Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pandi tekan kerja sama dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara. (IST)

Pandi tekan kerja sama dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara. (IST)

Pandi Lestarikan Aksara Nusantara dengan Digitalisasi

Minggu, 13 Desember 2020 | 20:45 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) terus berupaya untuk mendigitalisasi aksara daerah di Nusantara ke dalam format internationalize domain name (IDN). Tujuannya agar bisa diakses dan dipergunakan melalui internet.

IDN merupakan nama domain untuk bahasa lokal, atau aksara tiap daerah, atau negara. Nama domain ini bersifat khusus, karena tidak menggunakan huruf Latin yang merupakan kode dari American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk melestarikan budaya Indonesia. Karena itu, Pandi pun membuat program khusus bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara.

"Ini merupakan perjuangan panjang kita punya 718 bahasa daerah, dan sekarang, di Unicode hanya 10 yang sudah terdigitalisasi," ujar Yudho, dalam acara peluncuran Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara di Jakarta, Sabtu (12/12) malam.

Menurut dia, keberadaan IDN di era digitalisasi saat ini dirasa sangat penting. Pasalnya, pertumbuhan pengguna internet dunia, termasuk Indonesia, yang semakin pesat.

Ditambah lagi, masyarakat internet terbiasa memakai huruf Latin untuk menulis maupun mengetik. Bukan tidak mungkin, ke depan, aksara daerah di Indonesia bisa punah apabila tidak dilestarikan, di antaranya melalui digitalisasi.

Yudho menjelaskan bahwa Pandi menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, antara lain pemerintah, komunitas, hingga lembaga akademis dan nonakademis, untuk mewujudkan program mulia tersebut.

"Kami mulai dengan identifikasi siapa saja pegiat aksara langsung ke kantongnya. Ternyata, di Jogja ada komunitas yang melakukan WhatsApp dengan aksara Jawa," imbuhnya.

Program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari UNESCO dalam kaitannya terhadap pelestarian budaya. Ke depan, Pandi juga akan bekerja sama dengan UNESCO dalam hal pelestarian aksara Nusantara.

"Ini adalah sebuah perjalanan yang luar biasa dalam setahun ini. Dan, alhamdulillah, kita sudah mendapatkan berbagai surat dukungan, dan, ini sebuah amunisi dan bekal untuk kemudian kita bersama-sama memberikan sinyal kekayaan budaya Indonesia," tutur dia.

Selain ittu, program pelestarian aksara Nusantara melalui digitalisasi juga telah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

"Ini adalah waktu yang tepat pada saat kita melakukan transformasi digital di mana suatu proses yang tidak bisa kita elakkan," ungkap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, dalam sambutannya.

Semuel mengatakan bahwa untuk membangun karakter bangsa perlu mengenal budaya dan nilai yang dimiliki. Salah satunya dengan upaya mendigitalisasi aksara Nusantara.

"Kemkominfo sangat mendukung dan berharap semoga ini agar terus berkelanjutan," paparnya.

Pandi saat ini juga tengah mengadakan lomba membuat website dengan konten aksara daerah yang sudah berjalan di beberapa daerah, antara lain Jawa, Sunda, Bali, dan Makassar.

Selain itu, Pandi telah menyiapkan laman www.merajutindonesia.id yang menyajikan konten seputar aksara Nusantara, mulai dari sejarahnya, proses digitalisasi, hingga font aksara Nusantara.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN