Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Tegaskan Langkah Take Down Atas Akun Prostitusi Daring

Minggu, 21 Maret 2021 | 14:59 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sudah meminta penyelenggara aplikasi pesan instan untuk tegas memblokir (take down) akun yang digunakan untuk praktik prostitusi dalam jaringan (daring/online).

“Kami sudah meminta komitmen dari pengelola aplikasi pesan instan untuk melakukan take down akun yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal, atau melanggar hukum, termasuk prostitusi online,” ujar Menkominfo, di Jakarta, seperti dikutip Minggu (21/3).

Dia mengakui, ada warganet di Indonesia yang menggunaan beberapa aplikasi pesan singkat untuk melakukan kegiatan melanggar hukum, khususnya komunikasi aktivitas prostitusi daring.

“Aplikasi MiChat, atau aplikasi pesan singkat, seperti WhatsApp, sering disalahgunakan oleh pengguna di Indonesia untuk melakukan komunikasi kegiatan yang berbau prostitusi online,” tuturnya. 

Berkaitan dengan adanya praktik prostitusi daring yang menggunakan aplikasi MiChat, Johnny menyatakan, penyelenggara aplikasi sudah berjanji akan melakukan take down atas akun-akun tersebut.

“MiChat sendiri sudah ada perwakilannya di Indonesia, dan sudah berkomitmen untuk take down akun di MiChat yang disalahgunakan oleh netizen di Indonesia untuk janji pertemuan, atau pun promosi kegiatan prostitusi online yang dilaporkan oleh Kemkominfo, Polri, maupun masyarakat," tandasnya.

Menkominfo menuturkan, saat ini, belum ada permintaan resmi dari Polri mengenai akun-akun yang terkait dengan prostitusi daring. Namun demikian, Kemkominfo secara proaktif terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi agar ruang digital Indonesia bersih dan bermanfaat.

"Belum ada formal request dari Polri, namun Tim Cyber Drone Kemkominfo akan berkoordinasi bersama Polri terkait pemanfaatan konten MiChat tersebut agar ruang digital kita bersih dan bermanfaat, sebagaimana amanat perundangan-undangan di Indonesia," tegas dia.

Berdasarkan pantauan Kemkominfo, hingga tahun 2020, telah ada 1.068.926 konten yang berkaitan dengan pornografi ditangani oleh Tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika. Dari jumlah itu, terdapat 10 konten yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak-anak.  

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN