Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO BeritaSatu Media Holdings Nicky Hogan, COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono dan News Director BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menerima  kunjungan secara virtual Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Head of Publc Affairs OVO Sinta Setyaningsih, dan Corporate Communications Manager OVO Andina Rosfieta, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

CEO BeritaSatu Media Holdings Nicky Hogan, COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono dan News Director BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menerima kunjungan secara virtual Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Head of Publc Affairs OVO Sinta Setyaningsih, dan Corporate Communications Manager OVO Andina Rosfieta, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

OVO Berkembang Menjadi Integrated Financial Technology

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 16:24 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Dalam tiga tahun usianya, OVO tidak lagi sekadar perusahaan e-money atau fintech yang melayani pembayaran secara digital, melainkan sudah berkembang menjadi sebuah integrated financial technology company.

OVO juga melayani peer to peer lending (P2P lending), penyimpanan dan peminjaman dana, memfasilitasi investasi reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN), pembelian asuransi, dan multifinance.

Sebagai perusahaan keuangan yang berada dalam regulasi dan pengawasan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OVO memiliki peran dan nilai strategis untuk negara. Dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas pekerja Indonesia untuk bersaing di era industri 4.0, OVO mendukung program Kartu Prakerja.

Sejak awal, OVO terlibat penuh dalam membangun platform sistem pembayaran untuk mendukung sukses program Kartu Prakerja.“OVO mendistribusikan danabansos melalui platform berbasis teknologi digital. Ke depan, akan banyak inisiatif, terutama untuk membantu UMKM,” kata Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra dalam zoom meeting dengan redaksi Berita Satu Media Holdings di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

CEO BeritaSatu Media Holdings Nicky Hogan, COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono dan News Director BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menerima  kunjungan secara virtual Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Head of Publc Affairs OVO Sinta Setyaningsih, dan Corporate Communications Manager OVO Andina Rosfieta, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
CEO BeritaSatu Media Holdings Nicky Hogan, COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono dan News Director BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menerima kunjungan secara virtual Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Head of Publc Affairs OVO Sinta Setyaningsih, dan Corporate Communications Manager OVO Andina Rosfieta, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karaniya menyatakan, sejak menjalin kemitraan strategis dengan Grab dan Tokopedia, OVO sudah menjadi ekosistem digital terbesar di Indonesia.

Saat ini, kata dia, OVO bukan hanya sebagai e-money, tetapi sudah merambah ke jasa keuangan. OVO memfasilitasi P2P lending bernama Taralite yang sudah mendapatkan lisensi resmi dari OJK. Untuk investasi wealth management, OVO memiliki saham minoritas di Bareksa.

“Kita sedang juga bicara dengan multifinance, mudah-mudahan bisa segera finalisasi. Dan sekarang sedang agresif masuk ke asuransi,” kata Karaniya.

Tak hanya itu, OVO juga turut membantu pemerintah dalam menuntaskan misi inklusi keuangan di Indonesia. Salah satunya, OVO terlibat dalam membuat platform Kartu Prakerja, sehingga dapat menyalurkan dana bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, dan juga turut membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.

“OVO sebagai perusahaan keuangan juga tentu sebagaimana halnya bank, perusahaan- perusahaan dan lembaga keuangan lainnya, memiliki nilai yang strategis buat negara kita, buat perekonomian kita. Karena itu, sejak akhir tahun lalu, kami berusaha untuk aktif membantu pemerintah, lewat Kartu Prakerja,” ujar Karaniya.

CEO BeritaSatu Media Holdings Nicky Hogan, COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono dan News Director BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menerima  kunjungan secara virtual Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Head of Publc Affairs OVO Sinta Setyaningsih, dan Corporate Communications Manager OVO Andina Rosfieta, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
CEO BeritaSatu Media Holdings Nicky Hogan, COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono dan News Director BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menerima kunjungan secara virtual Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Head of Publc Affairs OVO Sinta Setyaningsih, dan Corporate Communications Manager OVO Andina Rosfieta, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karaniya mengungkapkan, selama dua tahun terakhir, revenue OVO terus meningkat. Hal itu akibat pengurangan biaya promosi yang turun lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Dia melihat, istilah bakar duit yang dulu sering disematkan kepada perusahaan yang sedang mengembangkan layanan (start up) kurang tepat. Karaniya menambahkan, pengeluaran biaya promosi bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Meski demikian, pengeluaran biaya promosi diimbangi dengan hasil yang terus meningkat. Karaniya juga menjelaskan, dalam platform teknologi, seperti layanan keuangan digital yang dimiliki OVO, terdapat empat matrix yang menjadi patokan untuk menilai perusahaan tersebut profit atau tidak.

Keempatnya adalah Monthly Active User (MAU), transaction purchase value, frekuensi transaksi, dan store value facility.

“Ke-empat matrix ini semua tumbuh dengan kecepatan yang bagus. Dan itu yang kami alami di OVO,” ungkap Karaniya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN