Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatanganan NKA Kemenkominfo, KPU, dan Baswasu, Internet Lawan Hoaks, Jumat (28/8). (IST)

Penandatanganan NKA Kemenkominfo, KPU, dan Baswasu, Internet Lawan Hoaks, Jumat (28/8). (IST)

Menkominfo Tegaskan Jaga Ruang Digital saat Pilkada

Minggu, 30 Agustus 2020 | 21:31 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan komitmen pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk menjaga ruang digital yang sehat dan bersih.

Hal itu disampaikannya setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menandatangani Nota Kesepakatan Aksi (NKA) tentang Pengawasan Konten Internet dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020.  

"Saya menyambut gembira bahwa kementerian dan lembaga penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 didukung dengan ekosistem dan komitmen yang dituangkan dalam NTA untuk penyelenggaraan berlangsung sukses, termasuk menjaga ruang digital sehat," tutur Johnny di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Jum'at (28/8).

Menurut dia, transformasi digital yang terakseleratif sebagai dampak pandemi Covid-19 telah memberikan dampak dalam aspek politik. Secara khusus pada Pilkada 2020, informatika dan telekomunikasi memainkan peran vital dan signifikan untuk mendukung penentuan pemimpin di daerah yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020.

Menkominfo pun menegaskan, kecerdasan dan kemampuan sebagai bangsa menentukan kualitas demokrasi. Hal ini akan lebih tampak jika memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara cerdas, termasuk aspek hilir telekomunikasi dan informatika, yaitu ruang digital atau konten internet.

Jika melihat urutannya, garis pertama untuk menjaga (first line of prevention) ruang digital yang sehat dan bersih justru berada pada penyelenggara pemilu dan penegakan hukum,

“Kami tentu berharap kolaborasi dan kerja sama ini untuk memastikan first line of prevention harus sukses, sehingga the last line of prevention yang menjadi tugas akhir menjaga ruang digital di Kemenkominfo menjadi lebih ringan,” ujarnya

Karena itu, Johnny berharap, penyelenggara pemilu, penegakan hukum, dan partisipan utama dari Pilkada 2020 dapat menjaga agar ‘bendungan’ tersebut tidak jebol. Menurut dia, Kemenkominfo berada di ‘sawah’ agar dapat membagi air rata mengaliri pesawahan. 

"Jika ruang digital diisi dengan air bah hoaks, disinformasi, maupun hate speech, tentu ruang digital menjadi kotor. Apabila air bah bendungan, atau disinformasi mengaliri sawah dan hanya dilengkapi gayungan saja, tentu sulit membersihkan sawah yang sudah diisi dengan air bah akibat jebolnya bendungan," tegasnya.

 Menkominfo menegaskan, lewat kerja sama antarpihak untuk menjaga teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan baik akan menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan Pilkada 2020.

“Saya kira sangat jelas bahwa di tingkat first line of prevention menjadi tugas kita bersama untuk menjaga agar TIK serta ruang digital kita gunakan dengan baik, benar, dan bermanfaat bagi peningkatan dan kualitas demokrasi melalui penyelenggaraan Pilkada 2020 yang sukses seperti kita harapkan,” ungkapnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN