Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo: Presidensi G20 Perkuat Agenda Transformasi Digital Indonesia

Senin, 22 November 2021 | 20:40 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menilai, penunjukan Kepemimpinan, atau Presidensi G20 Indonesia, merupakan momentum yang dapat membawa manfaat ekonomi sekaligus mendorong akselerasi agenda transformasi digital di Tanah Air.

Selain itu, Presidensi G20 akan memiliki manfaat bagi pelaku industri serta inovasi teknologi digital di Indonesia. Pada event Forum G20, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun akan mengambil peran sebagai pengampu persiapan substansi dan penyelenggaraan Digital Economy Working Group (DEWG).

“Kami melihat bahwa penyelenggaraan Presidensi G20 dapat mendorong agenda transformasi digital di Indonesia, antara lain mengadvokasi agenda dan kepentingan Indonesia, termasuk mewujudkan fair level playing field antara negara maju dan berkembang,” kata Johnny, dalam pernyataannya, Senin (22/11).

Menurut dia, G20 juga sebagai forum ekonomi utama global yang memiliki posisi strategis. Karena, Presidensi G20 Indonesia juga akan memiliki manfaat bagi pelaku industri serta inovasi teknologi digital di Indonesia.

“Menjadi melting pot bagi pelaku industri dan regulator lintas sektor untuk melakukan optimalisasi teknologi digital dan showcasing potensi, inovasi, dan kreativitas Indonesia dalam pemanfaatan teknologi digital," ujarnya.

Johnny melanjutkan, dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022, Kemenkominfo akan mengambil peran sebagai pengampu persiapan substansi dan penyelenggaraan DEWG.

“Indonesia berkesempatan menjadi pemimpin pertama DEWG setelah sebelumnya dielevasi dari status Task Force pada Presidensi Italia tahun 2021,” imbuh dia.

Kemenkominfo, selaku pengampu DEWG, pun menyambut baik amanat tersebut dan mendorong terciptanya diskusi lintas sektor, termasuk dengan seluruh working groups dan engagement groups, baik yang berada di bawah Sherpa Track maupun Finance Track G20.

Bahkan, peningkatan status Digital Economy Task Force (DETF) menjadi DEWG membuka peluang bagi Indonesia menjadi pemimpin pembahasan kebijakan ekonomi digital global.

“Elevasi DETF menjadi DEWG memberi kesempatan bagi Indonesia untuk memimpin diskusi pembahasan kebijakan ekonomi digital global dengan komitmen antar negara anggota G20 yang lebih kuat,” tegasnya.

Menkominfo menuturkan, posisi G20 cukup signifikan dalam isu kebijakan pemanfaatan teknologi digital. G20 dinilainya merupakan salah satu forum efektif untuk membangun konsensus di isu pemanfaatan teknologi digital di hampir seluruh kegiatan ekonomi di dunia.

“Konsensus yang tercipta pada sidang G20 dapat menghasilkan arah kebijakan bersama (common direction) di berbagai isu teknologi digital,” ujarnya.

Johnny juga mengharapkan, melalui DEWG, pembahasan isu digital dapat berlangsung lintas industri dan sektor, sehingga dapat memfasilitasi upaya kolaborasi, koordinasi, dan pemutakhiran kebijakan pemanfaatan teknologi digital, termasuk dalam konteks pelayanan publik.

“Tidak hanya itu, DEWG juga dapat menjadi forum untuk mengawal pelaksanaan kebijakan dan komitmen terkait isu ekonomi digital yang telah disepakati pada pertemuan sebelumnya,” ungkap Johnny.

3 Isu Prioritas

Dalam DEWG, lanjut Menkominfo, Kemenkominfo akan membahas tiga isu prioritas. Pertama, konektivitas dan pemulihan pasca-Covid-19 (Connectivity and Post- Covid-19 Recovery). Pembahasan mengenai konektivitas dan pemulihan akan diarahkan agar dapat mendukung ekspansi kegiatan ekonomi untuk pemulihan.

Kedua, berkaitan dengan literasi digital dan keterampilan digital (digital skills and digital literacy). Fokus isu ini berkaitan dengan pengembangan peningkatan kesiapan masyarakat dalam kegiatan ekonomi digital.

Ketiga, isu prioritas arus data lintas batas negara (cross border data flow and data free flow with trust) yang akan mendorong pembahasan tata kelola arus data lintas batas antarnegara.

Pembahasan dilakukan untuk melanjutkan diskusi mengenai definisi trust dalam data free flow with trust, prinsip arus data lintas batas yang disampaikan di Presidensi G20 Arab Saudi, yaitu lawfulness, fairness, transparency, and reciprocity, serta mendorong penyusunan serta rekomendasi kebijakan penggunaan identitas digital.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN