Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkominfo Johnny G Plate saat diwawancara awak media di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (19/8/2022). (Foto:Investor Daily/Eman)

Menkominfo Johnny G Plate saat diwawancara awak media di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (19/8/2022). (Foto:Investor Daily/Eman)

Menkominfo: Penerapan ASO adalah Mandat UU

Jumat, 19 Agustus 2022 | 19:16 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor,id- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan program Analog Switch Off (ASO) atau pengalilan dari tv analog menjadi tv digital adalah mandat dari Undang-Undang (UU). Oleh karena itu, program ini harus diimplementasikan, terlepas dari konsekuensi yang akan ditimbulkan.

“ASO adalah mandat UU. Karena mandat UU, maka tidak ada pilihan lain, maka harus diimpelementasikan, apa pun konsekuensinya. Tugas yang kita lakukan ini dalam rangka meminimalkan kosekuensi melalui pemahaman masyarakat yang lebih terhadap ASO,” kata Johnny di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Menurut Johnny, perjuangan untuk mengimplementasikan program ASO telah sangat panjang. Pengimplementasian ASO juga merupakan salah satu komitmen Indonesia dalam World Radiocommunication Conference (WRC).

“Sehingga, tanpa ragu kita memastikan perlu ada legislasi primer yang memayungi ini. Yang menugaskan kepada Indonesia untuk melaksasnakan ASO. Terlepas dari manfaat-manfaat umum. Tetapi manfaat sepesifiknya adalah demi layanan penyiaran masyarakat yang lebih baik, yang jernis dan teknologi yang lebih canggih,” ujar Johnny.

Johnny melanjutkan, di Indonesia pengimplementasian ASO dilakukan secara multiple fase. Sehingga, penerapannya akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur di wilayah siaran tereseterial dan juga kesiapan masyarakat.

“Sampai dengan tanggal 2 November 2022, akan dilakukan banyak ASO sesuai dengan kesiapan wilayahnya. Nah setelah tahap pertama yang dulu kita lakukan, sekarang giliarannya di wilayah Jabodetabek yang sedang kita siapkan distribusi set top box (STB) kepada masyarakat miskin. Secara teknis akan dilakukan juga multiple ASO,” ungkap Johnny.

Johnny menuturkan, langkah penerapan langkah multiple fase telah melalui benchmark dengan beberapa negara, di antaranya di Amerika Serikat (AS), Jepang, dan juga beberapa negara di Asia Tenggara.

“Kita belajar pengalaman di banyak negara, dan kita harus realistis terkait kesiapan dalam negeri. Tadi saya sudah sampaikan kesiapan dalam negeri itu, yang pertama harus sudah terbangun infrastruktur mux. Yang sedianya kita sudah menyusunnya. Tetapi karena infrastruktur mux harus kita sesuaikan, maka jadwal ASO pun harus disesuiakan. Di mana UU itu menyatakan secara jelas batas akhirnya,” tambah Johnny.

Kedua, distribusi STB. Johnny mengungkapkan, sebenarnya bisa melakukan ASO sesuai dengan direncanakan pada awal. Tetapi, implikasinya bisa mematikan tv-tv tabung masyarakat miskin yang belum memiliki STB.

“Kita bisa melakukan ASO sesuai yang kita rencanakan setiap saat. Tetapi implikasinya tv-tv tabung masyarakat mati, gak bisa nonton tv. Nah kita kan harus melihat juga bagaimana supaya masyarakat ini harus bisa tetap menjaga, layanannya bisa menerima siaran dengan baik. Sampai di batas waktu tertentu baru dilakukan full switch off secara bertahap. Karena itu referensi UU cuma satu kok, batas akhir. Ini juga belajar dari pengalaman di banyak negara,” tandas Johnny.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com