Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pedagang UMKM. Foto ilustrasi: ukmindonesia.id

Salah satu pedagang UMKM. Foto ilustrasi: ukmindonesia.id

Pakar UGM Berbagi Kiat Cegah Kejahatan Phising bagi UMKM

Senin, 21 September 2020 | 11:17 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id -- Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) Ir Tony Seno Hartono menyampaikan sejumlah kiat bagi para pelaku bisnis pemula serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mencegah terjadinya kejahatan digital berbasis social engineering, di antaranya phising.

Perlu diketahui, phising merupakan suatu bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi peka, seperti kata sandi dan kartu kredit, dengan menyamar sebagai orang, atau bisnis yang terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, melalui surat elektronik (e-mail), atau pesan instan.

Menurut data dari Kaspersky yang dibagikan Tony pada diskusi virtual, terdapat 192.591 serangan phising terhadap UMKM di Indonesia pada kuartal I-2020. Peretas mengirim e-mail terkait informasi Covid-19 dan memanfaatkan potensi keingintahuan dan kepanikan untuk membobol data peka UMKM.

“Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, pengguna bisa menggunakan device (perangkat) yang clean (bersih) dan selalu ter-update (aplikasi dan sistem operasi/OS perangkatnya),” kata Tony, akhir pekan lalu.

Menurut dia, jika pengguna rutin memperbarui aplikasi dan operating system (OS) di perangkatnya, otomatis kelemahan di sistem keamanan aplikasi dan OS tersebut juga telah diperbaiki.

Selain itu, pengguna bisa mulai beralih ke komputasi awan (cloud computing). Penggunaan e-mail yang berbasiskan cloud lebih aman karena sudah dilengkapi dan dibentengi sistem keamanan dengan teknologi antiphising.

“Dengan begitu, phising bisa diblokir terlebih dahulu (oleh sistem) sebelum masuk ke (kotak masuk) e-mail. Dengan cloud, kemungkinan phising akan lebih susah untuk menembus,” jelasnya.

Tony melanjutkan, pengguna juga harus cekatan untuk memperhatikan, mengecek kembali, dan menghindari apabila mendapatkan pesan yang tidak wajar. Hal terpenting lain, pengguna harus terus aktif menambah wawasan digitalnya, terutama terkait keamanan digital. Namun, dia mengatakan bahwa edukasi tentang keamanan digital bukan hanya menjadi tugas masyarakat sebagai pengguna.

Pihak-pihak lain, termasuk penyedia layanan digital, hingga pemerintah, perlu mengintensifkan literasi keamanan digital kepada masyarakat.

“Ini adalah tugas kita bersama. Penyedia layanan seperti Gojek dan akademik seperti CfDS juga sedang lakukan edukasi dengan reach banyak orang dan media, untuk terus increase wawasan digital,” kata Tony.

Pemerintah pun diakuinya ikut terlibat. Misalnya, upaya pemerintah mengajukan RUU Perlindungan Data Pribadi di DPR untuk disahkan menjadi Undang-Undang, hingga sampai peran instansi pendidikan, yakni sekolah, karena sedang diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ia berharap, Indonesia akan semakin melek digital, pengetahuan, serta literasi digitalnya terus meningkat di masa akselerasi digital yang sedang berlangsung sangat cepat. (ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN