saat ini sedang mengalami tantangan yang besar, akibat dari tantangan global yang begitu besar, agar kita lebih efisien dan efektif mengelola pemerintahan dan negara,” ungkap Johnny.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com