Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkominfo Johnny G Plate saat menghadiri acara gala dinner BNI

Menkominfo Johnny G Plate saat menghadiri acara gala dinner BNI

Menkominfo Tekankan Era Konvergensi Industri Broadcasting dengan OTT

Kamis, 13 Okt 2022 | 06:15 WIB
Emmanuel Kure (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengapresiasi dan memberikan dukungan atas metamorfosis Beritasatu Media Holdings menjadi B Universe. Metamorfosis ini menjadikan B Universe menjadi media multiplatform, termasuk di dalamnya BTV yang dikategorikan sebagai industri broadcasting. Namun, Johnny juga menekankan, saat ini adalah era konvergensi antara industri broadcasting dengan the new media atau Over The Top (OTT).

“Saya memberikan dukungan, yang pertama, selamat atas metamorfosa Beritasatu News Channel menjadi BTV. Kami ucapkan selamat untuk mengambil bagian di digitalisasi broadcasting nasional kita,” kata Johnny saat menghadiri acara gala dinner BNI Investor Daily Summit 2022 di JCC Senayan, Jakarta, (12/10/2022).

Johnny juga menyampaikan tentang amanat UU Cipta Kerja bahwa mulai 2 November 2022, merupakan momentum digitalisasi broadcasting Indonesia, di mana akan dilakukan Analog Switch Off (ASO), peralihan dari televisi analog ke televisi digital.

Baca juga: Kemenkominfo Gelar Kelas Literasi Digital Tingkatkan Kompetensi Guru TIK di Sorong

Advertisement

“Saya tentu meminta kita sekalian, industri terkait dan ekosistemnya untuk mengambil bagian secara sungguh-sungguh, melakukan sosialisasi secara sungguh-sungguh, menyiapkan perangkat infrastruktur secara sungguh-sungguh, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) digital secara sungguh-sungguh, perangkat-perangkat televisi di studio-studio secara sungguh-sungguh. Tadi sudah disampaikan bahwa BTV sudah di 80 kota, dan juga harus menyiapkan perangkat penerima untuk masyarakat, hulu hilir agar ASO kita bisa berlangsung sukses,” ujar Johnny.

Menurut Johnny, hal ini penting, karena perlu memastikan konvergensi di dalam bermitra usaha dalam sektor digital. Khususnya, antara industri broadcasting dengan the new media atau OTT.

“Kita perlu memastikan menjaga konvergensi untuk itu, kita lihat di banyak negara, saya mengambil contoh, di Australia sudah dihasilkan legislasi, yang disebut dengan publisher right yang menjaga agar keseimbangan ekosistem usaha the new media dan broadcaster bisa hidup berdampingan. Di Uni Eropa, keluar dua legislasi baru yang juga mengatur konvergensi,” ungkap Johnny.

Baca juga: Kemenkominfo Umumkan Penawaran Harga Lelang Frekuensi 2,1 GHz

Sementara, di Indonesia pun demikian. “Kita harus menjaga agar hidup berdampingan dalam playing field yang seimbang antara konvensional media dalam hal ini broadcaster televisi dengan OTT, dengan global technology company secara khusus. Agar penghasilan utama media, melalui advertising itu bisa lebih berimbang,” jelas Johnny.

Sebab, kata Johnny, memang ada peningkatan secara nominal pada iklan di pertelevisian. Akan tetapi, secara persentase, keseimbangan antara belanja advertising yang masuk atau diserap oleh OTT jauh lebih tinggi dibandingkan dengan konvensional media. “Kita perlu sama-sama menjaga dan mengatur ini,” tegas Johnny.

Johnny menambahkan, ASO juga memungkinkan multi channel dan efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi. “Saya berharap, dengan diberi kewenangan untuk mengatur mux, mengatur kanal-kanal agar industri broadcasting kita menjadi industri multi kanal, multi platform sehingga punya kemampuan daya saing yang lebih baik. Termasuk BTV sudah menyampaikan menjadi multi platform, itu bagus dan menjadi cita-cita,” ungkap Johnny.

Baca juga: Kemenkominfo Gelar Kickoff Literasi Digital Sektor Pendidikan Tingkat SMK DKI Jakarta

Tetapi Johnny meminta supaya tata kelola diatur dengan baik, agar spektrum frekuensi bisa dikelola dengan baik, melalui digitalisasi pertelevisian, serta pemanfaatan kanal-kanal melalui multiplexing bisa dikelola lebih baik dan secara adil.

“Serta keseimbangan, agar pemanfaatan spektrum frekuensi untuk industri telekomunikasi termasuk untuk 4G dan 5G serta pemanfaatan spektrum untuk broadcasting bisa kita tata kelola dengan baik,” tambah Johnny.

Johnny juga menuturkan, memberikan dukungan sepenuhnya untuk mengawal legislasi dengan baik, membuka ruang seluas-luasnya untuk menghasilkan Indonesian publisher right.

Baca juga: Menkominfo Terima Dukungan untuk Pencalonan Dewan ITU

“Saya juga mengajak agar kita bersama-sama mengambil bagian dalam digitalisasi nasional, melalui keikutsertaan kita menghasilkan digital talent di Indonesia. Kita melakukan deployment ICT infrastruktur besar-besaran secara nasional, tetapi jangan sampai kita tidak bisa memanfaatkan hilirnya, downstream digital kita. Namun demikian perlu kita bahu membahu menghasilkan digital talent di semua level. Ini kerja kolaborasi,” ucap Johnny.

Dalam kesempatan tersebut, Johnny juga sepakat dengan tagline BNI Investor Daily Summit 2022 Optimism in uncertainty. Menurut dia, pada saat dunia global mengalami gonjang ganjing luar biasa, pada saat gambaran-gambaran gelap dan sulit yang melanda dunia, Indonesia tetap resilience.

“Kita bisa bertahan dengan baik. Ini hasil leadership yang kuat, dan tentunya Bapak Presiden directly yang terarah dari Presiden dan kolaborasi dari ekosistem, termasuk dari dunia usaha. Inilah Indonesia yang menguatkan kita sekalian,” tandas Johnny.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com