Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sharly Rungkat, seorang perempuan yang kini menduduki posisi Chief Financial Officer OVO. (IST)

Sharly Rungkat, seorang perempuan yang kini menduduki posisi Chief Financial Officer OVO. (IST)

OVO Buka Ruang Bagi Perempuan Berkiprah di Industri Teknologi

Selasa, 20 April 2021 | 18:20 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - OVO, pelaku industri keuangan digital terdepan di Indonesia, berkomitmen untuk terus memberi ruang dan akses yang setara bagi perempuan untuk berkembang di industri teknologi bersama perusahaan. Saat ini, komposisi gender pekerja baru di OVO sudah terbilang seimbang, dengan 47% di antaranya perempuan.

Sebagai pelaku industri keuangan digital terdepan di Indonesia, PT Visionet Internasional (OVO) menyadari pentingnya peran dan kehadiran perempuan di dalam industri keuangan digital dan teknologi. Karena itu, sejak awal berdiri, OVO membuka ruang luas dan kesempatan sama bagi para perempuan yang hendak berkarier.

Bertepatan dengan momen Hari Kartini serta untuk mendukung emansipasi perempuan di Indonesia, CEO OVO Jason Thompson menjelaskan bahwa OVO senantiasa menghargai peranan dan kemampuan perempuan sama seperti laki-laki.

“Dalam mewujudkan misi OVO untuk melayani dan membuka kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui layanan tekfin (teknologi finansial) yang inovatif, seluruh karyawan di OVO memberikan kontribusi penting yang kami hargai tanpa melirik gender,” kata Jason, dalam pernyataannya, Selasa (20/4).

Pada industri keuangan digital, kehadiran perempuan semakin penting untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi perusahaan. ‘Warna’ dari sebuah perusahaan pasti akan berbeda jika ada banyak perempuan yang terlibat dan bekerja di dalamnya.

Apalagi, berdasarkan riset yang dilakukan Harvard Business School, ditemukan fakta bahwa kehadiran perempuan dan keberagaman gender di sebuah perusahaan akan berpengaruh besar terhadap tinggi/rendahnya produktivitas.

“Harapannya, semoga seluruh perempuan di Indonesia dapat lebih berdaya lagi di jenjang profesional,” imbuhnya.

Sementara itu, studi yang dilakukan BCG Research menunjukkan, per tahun 2020,  jumlah perempuan yang bekerja di perusahaan sektor teknologi pada kawasan Asia Tenggara hanya setara 32% dari total karyawan industri.

Selanjutnya, persentase perempuan yang mengambil fokus teknologi di perguruan tinggi pada kawasan yang sama hanya setara 3% dari total peserta studi. Di Indonesia, baru ada 22% pekerja perempuan di perusahaan teknologi.

Kemudian, secara keseluruhan, rasio jumlah pekerja perempuan terhadap total angkatan kerja mencapai 32%. Kondisi ini harus segera diatasi. Karena, riset yang sama

menyebut bahwa keberadaan perempuan justru bisa meningkatkan inovasi, kelincahan, dan performa keuangan perusahaan.

Perempuan di OVO

Sementara itu, komposisi pekerja perempuan yang belum seimbang ini tidak ditemukan di OVO. Sebab, saat ini ada lebih dari 40% perempuan  menjadi pemangku kebijakan di tataran manajemen perusahaan. Banyak dari mereka juga memegang jabatan penting, seperti misalnya posisi pengembangan bisnis perusahaan.

Kesetaraan gender di OVO juga tercipta berkat sistem yang dimiliki perusahaan dalam merekrut pekerja baru (fresh graduate). Saat ini, komposisi gender pekerja baru di OVO terbilang seimbang, dengan 47% di antaranya merupakan perempuan dan 53% sisanya laki-laki.

OVO merupakan platform pembayaran digital, rewards, dan layanan keuangan terkemuka di Indonesia. OVO bisa digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta layanan asuransi, investasi, dan pinjaman.

Butuh Dukungan

Chief Financial Officer OVO Sharly Rungkat menambahkan, pada kesempatan ini, bertepatan dengan momen jelang Hari Kartini di Indonesia, OVO mengajak seluruh masyarakat agar terus mendukung keberadaan dan peran perempuan Indonesia di segala lini kehidupan.

Dukungan perlu diberikan karena selama ini tercatat masih kurangnya peran perempuan di sejumlah lini, atau sektor industri, termasuk teknologi. OVO secara khusus pun mengucapkan selamat Hari Kartini bagi seluruh perempuan di Indonesia atas seluruh kerja keras dan perjuangannya.

“Terlebih, kami ingin menyemangati para wanita berdaya sebagai sosok inspirasional bagi orang terdekat mereka,” ujar Sharly.

Dia pun mengaku sangat bangga melihat perempuan Indonesia sudah bisa memiliki dan membuktikan kapasitas yang seimbang, bahkan, melebihi kapabilitas pria di masa sekarang. Hal ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat, termasuk laki-laki di sekitarnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN