Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (Dok Kemenkominfo)

Menkominfo Johnny G Plate. (Dok Kemenkominfo)

Menkominfo: NIK Data Pribadi yang Harus Dilindungi

Selasa, 30 Juni 2020 | 08:20 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan, Nomor Induk Kependudukan (NIK) merupakan sumber utama data pribadi warga negara hampir di semua negara, termasuk Indonesia.  Karena itu, NIK harus dijaga dengan baik dan hanya diberikan dengan sangat hati-hati.

NIK merupakan nomor identitas penduduk yang bersifat unik, atau khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia. NIK lazim tercantum pada dan sebagai nomor kartu tanpa panduduk (KTP) serta ada di kartu keluarga (KK).

Menkominfo pun berharap, setiap warga negara Indonesia untuk tidak memberikan NIK kepada pihak lain jika bukan karena urusan yang sangat penting dan terkait (corcern) serta bukan pihak/lembaga yang berwenang.

"Masyarakat harus betul-betul menjaga NIK-nya. Jangan terlalu cepat menyampaikan data-data terkait dengan NIK," tutur Johnny di Ruang Cyber Drone Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (29/06).

Menurut dia, data-data terkait NIK harus betul-betul diberikan kepada pihak lain melalui suatu proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Lembaga yang menjaga dan mengelolanya pun perlu melakukan cek dan pengecekan kembali (re-ceck) secara berkala.

"Karena apa? Data baru bisa diberikan dan bisa digunakan kalau pemilik data punya concern. Tanpa concern dari pemilik data, tidak boleh digunakan secara sah (oleh pihak lain)," ujarnya.

Karena itu, jika ada yang menggunakan data tanpa concern pemilik data, tindakan tersebut ilegal dan menggunakan data secara tidak sah. Penyalahgunaan data tersebut merupakan subjek pada tindakan pidana dan dan bisa dikenakan denda.

"Jadi, jaga NIK itu pasti. Jangan terlalu mudah memberikan data NIK dengan kita tahu betul apa tujuannya," tegas dia.

Jaga NIK

Sementara itu, cara menjaga NIK, pemilik data juga wajib menggunakan one time password (OTP) jika memiliki akun dalam platform/aplikasi tertentu. Selain itu, pemiliknya juga  disarankan secara rutin mengganti kata sandinya (password) dengan tujuan menjaga NIK-nya. 

"Langkah ini harus dilakukan demi mencegah kebocoran data. Kita gunakan password kita, harus sering kita ubah. Jangan sampai kita menggunakan satu passwod yang sama. Jika password-nya itu nanti diketahui pihak yang lain, data kita bisa bocor," paparnya.

Menkominfo pun menekankan kepada masyarakat di Tanah Air untuk selalu melindungi data pribadinya dengan selektif. Satu di antaranya dengan menjaga dan memberikan NIK kepada pihak lain hanya jika sangat diperlukan serta mengganti kata sandi pada platform secara berkala.

"Jadi, dua hal itu. Hati-hati memberikan akses terhadap NIK kita, harus jelas tujuannya dan harus jelas kepada siapa itu diberikan. Yang kedua, pemilik data harus sering mengganti password," pungkas Johnny.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN