Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
VP Lending OVO Natasha Ardiani. (IST)

VP Lending OVO Natasha Ardiani. (IST)

OVO Permudah Akses Pinjaman bagi UMKM

Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:17 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - OVO, platform pembayaran digital, rewards, dan layanan keuangan terdepan di Indonesia, kini membuka akses permodalan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung UMKM di tengah pandemi Covid-19 agar tetap bertahan dan bisa maju.

Saat ini, jumlah pelaku UMKM di Indonesia sebanyak 64,2 juta dengan daya serap tenaga kerja mencapai 97%. Hanya sayangnya, lebih dari 70% pelaku UMKM tidak dapat mengakses pinjaman modal yang penting untuk menjaga kelangsungan usaha dan selanjutnya berekspansi.

Fenomena tersebut merupakan cerminan dari penetrasi layanan keuangan yang memang belum merata di Indonesia.  Sebanyak 77% orang Indonesia masih tidak memiliki rekening bank (unbanked), atau belum secara maksimal melakukan transaksi keuangan (underbanked).

Hal tersebut menunjukkan besarnya kesenjangan inklusi keuangan yang dikarenakan keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan dengan biaya yang terjangkau. Karena itu, OVO meningkatkan inklusi keuangan digital dengan menyediakan layanan pinjaman yang ditujukan bagi UMKM.

VP Lending OVO Natasha Ardiani mengungkapkan bahwa di Indonesia masih banyak orang yang belum percaya untuk meminjam uang dari  layanan keuangan digital, tidak terkecuali para pelaku UMKM. Mereka lebih suka untuk meminjam uang ke saudara, tetangga, bank, bahkan rentenir.

Tidak sedikit juga dari mereka yang lebih memilih untuk menggadaikan barang ke industri gadai. Padahal, layanan keuangan digital memberikan banyak kemudahan saat peminjaman, lebih transparan, lebih mudah diakses, dan lebih terjangkau.

Misi OVO adalah membuat suatu layanan keuangan pinjam-meminjam yang transparan, mudah diakses, dan terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini penting agar peran dan tanggung jawab pemberi pinjaman dan peminjam jelas serta sesuai aturan yang berlaku.

“Daripada kita pinjam ke keluarga, tetangga, atau rentenir, terms & conditions-nya sering kali tidak jelas. Sementara itu, apabila pinjam ke bank harus buka tabungan dan punya histori transaksi perbankan dahulu,” tutur Natasha, dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Kali ini, menurut dia, yang ingin OVO lakukan adalah meningkatkan inklusi keuangan dengan menyediakan layanan keuangan digital yang benar-benar bisa diakses dengan mudah secara digital dan bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada.

Sementara itu, terkait UMKM, Natasha menyebutkan bila bisnis lending saat ini sangat dibutuhkan karena para pelaku UMKM banyak yang terdampak negatif pandemi Covid-19. Banyak dari mereka yang mengalami kekurangan modal usaha, kesulitan menggaji karyawan, hingga ancaman penutupan usaha.

Dia menuturkan bahwa OVO sangat terbuka bagi pelaku UMKM yang ingin meminjam dana untuk kelangsungan usaha mereka. OVO sangat mendukung para pelaku UMKM agar bisa terus melanjutkan usahanya dan bisa naik kelas menjadi usaha yang lebih besar.

Gandeng Taralite

Lewat kerja sama dengan Taralite sejak tahun 2017, OVO ingin menjawab kesulitan akses pembiayaan yang selama ini dialami oleh para pelaku UMKM. Harapannya, mereka akan mendapatkan layanan kredit yang lebih mudah diakses, transparan, dan dapat membantu permodalannya.

Sejak awal pandemi Covid-19, OVO fokus ke business to business (B2B), atau business lending. OVO sedang menggenjot pinjaman UMKM bekerja sama dengan Taralite dalam bentuk modal kerja dan anjak piutang untuk membantu kas keuangan mereka tetap bisa terus berjalan.

“Itu salah satu layanan pinjam-meminjam yang bisa kami berikan untuk para UMKM agar bisa segera bangkit kembali,” ucap Natasha.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN