Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ki-ka : Yugi Edison (direktur), Yohan Gunawan (direktur), Herryyanto (direktur), Hanny Untar (direktur), Wahyudi Chandra (Presiden Direktur), Jip Ivan Susanto (direktur), Suyanto Halim (direktur). 
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Multipolar Technology Tbk di Tangerang Selasa (2/6) menyetujui pembagian dividen Rp 133 per lembar saham.

ki-ka : Yugi Edison (direktur), Yohan Gunawan (direktur), Herryyanto (direktur), Hanny Untar (direktur), Wahyudi Chandra (Presiden Direktur), Jip Ivan Susanto (direktur), Suyanto Halim (direktur). Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Multipolar Technology Tbk di Tangerang Selasa (2/6) menyetujui pembagian dividen Rp 133 per lembar saham.

Multipolar Technology Optimistis Capai Target Bisnis 80-100%

Windarto, Selasa, 2 Juni 2020 | 20:31 WIB

Jakarta-PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) optimistis perusahaan bisa menggapai target 80-100% dari yang ditetapkan kendati saat ini Indonesia tengah menghadapi dampak pandemi Covid-19. Disampaikan Presiden Direktur MLPT Wahyudi Chandra, hingga memasuki kuartal kedua tahun 2020, belum terlihat dampak signifikan yang menimpa sektor industri teknologi informasi akibat pandemi tersebut. Meski demikian, ia akan terus memonitor seberapa besar dampak ini terhadap para pelanggan MLPT. Di sisi lain potensi dan sejumlah pengembangan bisnis sudah disiapkan MLPT termasuk melalui anak usahanya, PT Visionet Data Internasional (Visionet) dan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN)

Berdasarkan laporan kinerja sepanjang kuartal pertama 2020, MLPT mencatat pertumbuhan yang cukup baik. MLPT mencatat penjualan dan pendapatan bersih sebesar Rp 508,917 miliar, naik dari perolehan pada periode sama 2019 yang tercatat sebesar Rp 470,666 miliar alias bertumbuh 8,13%. Sementara laba bruto yang dihasilkan pada periode ini juga naik 4,7% dari Rp 65,464 miliar menjadi Rp 68,540 miliar.

“Kami bisa memastikan per case bisa diberikan tepat waktu, dari pengiriman barang, pemasangan, maupun after sales services-nya. Kami juga melakukan bagaimana bisa mempercepat dari proses pengakuan revenue tersebut. Tentunya dengan menyesuaikan kondisi customer dan lainnya,” tutur Wahyudi mengenai strategi yang dilakukan MLPT bisa tetap bertumbuh.

Di sisi lain, MLPT juga dalam 2-3 bulan terakhir melakukan penyesuaian operasional dengan melakukan kerja secara remote, work from home (WFH), maupun kerja secara normal di kantor dan di tempat klien dengan tetap mengikuti ketentuan yang disyaratkan pemerintah.

Direktur MLPT Suyanto Halim menambahkan, sepanjang kuartal pertama para pelanggan masih menjalankan rencana secara normal, dan di kuartal kedua juga diprediksi perbankan masih menjalankan rencananya seperti yang tertuang dalam rencana bank 2020. “Implementasinya merupakan bagian dari bagaimana mereka mempertahankan critical system agar tetap berjalan dengan baik. Untuk mempertahankan service level kepada pelanggan mereka. Harapan kami impact Covid-19 ini tidak terlalu besar buat industri TI, sehingga kami harapkan target kami bisa masuk sampai 80-100% dari target yang ditetapkan,” ujarnya dalam Paparan Publik RUPST di Tangerang (2/6) yang dilakukan secara virtual melalui jaringan Webex ini.

Sepanjang 2019, MLPT mencatat penjualan bersih dan pendapatan jasa sebesar Rp 2,455 triliun, naik dari Rp 2,435 triliun yang diperoleh pada 2018. Dari total penjualan dan pendapatan tersebut, lini bisnis IT outsourcing, jasa teknologi, perangkat lunak, mencatat kenaikan masing-masing sebesar 27,12%, 21,36%, dan 13,61%. Namun lini bisnis perangkat keras dan perangkat pendukungnya mengalami penurunan 14,56%.

Di tahun 2020 belanja modal yang dianggarkan MLPT sebesar Rp 100 miliar, Rp 85 miliar di antaranya untuk mengembangkan anak usaha, PT Visionet dan PT GTN, sisanya dialokasikan untuk induk usaha. Beberapa inisiatif yang dilakukan MLPT selama 2020 ini antara lain, fokus dalam pengembangan bisnis big data & analytics, cloud, security, middleware/application programming interface (API), dan digital banking application. Sementara untuk Visionet fokus dalam pengembangan bisnis enabler payment solution, security services, cloud serivices, managed printing services. Adapun GTN fokus dalam pengembangan bisnis GTN Partnership Program, free local internet, connectibity network building program.

MLPT pun semakin fokus mengembangkan solusi-solusi berbasis digital untuk memudahkan dan mempercepat inovasi dan kolaborasi dengan pelaku ekosistem digital/fintech. Salah satu solusi yang dikembangkan Perseroan adalah platform VisionDG – solusi digital yang juga memanfaatkan API Management untuk dapat berkolaborasi dengan ekosistem digital, yang memiliki fitur lengkap dan aman untuk online customer onboarding, transaksi finansial, pembayaran dan pembelian, sistem loyalty, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), dan merchant system.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN