Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto dari ki-ka: Country Manager Nutanix Indonesia Andreas Kagawa,  Director Solution & Infrastructure Business Multipolar Technology Jip Ivan Sutanto, Operational Director Bank BPD Bali IBG Setia Yasa, dan Country Lead Lenovo DCG Indonesia Dick Bahar.  (Dok Multipolar Technology)

Foto dari ki-ka: Country Manager Nutanix Indonesia Andreas Kagawa, Director Solution & Infrastructure Business Multipolar Technology Jip Ivan Sutanto, Operational Director Bank BPD Bali IBG Setia Yasa, dan Country Lead Lenovo DCG Indonesia Dick Bahar. (Dok Multipolar Technology)

Multipolar Pacu Otomatisasi Data Center

Rabu, 25 September 2019 | 21:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Multipolar Technology Tbk mengangkat isu tentang pusat data (data center) melalui seminar bertema Start Your Automation Journey Now! yang diadakan di Hotel Mulia Jakarta, pada Selasa (24/9). Seminar dengan tema tersebut diadakan dengan tujuan untuk memacu otomatisasi dan sinergitas dunia data center di Tanah Air.

Hadir dalam seminar itu antara lain Country Manager Nutanix Indonesia Andreas Kagawa, Director Solution & Infrastructure Business Multipolar Technology Jip Ivan Sutanto, Operational Director Bank BPD Bali IBG Setia Yasa, dan Country Lead Lenovo DCG Indonesia Dick Bahar.

Saat ini, infrastruktur teknologi informasi (TI) dalam data center merupakan fondasi utama untuk menunjang aktivitas bisnis. Namun, masih banyak perusahaan dengan infrastruktur data center yang tak menyatukan data antardivisinya (silo), sehingga fungsi server, storage, network, dan virtualisasi berjalan sendiri-sendiri, atau tidak terintegrasi. Hal ini pun menyulitkan pengelolaan dan tidak efisien.

“Kendala dari penerapan infrastruktur yang silo juga dialami oleh Bank BPD Bali yang memiliki beberapa server bare metal standalone dan virtualisasi tradisional untuk mengakomodir aplikasi kritikal,” ungkap Multipolar, dalam keterangannya.

Karena pengelolaan yang tidak terpusat, operasional data center di Bank BPD Bali menjadi tidak efisien. Dalam kesempatan tersebut, Bank BPD Bali pun berbagi pengalamannya memodernisasi data center-nya dengan teknologi Hyperconverged Infrastructure (HCI) siap pakai dari Nutanix.

Teknologi HCI mengintegrasikan beberapa layanan data center, yakni server, storage, network, dan virtualisasi, dengan proses implementasi hanya dalam hitungan menit. Bank BPD Bali memilih solusi HCI dari Nutanix karena memberikan fleksibilitas dalam pilihan perangkat keras untuk data center-nya dan menyederhanakan pengelolaan infrastruktur TI, khususnya untuk aplikasi yang kritikal.

Untuk mendukung HCI Nutanix, Bank BPD Bali memilih perangkat keras Lenovo ThinkAgile HX Series. Dengan kombinasi HCI Nutanix dan Lenovo, Bank BPD Bali mendapatkan manfaat dari infrastruktur TI yang lebih sederhana, yang juga berdampak pada penghematan biaya pembelian komponen pendukung server secara terpisah seperti RAM, disk, dan license.

“Pemanfaatan HCI Nutanix dan Lenovo oleh Bank BPD Bali ini mempercepat proses deployment, sehingga memudahkan operasional dan mengurangi kompleksitas karena pengelolaannya cukup dipantau melalui satu dashboard, sehingga BPD Bali bisa lebih fokus untuk meningkatkan layanannya,” jelas Jip Ivan Sutanto, dalam sesi diskusi.

Dengan menggunakan teknologi HCI, perusahaan dapat mengurangi dampak yang tidak menguntungkan dari pengelolaan data center yang silo. Perusahaan pun akan dapat semakin bersaing di era digital transformasi saat ini.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN