Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konperensi Pers TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Kamis (27/11).

Konperensi Pers TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Kamis (27/11).

MSI Gelar Acara Top Digital Awards

Abdul Muslim, Rabu, 27 November 2019 | 22:00 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Madani Solusi Internasional (MSI) menggelar puncak acara Top Digital Awards 2019 yang dihadiri oleh sekitar 700 audience di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (27/11). Beberapa pimpinan kementerian dan lembaga negara, gubernur, walikota, bupati, CEO, serta manajer teknologi informasi (TI) hadir untuk menerima penghargaan.

Pesatnya perkembangan TI dan telekomunikasi (telko) yang bertransformasi menjadi teknologi digital mendorong PT MSI, sebagai penerbit majalah It Works dan pengelola portal berita itworkd.id untuk menyempurnakan kegiatan Award TI TELCO sebelumnya yang sudah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2014 menjadi Top Digital Awards mulai tahun 2019 ini.

Top Digital Awards 2019 diselenggarakan bekerja sama dengan sejumlah asosiasi di bidang TI dan konsultan TI independen. Tema yang diangkat Digital Tranformation for National Economic Competitiveness. Artinya, penerapan transformasi digital dan optimalisasi teknologi informatika diharapkan dapat meningkatkan daya saing (competitiveness) ekonomi nasional.

Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2019 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah It Works dan portal berita itworks.id M Lutfi Handayani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar bukan sekedar ajang penghargaan, namun juga mempunyai aspek pembelajaran bagi peserta.

“Saat mengikuti tahapan wawancara penjurian, peserta melakukan presentasi dan tanya jawab di hadapan Dewan Juri Top Digital Awards 2019, ada sesi nilai tambahnya. Dalam sesi ini, dewan juri memberikan masukan dan saran/rekomendasi kepada para peserta tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu dilakukan ke depan,” ungkap Lutfi, dalam keterangannya.

Menurut dia, saran dan masukan yang diberikan oleh dewan juri meliputi tentang tata kelola TI, infrastruktur TI untuk mendukung teknologi digital, serta implementasi TI dan teknologi digital dalam bentuk solusi, atau aplikasi.

Top Digital Awards merupakan penghargaan bidang TI telko, atau teknologi digital terbesar di Indonesia. Kegiatan penilaian pun melibatkan lebih dari 500 perusahaan dan instansi pemerintahan. Kemudian, berdasarkan rekomendasi para pakar, konsultan, dan asosiasi TI dan telekomunikasi ditetapkan 200 finalis/kandidat pemenang.

Kemudian, para finalis diminta untuk mengisi kuesioner tentang keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya, serta diundang untuk mengikuti wawancara penjurian.

Dari 200 finalis, sebanyak 129 finalis yang mengikuti tahapan penilaian secara lengkap, termasuk mengikuti wawancara penjurian. Hasilnya terpilih 21 instansi yang menjadi pemenang berdasarkan kuesioner rekomendasi dan riset pasar (market research). Kegiatan ini pun sekitar 150 finalis, termasuk dari kementerian, lembaga, dan perusahaan.

Rekomendasi

Sementara itu, selama proses penilaian dan penjurian, dewan juri mengidentifikasi beberapa temuan penting dan merumuskan solusi strategisnya. Sebagai bagian dari upaya untuk membangun bangsa menuju Indonesia maju, majalah It Works dan Dewan Juri Top Digital Awards pun akan menyampaikan dokumen rekomendasi Top Digital kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, Kabinet Indonesia Maju, dan beberapa stakeholders.

Ketua Dewan Juri Top Digital Awards 2019 Prof Dr-Ing Kalamullah Ramli, atau yang akrab dipanggil Prof Muli, menyampaikan sejumlah temuan penting terkait implementasi TI dan transformasi digital yang diperoleh dewan juri dari para peserta.

Beberapa di antaranya security TI masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Karena itu, serangan terhadap keamanan sistem TI harus diwaspadai agar aktivitas operasional jangan sampai terganggu, atau bahkan berhenti hanya karena sistem keamanan yang masih lemah.

Kemudian, pentingnya singkronisasi dan integrasi aplikasi yang digunakan oleh pemerintah pusat (kementerian dan lembaga) dengan aplikasi yang digunakan dinas-dinas di pemerintah daerah. Kebijakan Satu Data sudah tepat. Namun, implementasinya masih memerlukan kebijakan yang 'memaksa' berjalannya kebijakan Satu Data.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA